US Open 2026: Hadiah Rekor $108 Juta dan Peluang Emas Djokovic di Tengah Ketatnya Persaingan
Baca dalam 60 detik
- Turnamen grand slam terakhir tahun ini menawarkan total hadiah tertinggi dalam sejarah tenis, mencapai $108 juta.
- Dengan mundurnya Sinner dan kondisi Alcaraz yang belum pulih, peluang Djokovic untuk menambah gelar ke-25 semakin terbuka.
- Format 15 hari yang diperpanjang menjadi sorotan, menjanjikan pengalaman lebih bagi penggemar dan keuntungan bagi penyelenggara.

Flushing Meadows, New York, menjadi saksi dimulainya babak utama tunggal US Open 2026 pada Minggu (30/8) dengan kondisi cuaca cerah. Turnamen grand slam pamungkas tahun ini langsung menyedot perhatian dunia setelah penyelenggara mengumumkan total hadiah uang mencapai angka fantastis, US$108 juta atau setara Rp1,6 triliun, sebuah rekor baru dalam sejarah tenis profesional.
Antusiasme penonton terlihat sejak pagi, puluhan pemegang tiket sudah mengantre sebelum petenis Italia, Jasmine Paolini, membuka laga di Louis Armstrong Stadium melawan Veronika Erjavec dari Slovenia. Sementara di Grandstand, Jiri Lehecka dari Ceko berhadapan dengan Pablo Carreno Busta asal Spanyol. Sorotan utama tentu tertuju pada Arthur Ashe Stadium, di mana petenis putri Amerika Serikat peringkat tertinggi, Jessica Pegula, dijadwalkan memainkan laga pembuka melawan Elena-Gabriela Ruse dari Rumania.
Turnamen tahun ini memasuki tahun kedua dengan format 15 hari, di mana babak pertama dibagi dalam tiga hari. Penambahan satu hari ini merupakan respons atas tingginya permintaan tiket yang terus melonjak dalam beberapa tahun terakhir. Chief Executive Asosiasi Tenis Amerika Serikat (USTA), Craig Tiley, menegaskan bahwa kenaikan hadiah uang ini adalah bentuk komitmen untuk memberikan porsi pendapatan yang lebih adil bagi para pemain. โIni adalah investasi untuk masa depan tenis,โ ujarnya, seperti dikutip dari laporan resmi.
Di tengah hingar-bingar pembukaan, perhatian publik tertuju pada Novak Djokovic. Petenis Serbia berusia 39 tahun itu dijadwalkan memulai laga malam di Ashe melawan Mariano Navone dari Argentina. Dengan mundurnya petenis nomor satu dunia, Jannik Sinner, dan juara bertahan Carlos Alcaraz yang baru pulih dari cedera, Djokovic dipandang memiliki peluang emas untuk menambah koleksi gelar grand slam-nya yang sudah mencapai 24. Situasi ini menjadi keuntungan tersendiri bagi petenis yang akrab disapa Nole tersebut, yang musim ini menunjukkan performa konsisten meski usianya tak lagi muda.
Laga penutup sesi malam akan mempertemukan Venus Williams, yang kini berusia 46 tahun, melawan rekan senegaranya, Sofia Kenin, yang mendapat wildcard. Pertandingan ini diprediksi menjadi duel menarik antara pengalaman dan generasi baru tenis Amerika.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, US Open selalu menjadi tontonan menarik, terutama dengan adanya petenis-petenis Asia yang berlaga. Meski belum ada wakil Indonesia di babak utama, turnamen ini tetap relevan karena menjadi barometer perkembangan tenis dunia yang bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Tanah Air. Selain itu, dengan hadiah yang semakin besar, diharapkan semakin banyak atlet Asia yang termotivasi untuk menembus level tertinggi.
Pertanyaan besarnya, akankah Djokovic mampu memanfaatkan momentum ini untuk menambah trofi grand slam-nya? Atau justru akan muncul kejutan dari petenis-petenis muda yang siap merebut tahta? Yang jelas, US Open tahun ini menjanjikan persaingan sengit dan drama yang tak terduga hingga partai puncak nanti.



