Putra Naya Rivera Debut Layar Lebar: Enam Tahun Setelah Tragedi yang Mengguncang
Baca dalam 60 detik
- Josey Dorsey, putra mendiang bintang Glee Naya Rivera, resmi dikonfirmasi membintangi film The Burning Valley bersama ayahnya, Ryan Dorsey.
- Film arahan Evan Coury ini mengangkat tema deindustrialisasi di kawasan Rust Belt, Pennsylvania, dan menjadi debut penyutradaraan Coury.
- Keterlibatan Josey menandai langkah berani sang ayah untuk mendukung karier akting anaknya di tengah proses penyembuhan trauma masa lalu.

Josey Dorsey, putra semata wayang mendiang aktris Naya Rivera, resmi mengawali karier aktingnya di layar lebar melalui film berjudul The Burning Valley. Bocah 10 tahun itu akan beradu peran dengan ayahnya, Ryan Dorsey, dalam sebuah produksi independen yang tengah menjalani syuting di kawasan Rust Belt, Pennsylvania. Kehadiran Josey di industri film ini menjadi sorotan publik, mengingat enam tahun lalu ia menjadi saksi bisu tragedi yang merenggut nyawa sang ibu.
Dalam film yang ditulis dan disutradarai Evan Coury ini, Josey tercatat memerankan karakter "Boy", sementara Ryan Dorsey berperan sebagai "Father". Proyek yang menjadi debut penyutradaraan Coury ini mengambil latar di sejumlah lokasi seperti Arnold, Brackenridge, dan sekitar Sungai Allegheny. Coury menggambarkan karyanya sebagai "film puitis berskala kecil tentang deindustrialisasi" yang berfokus pada perjalanan seorang pekerja baja yang kehilangan pekerjaannya setelah pabrik tempatnya bekerja mengumumkan penutupan.
Bagi Josey, peran ini bukanlah pengalaman pertamanya di dunia seni peran. Sebelumnya, ia sempat tampil dalam produksi teater Seussical Jr pada 2024 sebagai salah satu Wickersham Brothers. Namun, langkahnya kali ini terasa lebih bermakna karena ia berkesempatan beradu akting dengan sang ayah. Ryan Dorsey sendiri dikenal luas sebagai aktor lewat serial Ray Donovan dan pernah menikah dengan Naya Rivera pada 2014โ2018.
Keterlibatan Josey dalam film ini tentu tidak lepas dari bayang-bayang tragedi yang dialaminya. Pada Juli 2020, Naya Rivera meninggal dunia setelah tenggelam di Danau Piru, California, saat berenang bersama Josey yang saat itu baru berusia empat tahun. Peristiwa itu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, terutama bagi Josey yang sempat menyaksikan detik-detik terakhir sang ibu. Dalam wawancara dengan PEOPLE, Ryan Dorsey mengungkapkan bahwa Josey masih kerap diliputi perasaan bersalah karena merasa tidak mampu menolong ibunya saat kejadian.
Ryan menceritakan bahwa Josey sering mengulang kenangan tentang upayanya mencari pelampung, namun terhalang oleh rasa takut melihat laba-laba di tali pengikat. Sang ayah terus meyakinkannya bahwa tali itu pun tidak akan cukup panjang untuk menyelamatkan Naya. Meski demikian, Ryan mengakui bahwa sulit baginya untuk membantu Josey memahami kepergian ibunya. "Dia bangun dengan bahagia, penuh energi. Saya berusaha menjadi orang tua terbaik dan membesarkan anak yang baik. Dia memberi saya alasan untuk terus menjalani hidup," ujarnya.
Kisah Josey dan Ryan Dorsey menarik perhatian publik tidak hanya karena sisi emosionalnya, tetapi juga karena menunjukkan bagaimana sebuah keluarga mencoba bangkit dari tragedi. Bagi penggemar Glee di Indonesia, nama Naya Rivera tentu tidak asing. Perannya sebagai Santana Lopez yang cerdas dan vokal telah meninggalkan kesan mendalam. Kehadiran Josey di layar lebar kini menjadi pengingat bahwa warisan sang ibu tetap hidup, meski dalam bentuk yang berbeda.
Dari sisi industri, The Burning Valley juga menarik untuk disimak karena mengangkat isu deindustrialisasi yang relevan secara global. Kawasan Rust Belt di Amerika Serikat menjadi simbol pergeseran ekonomi yang berdampak luas pada masyarakat kelas pekerja. Bagi pembaca di Indonesia, tema ini mengingatkan pada dinamika serupa di sektor manufaktur dan industri yang kerap menghadapi tantangan otomatisasi dan relokasi. Film ini bisa menjadi cermin bagaimana perubahan ekonomi memengaruhi kehidupan individu dan komunitas.
Ke depan, publik tentu menantikan bagaimana Josey mengembangkan kariernya di dunia akting. Dukungan penuh dari sang ayah menjadi modal berharga. Namun, pertanyaan yang menggantung adalah apakah ia akan mampu melewati bayang-bayang masa lalu dan membangun identitasnya sendiri di industri hiburan. Satu hal yang pasti, langkah pertamanya ini telah membuka babak baru yang penuh harapan.



