Roma Alihkan Incaran ke Luiz Henrique, El Aynaoui dan Vaz Hengkang
Baca dalam 60 detik
- AS Roma mengalihkan fokus bursa transfer ke winger Zenit, Luiz Henrique, setelah tawaran untuk Leweling ditolak Stuttgart.
- Gelandang El Aynaoui dan penyerang Vaz dipastikan meninggalkan klub, dengan tujuan masing-masing RB Leipzig dan Hull City.
- Kegagalan mendatangkan target utama bisa memengaruhi performa Roma di sisa musim Serie A.

AS Roma kembali memutar haluan di bursa transfer musim dingin. Setelah gagal meyakinkan VfB Stuttgart melepas Jamie Leweling, klub ibu kota Italia itu kini mengarahkan bidikan ke winger Zenit St Petersburg, Luiz Henrique, dengan paket pinjaman senilai 5 juta euro plus opsi pembelian 30 juta euro.
Langkah ini diambil hanya beberapa jam sebelum laga Serie A kontra Lecce, saat daftar skuad resmi dirilis tanpa dua nama penting: Neil El Aynaoui dan Robinio Vaz. Keduanya dipastikan hengkang, menandai perombakan tengah musim yang cukup agresif oleh direksi Giallorossi.
Menurut laporan Sky Sport Italia dan Sport Mediaset, tawaran untuk Leweling yang diajukan sehari sebelumnya ditolak mentah-mentah oleh Stuttgart. Selain masalah klausul, negosiasi personal dengan pemain Jerman itu juga menemui jalan buntu. Alhasil, Roma langsung beralih ke opsi lain, meski peluang kesepakatan dengan Zenit juga belum terkunci penuh.
Nama Jamie Bynoe-Gittens sempat mencuat sebagai kandidat dari Chelsea, namun peluangnya dinilai tipis. Roma tampaknya berpegang pada formula yang sama: pinjaman dengan kewajiban pembelian yang tidak mengikat di akhir musim. Strategi ini menunjukkan kehati-hatian finansial di tengah tekanan regulasi UEFA, tetapi juga berisiko membuat tim kehilangan target utama.
Kepergian El Aynaoui dan Vaz bukan sekadar keputusan teknis. El Aynaoui, gelandang yang diharapkan menjadi pengatur tempo, justru dilepas ke RB Leipzig dengan nilai total 29 juta euro. Sementara Vaz, yang jarang dimainkan, akan mencoba peruntungan di Championship bersama Hull City. Keputusan ini mengindikasikan adanya perombakan skuad yang lebih luas, mungkin untuk memberi ruang bagi rekrutan baru di lini serang.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Roma ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa menyeimbangkan ambisi olahraga dengan batasan finansial. Fenomena pinjaman dengan opsi beli menjadi tren yang juga mulai dilirik klub-klub Asia, termasuk Indonesia, yang ingin merekrut pemain asing tanpa menguras kas.
Namun, kegagalan mendatangkan target utama bisa berdampak pada kedalaman skuad Roma. Dengan jadwal padat Serie A dan Liga Europa, pelatih harus pintar memanfaatkan pemain yang ada. Pertanyaannya, akankah Luiz Henrique menjadi solusi atau justru menambah daftar kekecewaan bursa transfer musim ini?



