Arsenal Gagal kejar Julian Alvarez, Igor Tyjon Jadi Alternatif Murah ala Havertz
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Blackburn Rovers untuk merekrut Igor Tyjon, striker muda berusia 18 tahun, dengan biaya sekitar ยฃ3 juta.
- Tyjon, yang dijuluki 'highly-rated striker' oleh scout Antonio Mango, menawarkan profil mirip Julian Alvarez: tajam di depan gawang dan kreatif dalam membangun serangan.
- Jika Alvarez tetap ngotot ke Barcelona, Arsenal bisa menghemat dana dan mengembangkan potensi Tyjon sebagai investasi jangka panjang di lini depan.

Arsenal tampaknya harus merelakan impian mendatangkan Julian Alvarez dari Atletico Madrid pada bursa transfer musim panas ini. Sang pemain dikabarkan tetap ngotot ingin bergabung dengan Barcelona, meski sudah dicemooh oleh pendukungnya sendiri di Wanda Metropolitano. Namun, di tengah kebuntuan negosiasi tersebut, The Gunners diam-diam telah mengamankan tanda tangan Igor Tyjon, striker muda berbakat asal Inggris yang bisa menjadi jawaban jangka panjang di lini depan.
Kisah Alvarez menjadi sorotan setelah ia dicemooh oleh fans Atletico saat pertandingan akhir pekan lalu, bahkan diminta masuk ke ruang ganti daripada bertepuk tangan kepada pendukung. Laporan media Spanyol menyebut pemain asal Argentina itu ingin pindah ke Barcelona atau Real Madrid, dan sikapnya itu telah mengubah statusnya dari idola menjadi musuh publik nomor satu di klub. Atletico sendiri menolak melepasnya ke rival, tetapi mereka sadar bahwa penjualan dengan harga yang tepat adalah solusi terbaik bagi semua pihak.
Arsenal sebenarnya telah menghubungi Atletico untuk menanyakan kemungkinan transfer, dan pihak klub London utara itu memberi sinyal bahwa jalan keluar bagi Alvarez hanya ke klub di luar Spanyol. Namun, menurut jurnalis David Ornstein, pemain berusia 24 tahun itu belum tertarik pindah ke Emirates Stadium. Situasi ini menjadi kebuntuan klasik di hari-hari terakhir bursa transfer, dan Arsenal pun mulai melirik opsi lain.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Arsenal akhirnya berhasil menuntaskan transfer Igor Tyjon dari Blackburn Rovers. Pemain berusia 18 tahun itu dikabarkan telah menandatangani kontrak pada Jumat lalu dengan biaya sekitar ยฃ3 juta, plus bonus tambahan. Tyjon bukan nama sebesar Alvarez, tetapi ia adalah prospek yang telah lama dipantau oleh The Gunners. Sejak usia 15 tahun, ia sudah tampil untuk tim U-21 Blackburn dan bahkan duduk di bangku cadangan tim utama. Kini, setelah mencetak 13 gol dalam 33 penampilan untuk U-21 dan tiga penampilan di tim utama, ia siap mengembangkan kariernya di London Utara.
Antonio Mango, seorang scout untuk tim U-23, pernah menyebut Tyjon sebagai "striker yang sangat dihargai" dengan gaya bermain yang "unik". Ia memuji kemampuan link-up play dan kecerdasannya di lapangan, dua atribut yang sebenarnya juga dimiliki Alvarez. Tyjon bukan sekadar pencetak gol; ia juga kreator peluang. Musim lalu di Premier League 2, ia berada di peringkat 25% teratas striker untuk chances created per 90 menit. Ia juga aktif menekan lawan di luar kotak penalti untuk merebut bola, mirip dengan gaya Alvarez.
Keputusan Arsenal untuk merekrut Tyjon bisa menjadi langkah cerdas di tengah persaingan transfer yang semakin tidak masuk akal. Daripada mengeluarkan dana besar untuk Alvarez yang belum tentu mau pindah, The Gunners bisa mengembangkan pemain muda yang sudah terbukti tajam di level junior. Jika Tyjon bisa berkembang seperti yang diharapkan, ia bisa menjadi salah satu pembelian paling murah di era Mikel Arteta.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kisah ini menarik untuk dicermati. Arsenal, yang memiliki basis penggemar besar di Indonesia, seringkali menjadi barometer tren transfer di Premier League. Kehadiran Tyjon bisa menjadi sinyal bahwa klub-klub besar mulai melirik pemain muda berbakat dari liga-liga bawah Inggris, yang harganya jauh lebih terjangkau. Ini juga menjadi pelajaran bahwa tidak selalu harus mengeluarkan uang besar untuk mendapatkan pemain berkualitas; terkadang, investasi jangka panjang pada pemain muda adalah kunci.
Pertanyaan besarnya sekarang: apakah Tyjon akan langsung diberi kesempatan di tim utama, atau akan dipinjamkan untuk menambah pengalaman? Dengan gaya bermainnya yang mirip Alvarez, ia bisa menjadi pelengkap lini serang Arsenal yang sudah dihuni oleh Kai Havertz dan Gabriel Jesus. Namun, jika ia belum siap, peminjaman ke klub Championship atau klub Eropa lainnya bisa menjadi langkah yang bijak. Yang jelas, Arsenal telah mengambil langkah berani untuk masa depan, dan publik Indonesia akan menantikan bagaimana karier Igor Tyjon berkembang di bawah asuhan Mikel Arteta.



