Gimenez Resmi ke Porto: Milan Rela Rugi demi Lepas Striker Meksiko
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan pinjaman dengan kewajiban pembelian senilai โฌ20 juta tercapai setelah negosiasi alot.
- Striker Meksiko itu gagal memenuhi ekspektasi di San Siro, hanya mencetak tujuh gol dalam 37 laga.
- Kepindahan ini membuka ruang bagi Milan untuk mendatangkan penyerang baru di bursa transfer.

AC Milan akhirnya melepas Santiago Gimenez ke FC Porto dengan skema pinjaman yang di dalamnya terkandung klausul kewajiban pembelian. Kesepakatan yang dituntaskan Sabtu malam waktu setempat itu bernilai total โฌ20 juta, sebuah angka yang jauh dari investasi yang pernah dikeluarkan Rossoneri dua tahun lalu.
Negosiasi antara kedua klub berlangsung alot. Gimenez, yang sejak awal menjadi target utama pelatih Porto, Francesco Farioli, sempat menjadi ganjalan karena perbedaan pandangan soal struktur transfer. Namun, titik terang muncul setelah kedua pihak sepakat memasukkan klausul penampilan yang mengubah opsi beli menjadi kewajiban. Dengan begitu, Porto dijamin akan mempermanenkan pemain berusia 24 tahun itu jika ia memenuhi jumlah penampilan tertentu.
Keputusan ini tak lepas dari posisi Gimenez yang terpinggirkan di bawah arahan pelatih Ruben Amorim. Pelatih asal Portugal itu dilaporkan tidak memasukkan nama penyerang Timnas Meksiko tersebut dalam rencana musim ini. Porto pun menjadi tujuan yang paling diminati sang pemain, yang ingin kembali menemukan performa terbaiknya setelah periode sulit di Italia.
Bagi Milan, transfer ini menjadi semacam pengakuan atas kesalahan rekrutmen. Pada Januari 2025, mereka menebus Gimenez dari Feyenoord dengan mahar lebih dari โฌ30 juta. Awalnya, ia tampil menjanjikan, tetapi kemudian performanya menurun drastis. Cedera pergelangan kaki yang mengharuskannya menjalani operasi pada Desember 2025 semakin memperparah situasi. Catatan akhirnya bersama Milan: tujuh gol dan enam assist dalam 37 pertandingan kompetitif.
Konteks Indonesia: Bagi pengamat sepak bola Tanah Air, pergerakan ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa semakin berhati-hati dalam membelanjakan uang. Fenomena pemain yang gagal memenuhi ekspektasi lalu dipindahkan dengan nilai lebih rendah semakin umum. Hal ini juga menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, yang kerap tergoda membeli pemain mahal tanpa analisis mendalam.
Di sisi lain, kepindahan Gimenez ke Porto bisa menjadi angin segar bagi kariernya. Liga Portugal dikenal sebagai tempat yang tepat untuk memulihkan performa pemain. Farioli, yang dikenal sebagai pelatih yang mampu mengembangkan potensi pemain, diyakini bisa mengembalikan ketajaman Gimenez. Jika berhasil, Porto akan mendapatkan penyerang haus gol dengan harga yang relatif murah.
Milan sendiri kini punya ruang gerak lebih di bursa transfer. Dengan kepergian Gimenez, mereka bisa fokus mencari penyerang baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan tim. Pertanyaannya, akankah manajemen Rossoneri belajar dari kesalahan ini dan lebih selektif dalam memilih pemain? Atau justru akan mengulangi pola yang sama? Hanya waktu yang bisa menjawab.



