Newcastle Bangkit Usai Ditinggal Tonali: Kemenangan Perdana Jaissle di Premier League
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United meraih kemenangan perdana di Premier League musim ini setelah menaklukkan Tottenham Hotspur 2-0 di laga tandang.
- Pelatih anyar Matthias Jaissle berhasil meracik strategi efektif dengan memanfaatkan pemain baru dan lama, meski timnya sempat kehilangan sejumlah bintang.
- Kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi Newcastle yang tengah dalam masa transisi, sekaligus menjawab keraguan atas kebijakan transfer mereka.

Newcastle United membuktikan diri tidak kehilangan tajinya meski ditinggal sejumlah pilar utama. Dalam laga tandang melawan Tottenham Hotspur, akhir pekan lalu, tim asuhan Matthias Jaissle menang telak 2-0. Kemenangan ini sekaligus menjadi yang pertama bagi Jaissle di Premier League, sekaligus pukulan telak bagi Sandro Tonali yang baru saja hengkang ke Spurs.
Pertandingan yang berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium itu menjadi ajang reuni Tonali dengan mantan klubnya. Namun, alih-alih merayakan, gelandang asal Italia itu justru menjadi bulan-bulanan suporter Newcastle. "Sandro, berapa skornya?" teriak para pendukung tim tamu saat Tonali duduk di bangku cadangan. Kekalahan ini tentu bukan kenangan manis bagi pemain yang diboyong Spurs dengan mahar mencapai 100 juta poundsterling.
Di sisi lain, Newcastle tampil meyakinkan. Gol-gol kemenangan dicetak oleh Anthony Elanga dan Yoane Wissa, dua pemain yang musim lalu kesulitan menunjukkan performa terbaiknya. Keduanya seolah bangkit di bawah arahan Jaissle. Pelatih asal Jerman itu pun enggan berlebihan merayakan hasil ini. "Kami punya target sendiri dan kami realistis. Sekarang kalian menulis semuanya hebat, tapi kami tidak larut. Kami emosionalnya stabil dan tidak melihat puncak lebih tinggi dari yang seharusnya," ujarnya.
Kemenangan ini menjadi angin segar bagi Newcastle yang tengah berada dalam masa transisi. Sejak ditinggal Eddie Howe 30 hari lalu, klub harus kehilangan Tonali, Anthony Gordon yang pindah ke Barcelona, serta kapten Bruno Guimaraes yang dikabarkan ingin hengkang ke Arsenal. Namun, manajemen klub bergerak cepat dengan mendatangkan tujuh pemain baru, termasuk Nico Gonzalez, Amar Dedic, dan kiper Lukas Hornicek. Meski mayoritas pemain anyar itu berusia di bawah 24 tahun dan minim pengalaman di Premier League, mereka langsung menunjukkan kontribusi nyata.
Dedic, yang direkrut dari Benfica dengan nilai transfer 30 juta poundsterling, tampil impresif di lini belakang. Sementara Hornicek, kiper asal Ceko yang diboyong dari Braga, melakukan tiga penyelamatan krusial di babak pertama. Jaissle mengakui bahwa penampilan timnya di babak pertama belum ideal, tetapi semangat juang para pemain patut diacungi jempol. "Kami tidak bermain bagus di babak pertama, tapi semua orang berjuang mati-matian untuk setiap bola. Itu komitmen dan keyakinan untuk menjaga clean sheet, dan itu membuat saya bangga," katanya.
Strategi Jaissle terbukti jitu. Di babak kedua, Newcastle tampil lebih agresif dan memanfaatkan dua peluang emas menjadi gol. Gol pertama tercipta berkat umpan silang akurat Gonzalez yang disambut sundulan Dedic, lalu diselesaikan Elanga dengan sepakan keras. Gol kedua lahir dari skema sepak pojok yang berujung tendangan salto indah Wissa. Dua gol ini menjadi bukti bahwa Newcastle tidak hanya mengandalkan pemain anyar, tetapi juga kebangkitan pemain lama.
Wissa, yang mencetak gol keduanya musim ini, memuji gaya kepelatihan Jaissle. "Dia manajer yang sangat dinamis, kami harus memberikan segalanya. Saya pikir dia adalah rekrutan terbaik," ujarnya kepada Sky Sports. Pujian serupa juga dilontarkan Gonzalez yang mengaku sudah berdiskusi dengan pelatih soal pola serangan dari sayap. "Ini sesuatu yang saya bicarakan dengan pelatih sebelum pertandingan. Dia ingin saya melihat bola-bola seperti ini, dan akhirnya kami mencetak gol," katanya.
Kemenangan ini tentu menjadi modal berharga bagi Newcastle untuk menghadapi musim yang panjang. Namun, Jaissle mengingatkan bahwa perjalanan masih jauh. "Ini momen untuk dinikmati, tapi kami juga cukup cerdas untuk melihat bahwa masih ada tantangan ke depan," tuturnya. Pertanyaan besarnya, mampukah Newcastle konsisten mempertahankan performa ini? Atau justru ini hanya euforia sesaat yang akan meredup seiring berjalannya musim? Hanya waktu yang bisa menjawab.



