Shohei Ohtani Batal Tampil di Gundukan: Cedera Lutut dan Bisep Kembali Menghantui
Baca dalam 60 detik
- Ohtani dipastikan absen sebagai pitcher saat Dodgers melawan Tigers, menyusul keluhan pada lutut dan bisepnya.
- Keputusan ini menambah daftar panjang kekhawatiran cedera bagi pemain dua arah tersebut, yang terakhir kali tampil di mound pada awal Juli.
- Dengan jadwal yang tidak menentu, masa depan Ohtani sebagai pitcher di musim ini menjadi tanda tanya besar bagi Dodgers dan penggemar di seluruh dunia.

Los Angeles Dodgers harus kembali menelan pil pahit terkait kondisi fisik bintang dua arah mereka, Shohei Ohtani. Manajer Dave Roberts mengonfirmasi bahwa Ohtani tidak akan naik ke gundukan pada laga hari Minggu melawan Detroit Tigers, menyusul ketidaknyamanan yang dirasakan pada lutut kanannya saat sesi bullpen Jumat lalu. Keputusan ini tentu menjadi pukulan telak bagi tim yang tengah berjuang mempertahankan posisi di puncak klasemen Wilayah Barat Liga Nasional.
Roberts, dalam pernyataannya sebelum kekalahan tipis 2-1 dari Tigers pada Sabtu, mengungkapkan bahwa lutut Ohtani masih belum sepenuhnya bebas dari rasa sakit. Selain itu, ada masalah kecil pada otot bisep yang sebelumnya juga sempat mengganggunya. Kondisi ini memaksa tim untuk bersikap ekstra hati-hati, mengingat Ohtani adalah aset paling berharga yang dimiliki Dodgers. Alih-alih mengambil risiko, manajemen memilih untuk mengistirahatkannya, dengan Tyler Glasnow yang dijadwalkan menggantikan sebagai starter di laga penentu tersebut.
Ini bukan pertama kalinya Ohtani harus menepi dari tugas pitching. Terakhir kali ia tampil di gundukan adalah pada 3 Juli lalu, saat ia melempar enam inning dalam kemenangan 4-3 atas San Diego Padres. Sejak saat itu, ia hanya berfokus pada peran sebagai pemukul, dan catatannya pun impresif: rata-rata pukulan .274 dengan 12 home run dalam 45 pertandingan. Namun, ketidakpastian kapan ia bisa kembali pitching membuat manajemen harus berpikir ulang tentang strategi rotasi mereka.
Roberts sendiri mengakui dilema yang dihadapinya. "Bagian tersulit saat ini adalah mencoba mencari tahu apakah ia sudah 100 persen secara keseluruhan, dan apakah layak memberinya satu inning untuk membangun ritmenya," ujarnya. Pernyataan ini menggambarkan kebimbangan antara kebutuhan tim akan kekuatan pitching Ohtani dan risiko cedera yang lebih parah jika dipaksakan. Sementara itu, kehadiran Tarik Skubal yang baru direkrut memberikan sedikit kelonggaran, karena tim masih bisa tampil kompetitif tanpa kehadiran Ohtani di gundukan.
- Ohtani terakhir kali pitching pada 3 Juli 2026, dengan enam inning dan kemenangan atas Padres.
- Sejak itu, ia mencatat .274 batting average dengan 12 home run dalam 45 game.
- Tyler Glasnow akan menggantikan Ohtani sebagai starter melawan Tigers pada Minggu.
- Dodgers masih memimpin Wilayah Barat NL, tetapi persaingan semakin ketat.
Bagi penggemar di Indonesia, kabar ini tentu menjadi perhatian, mengingat Ohtani adalah salah satu pemain paling populer di dunia, termasuk di Asia. Banyak yang berharap ia bisa tampil di seri pembuka MLB di Tokyo tahun depan, namun kondisi fisiknya yang rapuh menjadi kekhawatiran tersendiri. Apalagi, jadwal pertandingan yang padat dan perjalanan jauh bisa memperburuk cederanya. Para analis menilai, Dodgers harus bijak dalam mengelola beban Ohtani, tidak hanya untuk musim ini, tetapi juga untuk karier jangka panjangnya.
Keputusan untuk tidak menurunkannya melawan Tigers juga membuka pertanyaan besar: akankah Ohtani kembali pitching musim ini? Atau justru Dodgers akan lebih memilih untuk mengistirahatkannya hingga playoff? Dengan sisa musim yang masih panjang, manajemen tim dituntut untuk membuat keputusan yang tepat. Jika Ohtani dipaksa tampil sebelum pulih total, risikonya bisa berakibat fatal, tidak hanya bagi performa tim, tetapi juga bagi masa depan sang pemain yang sudah menandatangani kontrak raksasa.
Di sisi lain, kemampuan Ohtani untuk tetap produktif sebagai pemukul meski cedera menunjukkan mentalitas juara yang luar biasa. Namun, dalam bisbol modern, manajemen beban kerja menjadi kunci. Dodgers tampaknya belajar dari pengalaman tim lain yang kehilangan pemain bintangnya karena cedera yang tidak ditangani dengan baik. Pertanyaannya, apakah mereka akan cukup sabar menunggu Ohtani pulih total, atau justru tergoda untuk memaksanya tampil di momen-momen krusial? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: kesehatan Ohtani adalah prioritas utama, dan semua keputusan harus berpusat pada itu.



