Juventus Terjun ke Palagan Tanpa Yildiz: Debut Lucumi dan Trio Baru di Lini Serang
Baca dalam 60 detik
- Juventus kehilangan Yildiz hingga tiga bulan akibat patah tulang metatarsal, memaksa rotasi besar-besaran di lini tengah dan depan.
- Jhon Lucumi menjalani debut sebagai starter, sementara Jonathan David ditempatkan sebagai trequartista dadakan di belakang Kolo Muani.
- Parma datang ke Turin dengan beban berat setelah tumbang di kandang oleh Cagliari, plus kehilangan Nicolussi Caviglia yang menjalani operasi.

Turin โ Juventus memasuki laga kedua Serie A dengan luka yang dalam. Kemenangan tipis 1-0 atas Frosinone di pekan pembuka harus dibayar mahal: Kenan Yildiz dipastikan absen tiga bulan akibat patah tulang metatarsal, sementara Weston McKennie dan Khephren Thuram juga belum pulih dari masalah otot. Situasi ini memaksa pelatih Thiago Motta merombak susunan pemain saat menjamu Parma di Allianz Stadium, Jumat (30/8) dini hari WIB.
Krisis cedera yang melanda skuad Bianconeri membuat sejumlah nama baru mendapat kesempatan emas. Jhon Lucumi, bek yang baru direkrut dari Bologna, langsung dipercaya mengisi posisi starter untuk pertama kalinya. Di lini depan, absennya Yildiz membuka ruang bagi Jeremie Boga untuk tampil sejak menit awal, sementara Jonathan David dipasang sebagai trequartista dadakan di belakang Randal Kolo Muani. Francisco Conceicao tetap mengisi sisi kanan, dan Douglas Luiz menjadi jangkar di lini tengah.
Keputusan menempatkan David di belakang penyerang utama menjadi sorotan. Pemain asal Kanada itu dikenal sebagai penyerang murni, namun Motta tampaknya ingin memanfaatkan visi bermainnya untuk menghubungkan lini tengah dan depan. Sementara itu, Edon Zhegrova yang sempat dikaitkan dengan kepindahan, justru dicoret dari skuad โ sinyal kuat bahwa ia akan dijual pada bursa musim panas ini. Kerim Alajbegovic yang sebelumnya diprediksi tampil perdana, harus puas menunggu giliran karena Boga lebih dipilih.
Di kubu tamu, Parma datang dengan tekanan besar. Kekalahan mengejutkan 0-1 dari Cagliari di kandang sendiri pada pekan pertama membuat mereka wajib bangkit. Namun, kabar buruk kembali menghampiri: Hans Nicolussi Caviglia, mantan gelandang Juventus, harus menjalani operasi pekan ini. Meski demikian, pelatih Parma tetap memasang El Bilal Tourรฉ sebagai ujung tombak, didukung oleh Simone Lontani yang menjadi pahlawan di Coppa Italia. Adrian Bernabรฉ ditarik ke lini tengah untuk memperkuat transisi.
Laga ini menjadi ujian nyata bagi kedalaman skuad Juventus. Dengan banyaknya pemain inti yang absen, Motta dituntut membuktikan bahwa ia mampu meramu strategi tanpa mengorbankan kualitas. Di sisi lain, Parma yang sedang terpuruk justru bisa menjadi lawan yang berbahaya jika Juventus lengah. Pertanyaan besarnya: akankah debut Lucumi dan eksperimen David di posisi anyar mampu membawa kemenangan kedua bagi Bianconeri, atau justru menjadi bumerang?



