Fiorentina 0-3 Frosinone: Pesta Centenary Berubah Petaka, Mimpi Buruk di Artemio Franchi
Baca dalam 60 detik
- Fiorentina menelan kekalahan telak 3-0 dari Frosinone di laga perayaan 100 tahun klub, memperpanjang start buruk mereka di Serie A.
- Dua gol Antonio Raimondo dan satu sundulan Gabriele Bracaglia memanfaatkan rapuhnya pertahanan tuan rumah yang kehilangan sejumlah pilar.
- Hasil ini menempatkan tekanan besar pada pelatih dan manajemen Fiorentina, sementara Frosinone menunjukkan ambisi bertahan di kasta tertinggi.

Perayaan seratus tahun Fiorentina berubah menjadi mimpi buruk. Di hadapan legenda-legenda seperti Gabriel Batistuta, Rui Costa, dan Claudio Ranieri, La Viola dihancurkan tamu anyar Frosinone dengan skor telak 0-3 di Stadio Artemio Franchi, Minggu (25/8) malam WIB. Dua gol Antonio Raimondo dan satu sundulan Gabriele Bracaglia memupus harapan tuan rumah untuk merayakan momen bersejarah dengan kemenangan.
Kekalahan ini merupakan yang kedua beruntun bagi Fiorentina di awal musim Serie A. Pekan lalu, mereka dibantai AS Roma 0-4 di Olimpico. Kondisi skuad pun tidak ideal: penyerang andalan Moise Kean absen karena proses transfer ke Como, sementara bek Fabiano Parisi masih cedera. Di kubu Frosinone, mereka juga kehilangan Fares Ghedjemis, namun hal itu tidak mengendurkan mentalitas tim promosi tersebut.
Sepanjang laga, Fiorentina sebenarnya mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang. Albert Gudmundsson nyaris membuka skor, namun tendangannya masih bisa diantisipasi kiper Lorenzo Palmisani. Dua kali tuan rumah mengenai tiang gawang melalui Franco Mastantuono dan Victor Valdepenas, namun keberuntungan sedang tidak berpihak. Sebaliknya, Frosinone tampil efisien dan mematikan di setiap peluang yang ada.
Gol pertama lahir pada menit ke-26 melalui aksi individu Giorgi Kvernadze yang menusuk dari sisi kiri, lalu memberikan umpan tarik kepada Raimondo yang tinggal menyontek bola ke gawang. Enam menit berselang, sundulan Bracaglia memanfaatkan sepak pojok Giacomo Calรฒ menggandakan keunggulan. Di babak kedua, Raimondo menuntaskan penampilannya dengan gol spektakuler: menerima umpan lambung, menahan dengan dada, lalu melepaskan voli kaki kiri yang melesat ke atap gawang.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi moral tim besutan Raffaele Palladino. Dengan dua laga tanpa poin, Fiorentina terpuruk di dasar klasemen. Tekanan publik mulai mengarah pada manajemen klub yang dinilai gagal memperkuat skuad secara signifikan di bursa transfer. Kepergian Kean, meski masih dalam proses, menambah kekosongan di lini depan yang sudah kehilangan ketajaman.
Bagi Frosinone, hasil ini adalah pernyataan sikap. Setelah kalah 0-1 dari Juventus di pekan pertama, anak asuh Eusebio Di Francesco menunjukkan bahwa mereka bukan tim penghuni papan bawah. Kemenangan telak di kandang lawan yang sedang merayakan momen bersejarah menjadi modal berharga untuk membangun kepercayaan diri. Namun, perjalanan masih panjang; konsistensi akan menjadi kunci bagi tim promosi untuk bertahan di Serie A.
Dari perspektif Indonesia, kekalahan ini menjadi pengingat betapa kerasnya kompetisi Serie A. Bagi para penggemar sepak bola Tanah Air yang mengikuti Liga Italia, performa tim-tim besar seperti Fiorentina kerap menjadi sorotan. Hasil ini juga menunjukkan bahwa tim promosi tidak bisa dianggap remeh, sebuah fenomena yang juga sering terjadi di Liga 1 Indonesia. Apakah Fiorentina mampu bangkit di pekan-pekan berikutnya, atau justru terjerumus dalam krisis berkepanjangan? Pertanyaan itu menggantung menjelang laga-laga berikutnya.



