Bursa Transfer Serie A: Carnevali Buka Suara soal Kessie dan Masa Depan Jonathan David di Juventus
Baca dalam 60 detik
- Direktur Juventus, Giovanni Carnevali, mengungkap bahwa Franck Kessie gagal direkrut karena kurangnya minat pribadi pemain, bukan masalah finansial.
- Jonathan David tetap berpeluang hengkang meski tampil sebagai starter saat Juventus menjamu Parma, dengan bursa transfer yang masih menyisakan beberapa hari.
- Keputusan akhir tidak hanya di tangan klub, melainkan juga melibatkan pemain dan agen, membuka peluang kejutan di akhir bursa.

Direktur Juventus, Giovanni Carnevali, angkat bicara mengenai dua saga transfer yang menyita perhatian publik jelang penutupan bursa musim panas ini. Ia menegaskan bahwa kegagalan mendatangkan Franck Kessie murni karena kurangnya ketertarikan sang pemain, sementara Jonathan David masih bisa dijual meski diturunkan sebagai starter saat melawan Parma.
Pernyataan ini muncul di tengah krusialnya laga pekan kedua Serie A yang berlangsung di Allianz Stadium, Turin, Jumat malam WIB. Juventus sendiri baru saja mengawali musim dengan kemenangan tipis 1-0 atas Frosinone, namun harus kehilangan Kenan Yildiz yang mengalami patah tulang metatarsal dan diprediksi absen hingga tiga bulan. Cedera Weston McKennie dan Khephren Thuram menambah daftar panjang masalah fisik yang dihadapi pelatih Thiago Motta.
Dalam wawancara dengan DAZN Italia, Carnevali menjelaskan bahwa negosiasi dengan Kessie sempat berjalan cukup alot. Ia membantah isu ekonomi sebagai penghambat utama, melainkan menggarisbawahi bahwa ada parameter ketat dari UEFA yang tidak bisa dilanggar. "Ini bukan masalah uang, tetapi kami punya batasan yang ditetapkan UEFA dan kami tidak bisa melewatinya. Bahkan kami sebagai direktur saja kesulitan memahaminya, apalagi orang luar," ujarnya.
Menariknya, Carnevali justru menyoroti faktor keseriusan Kessie dan agennya. "Ada banyak kesulitan terkait permintaan Kessie, tapi saya pikir masalah utamanya adalah dia dan agennya tidak cukup tertarik. Siapa pun yang datang ke Juventus harus bangga memakai jersey ini," tegasnya. Sikap ini menunjukkan standar tinggi yang ingin dijaga klub, sekaligus menjelaskan mengapa pemain berstatus bebas transfer itu akhirnya memilih Atalanta.
Di sisi lain, keputusan menurunkan Jonathan David sebagai starter di lini serang bersama Randal Kolo Muani dan Jeremie Boga mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, penyerang asal Kanada itu santer dikabarkan akan dijual. Carnevali dengan gamblang menyatakan bahwa semua pemain berpotensi dijual jika ada tawaran yang baik. "Pilihan tidak pernah hanya milik kami, ada klub lain dan pemain yang terlibat dalam proses. Masih ada beberapa hari lagi, banyak kemungkinan bisa terjadi, baik pemain masuk maupun keluar," jelasnya.
Bagi pengamat sepak bola Italia, pernyataan Carnevali ini menjadi sinyal bahwa Juventus masih aktif bergerak di sisa bursa. Dengan dana yang terbatas dan kebutuhan mendesak di lini tengah akibat cedera Thuram, nama-nama baru bisa saja masuk. Namun, ketegasan soal parameter UEFA menunjukkan bahwa klub tidak akan gegabah dalam membelanjakan uang.
Di sisi lain, situasi Jonathan David menjadi teka-teki menarik. Jika benar dijual, Juventus bisa mendapatkan dana segar yang cukup signifikan. Namun, jika bertahan, ia bisa menjadi opsi penting di lini serang mengingat jadwal padat yang menanti. Keputusan akhir tampaknya akan bergantung pada tawaran yang masuk dan keinginan pemain untuk pindah.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, dinamika bursa transfer ini selalu menarik untuk diikuti. Meski tidak ada pemain Indonesia yang terlibat langsung, kebijakan klub-klub besar Eropa seperti Juventus sering kali menjadi barometer tren transfer global. Selain itu, performa pemain Asia di Serie A juga kerap menjadi sorotan, sehingga pergerakan klub-klub Italia selalu relevan untuk dipantau.
Dengan masih adanya waktu sebelum bursa ditutup, publik menantikan langkah selanjutnya dari Juventus. Apakah akan ada kejutan di menit-menit akhir? Atau justru Carnevali dan timnya memilih mempertahankan skuad yang ada? Satu hal yang pasti, dinamika ini akan terus menghiasi pemberitaan sepak bola Italia hingga batas akhir pendaftaran pemain.



