Dallinga dan El Mala Bawa Cologne Comeback Dramatis atas Hoffenheim di Pekan Pembuka Bundesliga
Baca dalam 60 detik
- Cologne menang 3-2 atas Hoffenheim di laga perdana Bundesliga berkat dua gol Thijs Dallinga yang baru masuk sebagai pemain pengganti.
- Said El Mala mencetak gol penyeimbang dan menunjukkan ketahanan mental setelah gagal memanfaatkan peluang di babak pertama.
- Kemenangan ini menegaskan kekuatan mental Cologne dan memberi sinyal awal kompetitif untuk musim 2026/27.

KOLN – Dua gol dari pemain pengganti Thijs Dallinga membalikkan keadaan bagi Cologne yang sempat tertinggal 1-2, memastikan kemenangan dramatis 3-2 atas Hoffenheim dalam laga perdana Bundesliga musim 2026/27 di RheinEnergieStadion, Sabtu (15/8). Debutan asal Belanda itu menjadi pahlawan kemenangan comeback yang menegaskan ambisi Cologne di kompetisi musim ini.
Jalannya pertandingan berlangsung sengit sejak awal. Hoffenheim unggul lebih dulu melalui Adam Daghim dan Ozan Kabak, memanfaatkan kelengahan lini belakang Cologne. Namun, gol penyeimbang Said El Mala pada menit ke-51 membangkitkan harapan tuan rumah. Pelatih René Wagner kemudian mengambil keputusan berani dengan memasukkan Dallinga dan Linton Maina pada menit ke-65, menggantikan Ragnar Ache dan El Mala. Keputusan itu terbukti jitu: Maina memberikan assist untuk gol pertama Dallinga, lalu Dallinga mencetak gol keduanya delapan menit kemudian setelah memanfaatkan bola liar di kotak penalti.
Bagi Dallinga, yang baru bergabung dengan status pinjaman dari Bologna kurang dari dua pekan lalu, dua gol ini adalah pernyataan langsung tentang kualitasnya. “Jika Anda melihat skor, Bundesliga selalu punya banyak gol, dan itu terjadi lagi hari ini,” ujarnya usai laga. “Itulah yang menarik saya datang ke sini, dan hari ini saya menunjukkan alasan saya datang.” Sementara itu, El Mala, yang baru saja menandatangani perpanjangan kontrak di tengah spekulasi transfer, mengungkapkan kegembiraannya. “Saya orang yang sangat emosional. Saya selalu ingin menang. Cara kami bisa bangkit kembali adalah kekuatan besar. Kami menunjukkannya berulang kali,” katanya.
Kemenangan ini tak lepas dari kecerdikan taktis Wagner. Pelatih yang diangkat permanen pada akhir musim lalu itu memuji ketangguhan mental El Mala yang tetap tenang meski gagal mencetak gol di babak pertama. “Semua orang tahu kemampuannya. Meski melewatkan dua peluang, dia terus berusaha. Itu tidak mudah. Dia menunjukkan lagi bahwa dia bisa mencetak gol kapan saja,” ujar Wagner. Soal Dallinga, Wagner tak bisa menyembunyikan kekagumannya. “Dia sudah menunjukkan selama seminggu betapa berbahayanya dia di area penalti. Ketika bola masuk ke kotak, dia akan mencetak gol. Dia membuktikannya hari ini,” tambahnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena menunjukkan bagaimana keputusan taktis pelatih dan ketenangan pemain muda bisa mengubah hasil pertandingan. Pelajaran yang bisa diambil adalah pentingnya kedalaman skuad dan kesiapan pemain pengganti, sesuatu yang juga relevan untuk klub-klub Indonesia yang kerap mengandalkan pemain inti. Selain itu, performa El Mala yang tetap percaya diri setelah gagal mencetak gol mengajarkan tentang ketahanan mental, kualitas yang juga dibutuhkan pemain Timnas Indonesia di pentas internasional.
Dengan kemenangan ini, Cologne mengawali musim dengan modal positif. Namun, tantangan berikutnya sudah menanti: laga tandang melawan VfB Stuttgart pada Jumat mendatang. Pertanyaan yang mengemuka adalah apakah Dallinga akan diberi kesempatan tampil sejak menit awal, dan apakah duetnya dengan El Mala bisa menjadi senjata utama Cologne musim ini. Jika konsisten, bukan tidak mungkin Cologne menjadi kejutan di Bundesliga musim 2026/27.



