Liverpool Kunci Transfer Barcola Rp2,4 Triliun, Rekor Ligue 1
Baca dalam 60 detik
- Kesepakatan senilai hingga £123 juta (sekitar Rp2,4 triliun) menjadikan Barcola pemain termahal yang hengkang dari Ligue 1.
- Kedatangan pemain sayap asal Prancis itu memicu spekulasi masa depan Cody Gakpo, yang diminati Tottenham dan Manchester City.
- Transfer ini menandai agresivitas Liverpool di bursa musim panas, menyusul kepergian dua pilar lini depan mereka.

Liverpool resmi mencapai kesepakatan dengan Paris Saint-Germain untuk memboyong penyerang Bradley Barcola dengan nilai transfer hingga £123 juta atau setara Rp2,4 triliun. Angka tersebut menjadikan pemain berusia 23 tahun itu sebagai rekrutan termahal dalam sejarah The Reds sekaligus memecahkan rekor transfer keluar Ligue 1.
Kesepakatan ini mengakhiri negosiasi alot yang sempat menemui jalan buntu. PSG awalnya membanderol Barcola di angka £145 juta, namun kedua klub akhirnya sepakat pada paket awal £106 juta ditambah bonus potensial £17 juta. Pemain yang memperkuat Timnas Prancis di Piala Dunia 2026 itu dijadwalkan menjalani tes medis akhir pekan ini sebelum menandatangani kontrak jangka panjang di Anfield.
Kedatangan Barcola yang beroperasi optimal di sisi kiri penyerangan langsung memicu pertanyaan tentang masa depan Cody Gakpo. Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, mengakui tidak bisa memberikan jaminan atas kepergian pemain asal Belanda itu. "Dia tampil sangat baik sejak kembali dari Piala Dunia, dengan sikap yang luar biasa. Saya berharap kami bisa mempertahankannya di level itu karena dia sangat berpengaruh," ujarnya sebelum laga melawan Nottingham Forest.
Bagi PSG, penjualan ini dinilai sebagai keputusan bisnis yang cerdas. Mereka memboyong Barcola dari Lyon dengan biaya £38,5 juta pada 2023, dan kini bisa meraup keuntungan hampir tiga kali lipat. Pemain yang telah mengoleksi tiga gelar Ligue 1, dua trofi Liga Champions, serta Piala Prancis itu juga menunjukkan keengganan memperpanjang kontrak yang tersisa dua tahun lagi. Situasi ini membuat PSG mengambil langkah pragmatis dengan melepasnya di puncak harga.
Di sisi lain, Liverpool melihat Barcola sebagai investasi jangka panjang untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Luis Diaz dan Mohamed Salah dalam dua bursa terakhir. Fleksibilitasnya bermain di kanan atau tengah juga menjadi nilai tambah, terutama untuk memberi rotasi bagi Alexander Isak dan Hugo Ekitike yang masih dalam masa pemulihan cedera Achilles. Kehadiran Barcola diharapkan mampu meningkatkan ketajaman lini serang yang musim lalu sempat tumpul.
"Barcola akan membawa faktor bintang dan kualitas nyata ke dalam serangan Liverpool yang bisa menjadi ditakuti jika rekrutan mahal musim panas lalu seperti Isak dan Florian Wirtz mampu tampil konsisten." — Analis sepak bola Eropa
Bursa transfer musim panas ini menjadi saksi ambisi besar Liverpool. Setelah gagal mendapatkan Yan Diomande yang memilih Real Madrid, The Reds beralih ke Barcola sebagai prioritas utama. Langkah ini juga mengirim sinyal ke para pesaing di Premier League bahwa Liverpool serius membangun skuad yang mampu bersaing di semua kompetisi.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, transfer ini menarik untuk disimak karena menunjukkan tren klub-klub Eropa berani menggelontorkan dana besar untuk pemain muda berbakat. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk lebih berani berinvestasi pada pengembangan pemain muda sejak dini. Pertanyaannya, apakah Liverpool mampu memaksimalkan potensi Barcola dan bersaing dengan Manchester City serta Arsenal di papan atas?



