Everton Incar Pape Matar Sarr: Gelandang Rp600 Miliar untuk Gantikan Peran Gana Gueye?
Baca dalam 60 detik
- Everton dikabarkan tertarik merekrut Pape Matar Sarr dari Tottenham dengan nilai transfer sekitar £30 juta, menyusul kepergian Idrissa Gana Gueye.
- Sarr, yang hanya tampil 13 kali sebagai starter musim lalu, dinilai memiliki profil lebih lengkap dibanding Hayden Hackney dan cocok dengan skema David Moyes.
- Persaingan ketat dengan Nottingham Forest dan Besiktas membuat Everton harus bergerak cepat untuk mengamankan tanda tangan pemain Senegal tersebut.

Everton dikabarkan telah memasuki persaingan untuk mendapatkan gelandang Tottenham Hotspur, Pape Matar Sarr, di bursa transfer musim panas ini. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa The Toffees serius membangun ulang lini tengah mereka setelah kehilangan Idrissa Gana Gueye yang kontraknya berakhir. Dengan nilai transfer yang dilaporkan hanya sekitar £30 juta atau setara Rp600 miliar, Sarr dinilai sebagai opsi yang jauh lebih terjangkau dibandingkan memburu pemain bintang lainnya.
Musim 2026/27 baru saja dimulai, namun Everton sudah menunjukkan tajinya di bawah arahan David Moyes. Dua kemenangan beruntun, termasuk kemenangan telak 4-0 atas Preston North End di Carabao Cup, menjadi modal berharga. Namun, kabar ketertarikan Manchester City terhadap Iliman Ndiaye, bintang sayap asal Senegal, menjadi ancaman serius bagi stabilitas tim. Jika Ndiaye hengkang, Everton akan kehilangan kreator utama mereka, dan kehadiran Sarr di lini tengah bisa menjadi kompensasi yang tepat.
Sarr, yang berusia 23 tahun, bukanlah nama asing di Premier League. Sejak bergabung dari Metz pada 2022, ia telah mencatatkan 107 penampilan di kasta tertinggi Inggris, dengan torehan delapan gol dan sepuluh assist. Namun, musim lalu menjadi mimpi buruk baginya. Ia hanya tampil sebagai starter sebanyak 13 kali di liga, tergeser oleh persaingan ketat di lini tengah Spurs. Meski demikian, performa impresifnya pada musim 2023/24 di bawah Ange Postecoglou—dengan 27 kali starter dan enam kontribusi gol—membuktikan kualitasnya.
Menurut laporan Matt Law dari The Telegraph, Sarr telah memberi lampu hijau untuk hengkang dari Tottenham. Selain Everton, Nottingham Forest dan Besiktas juga dikabarkan tertarik. Namun, Everton diyakini memiliki daya tarik tersendiri: proyek jangka panjang Moyes yang tengah membangun tim muda berbakat. Kehadiran Hayden Hackney, yang baru direkrut dari Middlesbrough, menjadi bukti bahwa Everton serius meremajakan skuad. Hackney, yang merupakan Pemain Terbaik Championship musim lalu, tampil apik saat melawan Crystal Palace, namun ia membutuhkan partner yang lebih fisik di lini tengah.
Kepergian Gana Gueye meninggalkan lubang besar di lini tengah Everton. Pemain asal Senegal itu adalah jangkar pertahanan yang tangguh, sesuatu yang belum sepenuhnya tergantikan oleh Hackney. Sarr, dengan kemampuan dribbling dan atletisnya, bisa menjadi solusi. Ia bukan hanya sekadar pengumpan ulung, tetapi juga pekerja keras yang mampu menutup banyak area lapangan. Profilnya dinilai lebih cocok dengan filosofi Moyes yang mengutamakan intensitas dan transisi cepat.
Bagi Everton, merekrut Sarr bukan sekadar menambah kedalaman skuad, melainkan investasi jangka panjang. Dengan usia yang masih muda, Sarr memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik di liga. Namun, persaingan ketat dengan klub lain menuntut Everton untuk segera mengambil keputusan. Jika gagal, mereka bisa kehilangan kesempatan emas untuk memperkuat tim sebelum musim semakin berjalan.
Di sisi lain, keputusan Sarr untuk meninggalkan Tottenham adalah langkah berani. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya layak menjadi starter reguler, sesuatu yang sulit didapat di Spurs. Everton, dengan proyek ambisius Moyes, bisa menjadi panggung yang tepat untuk kebangkitan kariernya. Pertanyaannya, akankah Everton mampu memenangkan perlombaan ini dan memberikan Sarr peran yang ia butuhkan?



