Emery Buka Suara soal Watkins yang Tolak Main: Ada Permintaan Maaf, Lalu Perpisahan dengan Air Mata
Baca dalam 60 detik
- Ollie Watkins dikabarkan segera bergabung dengan Al-Hilal setelah menolak tampil untuk Aston Villa, memicu permintaan maaf yang diterima manajer dan rekan setim.
- Villa bergerak cepat dengan mendatangkan Nicolas Jackson dari Chelsea sebagai pengganti, sementara Leon Goretzka resmi bergabung dengan status bebas transfer.
- Keputusan menjual pemain kunci di usia emas dinilai Emery sebagai langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan finansial klub di tengah tuntutan regulasi.

Manajer Aston Villa, Unai Emery, mengonfirmasi bahwa Ollie Watkins telah meminta maaf setelah menolak bermain pada laga akhir pekan lalu. Permintaan maaf itu diterima Emery dan seluruh skuad, meski keputusan sang striker untuk hengkang tetap berlanjut. Watkins dikabarkan akan terbang ke Arab Saudi pada Jumat untuk menyelesaikan transfer senilai 51 juta poundsterling ke Al-Hilal.
Watkins, yang berusia 30 tahun, menjadi pencetak gol terbanyak Villa di era Premier League dengan 91 gol, atau total 108 gol di semua kompetisi sejak didatangkan dari Brentford pada 2020 dengan biaya 28 juta poundsterling. Kepergiannya meninggalkan lubang besar di lini depan, namun Villa telah menyiapkan penggantinya: Nicolas Jackson dari Chelsea dengan nilai transfer 65 juta poundsterling. Klub tengah berupaya mendaftarkan pemain asal Senegal itu sebelum laga melawan Arsenal pada Senin.
Emery, dalam konferensi pers, menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi Watkins selama membela Villa. "Komitmen dan perilakunya luar biasa. Dia pria yang fantastis, bahkan lebih dari sekadar pemain. Saya mengucapkan selamat tinggal dengan pelukan erat dan air mata kecil," ujarnya. Namun, Emery juga menegaskan bahwa tim harus segera bergerak maju. "Sekarang babak baru dimulai dengan Nicolas Jackson," tambahnya.
Kepergian Watkins menjadi bagian dari gelombang hengkangnya pemain senior Villa pada bursa musim panas ini. Sebelumnya, Ezri Konsa juga dijual dengan nilai sekitar 50 juta poundsterling. Emery meminta para pendukung untuk memahami strategi klub yang lebih mengutamakan keberlanjutan finansial. "Kami tidak ingin menjadi klub yang menjual pemain, tetapi tanggung jawab ada di sana. Uang yang ditawarkan untuk pemain berusia 30 tahun itu gila," katanya, merujuk pada nilai transfer Watkins dan Konsa.
Di tengah proses transisi ini, Villa juga mengumumkan kedatangan Leon Goretzka secara gratis setelah kontraknya di Bayern Munich berakhir. Gelandang Jerman itu memenangkan tujuh gelar Bundesliga dan satu Liga Champions bersama Bayern. Emery menyambutnya sebagai tambahan yang kompetitif. "Dia adalah pemenang, pemain yang sangat kompetitif. Dia serba bisa dan dalam kondisi fit. Semoga dia bisa tampil pada Senin nanti," ujar Emery.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Aston Villa ini menarik untuk dicermati. Klub-klub Eropa kini semakin berani melepas pemain bintangnya demi keuntungan finansial, terutama dengan hadirnya tawaran menggiurkan dari liga Arab Saudi. Pola ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang kerap kesulitan mempertahankan pemain terbaiknya ketika ada tawaran dari liga yang lebih kaya. Regulasi Financial Fair Play yang semakin ketat juga memaksa klub untuk lebih kreatif dalam mengelola skuad.
Emery menegaskan bahwa keputusan ini adalah bagian dari rencana jangka panjang. "Kami mengambil keputusan karena itu baik untuk klub. Kami harus membangun ulang tim secepat mungkin. Para penggemar harus menerima cara kami dan alasan di balik keputusan ini," ujarnya. Pertanyaan besarnya, akankah strategi ini berbuah sukses di musim kompetisi yang semakin ketat? Atau justru menjadi bumerang bagi ambisi Villa untuk bersaing di papan atas?



