Serie A Pekan Pertama: Trio Italia Bersinar di Samping Duet Roma
Baca dalam 60 detik
- Donyell Malen mencetak trigol dan Paulo Dybala menyumbang tiga assist saat Roma menghancurkan Fiorentina 4-0 pada laga penutup pekan pertama Serie A.
- Pemain muda Italia seperti Pio Esposito, Antonio Vergara, dan Davide Frattesi tampil impresif dan mencuri perhatian di tengah dominasi bintang asing.
- Performa apik para pemain lokal ini menjadi sinyal positif bagi skuad Gli Azzurri menjelang kualifikasi Piala Dunia 2026.

Gelaran Serie A musim 2026/27 resmi dimulai dengan kejutan dan penampilan memukau. Roma menjadi pusat perhatian setelah membantai Fiorentina 4-0 pada laga penutup pekan pertama, Senin (24/8) dini hari WIB. Di balik kemenangan telak tersebut, duet maut Donyell Malen dan Paulo Dybala tampil sebagai bintang utama, namun yang lebih menarik adalah munculnya tiga pemain lokal Italia yang ikut bersinar di pekan pembuka.
Malen, yang baru bergabung dengan Roma, langsung menunjukkan taringnya dengan mencetak hat-trick. Ketiga golnya lahir berkat assist dari Dybala, yang oleh media Italia dijuluki 'La Joya'. Penampilan keduanya mendapat rating tinggi dari koran-koran olahraga Italia: Malen memperoleh 8,5/10, sementara Dybala 8/10. Kombinasi keduanya menjadi mimpi buruk bagi pertahanan lawan dan memberikan sinyal bahwa Roma musim ini akan menjadi kekuatan yang diperhitungkan.
Namun, di balik dominasi pemain asing, ada cerita menarik dari talenta lokal. Inter Milan menang 4-1 atas Monza dengan Pio Esposito mencetak gol spektakuler menggunakan tumit dan satu assist. Sementara itu, Antonio Vergara yang masuk sebagai pemain pengganti di Napoli memberikan dampak besar dengan satu gol dan satu assist dalam kemenangan kontroversial 2-0 atas Genoa. Davide Frattesi juga menjadi pahlawan Lazio setelah golnya memastikan kemenangan 1-0 atas Bologna di Dall'Ara.
Fenomena ini menegaskan bahwa Serie A tidak hanya bergantung pada bintang asing. Liga Italia tetap menjadi tempat berkembangnya pemain muda lokal. Kehadiran mereka di pekan pertama memberikan optimisme bagi pelatih tim nasional Italia, Luciano Spalletti, yang sedang mempersiapkan skuadnya untuk kualifikasi Piala Dunia 2026. Jika para pemain ini konsisten, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi tulang punggung Gli Azzurri di masa depan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, performa para pemain Italia ini menarik untuk diikuti, terutama karena banyak pemain Indonesia yang berkarier di Eropa. Mereka bisa belajar dari konsistensi dan mentalitas pemain seperti Frattesi yang mampu tampil menentukan meski hanya bermain sebagai pengganti. Selain itu, keberhasilan Roma memadukan bakat asing dan lokal bisa menjadi inspirasi bagi klub-klub Indonesia dalam membangun skuad yang kompetitif.
Pekan pertama memang baru permulaan, tetapi sudah memberikan gambaran bahwa persaingan musim ini akan ketat. Pertanyaannya, akankah Malen dan Dybala mampu mempertahankan performa ini sepanjang musim? Dan apakah para pemain muda Italia ini akan terus diberi kepercayaan oleh pelatih klub masing-masing? Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan kisah mereka di pekan-pekan berikutnya.



