Allegri Sejajarkan Hojlund dengan Kane, Targetkan Trofi di Musim Centenary Napoli
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Napoli, Massimiliano Allegri, membandingkan karakteristik Rasmus Hojlund dengan Harry Kane, menekankan potensi besar penyerang muda itu.
- Dalam wawancara dengan Sky Sport Italia, Allegri juga menyoroti peran penting Billy Gilmour dan kekuatan kolektif skuad Napoli.
- Allegri menargetkan gelar pada musim centenary klub, menegaskan pentingnya profesionalisme dan tanggung jawab sepanjang musim.

Massimiliano Allegri, pelatih Napoli, secara blak-blakan menyandingkan penyerang mudanya, Rasmus Hojlund, dengan bomber andalan Bayern Munich, Harry Kane. Pernyataan itu disampaikan Allegri dalam wawancara dengan Sky Sport Italia, dua bulan setelah ia kembali menukangi klub yang pernah dibelanya sebagai pemain tiga dekade silam. Allegri menilai Hojlund memiliki karakteristik fisik dan gaya bermain yang nyaris serupa dengan Kane, meski ia mengakui pemain asal Denmark itu masih perlu mengasah penyelesaian akhir.
โHojlund punya ruang berkembang yang signifikan. Dari segi karakteristik, ia sangat mirip dengan Harry Kane: dua pemain kuat yang mampu melepaskan diri, punya fisik, dan pandai beradu bahu dengan bek lawan. Ia masih punya banyak ruang untuk berkembang, terutama di fase penyelesaian akhir yang menjadi pembeda,โ ujar Allegri, seperti dikutip TuttoMercatoWeb. Pernyataan ini muncul di tengah sorotan terhadap performa Hojlund yang belum konsisten sejak bergabung dengan Napoli.
Selain Hojlund, Allegri juga memberikan penilaian khusus kepada Kevin De Bruyne yang tampil apik pada laga pembuka melawan Genoa. Meski enggan disebut sebagai penemu bakat De Bruyne, Allegri mengakui keistimewaan gelandang Belgia itu. โSecara teknis, saya bukan orang yang menemukannya. Saat dia bermain, itu menyenangkan untuk ditonton. Dia melakukan hal-hal yang hanya bisa dilakukan segelintir orang. Karakternya introvert, tidak banyak bicara, tapi kadang saya berhasil membuatnya tersenyum. Yang penting, di lapangan dia adalah De Bruyne,โ tuturnya.
Perhatian Allegri juga tertuju pada Billy Gilmour, gelandang Skotlandia yang baru pulih dari cedera. โGilmour adalah pemain penting yang membaca permainan dengan baik. Dia baru pulih dari cedera dan berkembang dari laga ke laga. Anda bisa lihat kepercayaan dirinya semakin meningkat. Kami punya banyak opsi di posisi itu, dan itu memberi ketenangan,โ kata Allegri. Kehadiran Gilmour di lini tengah diharapkan bisa menambah kedalaman skuad Napoli yang musim ini berambisi meraih gelar.
Allegri juga menyoroti kekuatan kolektif tim sebagai aset utama. โKekuatan tim ini adalah kelompoknya. Ini grup pemain hebat yang saling mendukung, dan itu harus menjadi kekuatan sepanjang tahun, bukan hanya di pertandingan mudah. Saya menemukan lingkungan di mana semua orang bekerja untuk Napoli dari pagi hingga malam, dan itu tidak mudah didapat,โ tegasnya. Ia juga memuji perubahan kota Naples yang dinilainya semakin indah dan bergairah dibanding tiga puluh tahun lalu, dengan klub yang konsisten berlaga di Eropa dan meraih dua Scudetto.
Menjelang musim centenary Napoli, Allegri menegaskan targetnya: meraih gelar. โSaya akan senang jika kami memenangkan sesuatu. Tapi yang terpenting adalah menjalani musim yang penting dan meninggalkan sesuatu yang konkret. Untuk itu, kami harus serius, profesional, dan bertanggung jawab selama sepuluh bulan musim ini,โ ujarnya. Target ini sejalan dengan ambisi klub yang ingin kembali berjaya di kancah domestik dan Eropa.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pernyataan Allegri ini menarik karena menunjukkan bagaimana pelatih top Eropa membangun kepercayaan diri pemain muda. Hojlund, yang kerap dibandingkan dengan striker-striker dunia, diharapkan bisa berkembang seperti Kane. Sementara itu, performa Napoli musim ini akan menjadi sorotan, terutama bagi para penggemar Serie A di Indonesia yang kerap mengikuti perkembangan klub-klub Italia. Apakah Allegri mampu mengantar Napoli meraih trofi di musim spesial mereka? Kita tunggu saja.



