Ronnie Wood Tolak Bahas Pensiun: 'Usia Hanya Angka', The Rolling Stones Siap Tur Lagi?
Baca dalam 60 detik
- Gitaris The Rolling Stones, Ronnie Wood (79), menegaskan tak ingin memikirkan pensiun dan menganggap usia hanyalah angka.
- Ia berharap tur untuk album terbaru 'Foreign Tongues' bisa digelar tahun depan, meski Keith Richards tengah berjuang melawan arthritis.
- Produser Andrew Watt disebut berperan besar mengembalikan semangat produktivitas band legendaris ini, memangkas jarak antar album secara signifikan.

Gitaris legendaris The Rolling Stones, Ronnie Wood, dengan tegas menolak membahas soal pensiun. Di usianya yang ke-79, pria yang telah berkarier lebih dari enam dekade ini menilai bahwa usia hanyalah angka semata. Pernyataan itu disampaikan Wood dalam wawancara dengan Loudersound.com, menanggapi pertanyaan tentang masa depan kariernya di industri musik.
Wood mengaku heran ketika pewawancara yang masih berusia akhir 50-an kerap membahas rencana pensiun. "Ya ampun! Tidak, kau tidak boleh membicarakan hal-hal itu!" ujarnya. Ia kemudian mengutip pemikiran Albert Einstein tentang waktu: "Waktu tidak benar-benar ada. Hanya kita manusia yang memberi label pada waktu. Waktu adalah apa yang kau buat darinya." Filosofi ini tampaknya menjadi pegangan hidupnya hingga kini.
Pernyataan Wood muncul di tengah euforia perilisan album studio terbaru The Rolling Stones, Foreign Tongues, yang dirilis bulan lalu. Ia menyatakan harapannya untuk segera menggelar tur bersama Sir Mick Jagger dan Keith Richards, meski harus menunggu hingga tahun depan. "Mudah-mudahan, bukan tahun ini, tapi mungkin tahun depan. Kami sangat ingin," kata Wood. "Aku dan Mick tidak pernah berhenti ingin bermain."
Untuk menjaga performa dan kekompakan, Wood berencana membawa band solonya tampil di sejumlah panggung. "Aku akan membawa band soloku untuk beberapa gig, agar jari-jariku tetap hangat. Itu harus dilakukan. Kau harus menjaga musik tetap hangat, terus mencipta, dan memberi penghormatan pada era-era sebelumnya," jelasnya. Sikap ini menunjukkan dedikasinya yang tak pernah padam pada musik.
Soal kondisi kesehatan Keith Richards yang mengidap arthritis, Wood tetap optimistis. "Apa pun bisa terjadi. Kami hanya melempar koin dan melihat bagaimana hasilnya. Itulah cara kami selalu bermain," ujarnya enteng. Keyakinan ini menepis kekhawatiran para penggemar bahwa masalah kesehatan gitaris berusia 80 tahun itu akan menghalangi tur.
Di balik semangat baru The Rolling Stones, Wood menyebut sosok produser Andrew Watt sebagai motor penggerak. "Semangat itu datang dari Andrew Watt. Dia pria muda dengan passion, dia penggemar, dan dia bisa membuktikan omongannya karena dia bisa bermain. Jadi kami mendengarkannya," tutur Wood. Kehadiran Watt mengingatkannya pada era produser Jimmy Miller di masa lalu, ketika band mampu merilis album setiap beberapa tahun sekali.
Kini, The Rolling Stones kembali ke ritme produktif tersebut. "Orang tidak perlu menunggu 10 atau 12 tahun lagi untuk mendengar album baru kami," kata Wood. Ini menjadi kabar gembira bagi para penggemar setia yang selama ini terbiasa dengan jeda panjang antar album.
Bagi penggemar musik di Indonesia, kabar ini tentu menambah daftar antisipasi. Meski belum ada kepastian tur Asia, sejarah menunjukkan bahwa The Rolling Stones kerap memasukkan Jakarta dalam daftar tur dunia mereka. Pertanyaannya, apakah stamina dan semangat para personelnya mampu bertahan hingga tahun depan? Atau justru kita akan melihat tur perpisahan yang tak pernah mereka akui sebagai yang terakhir?



