Shein Siap Bayar US$3,5 Miliar ke Investor Lama, Kompensasi Penurunan Valuasi Jelang IPO Hong Kong
Baca dalam 60 detik
- Shein akan mengeluarkan hingga US$3,5 miliar untuk investor pra-IPO tertentu, hampir dua kali lipat dana segar yang ditargetkan dari pencatatan saham di Hong Kong.
- Pembayaran ini dipicu oleh klausul perlindungan harga yang aktif karena valuasi IPO dipatok di bawah nilai putaran pendanaan sebelumnya, yang mencapai US$98 miliar.
- Langkah ini menyoroti tekanan pada Shein untuk menjaga hubungan dengan investor besar di tengah pasar yang lesu dan valuasi yang menyusut drastis.

Jakarta, LyndHub — Raksasa fast-fashion asal Tiongkok, Shein, berencana menggelontorkan dana hingga US$3,5 miliar kepada sejumlah investor lamanya sebagai kompensasi atas penurunan valuasi perusahaan. Langkah ini terungkap dalam prospektus IPO yang dirilis Senin (24/8) untuk pencatatan saham di Bursa Hong Kong, dan jumlahnya hampir dua kali lipat dari dana segar yang ingin dihimpun perusahaan.
Investor yang berhak menerima pembayaran tunai dan tambahan saham ini antara lain afiliasi Boyu Capital, Tiger Global, General Atlantic, Thrive Capital, Mubadala, dan Brookfield. Mereka memegang saham preferen dari putaran pendanaan tahap akhir—Seri pre-D, Seri D, dan Seri D plus—yang memiliki klausul proteksi jika harga IPO lebih rendah dari harga saat pendanaan. Klausul ini otomatis aktif mengingat valuasi IPO Shein dipatok di bawah nilai putaran-putaran tersebut.
Prospektus tidak merinci berapa besar penerimaan masing-masing investor. Namun, total pembayaran ini hampir dua kali lipat dari target dana segar IPO yang mencapai HK$13,86 miliar (sekitar US$1,77 miliar) dari penjualan 280 juta saham. Dengan rentang harga HK$47,60 hingga HK$49,50 per saham, valuasi Shein diperkirakan mencapai US$27 miliar—jauh di bawah valuasi privat pada putaran pendanaan sebelumnya yang sempat menyentuh US$98,2 miliar pada Seri D di 2022.
Skema pembayaran ini terdiri dari dua bagian. Pertama, Shein akan membayar hingga US$2,2 miliar tunai sebagai bagian dari perlindungan konversi, dengan asumsi IPO terjadi di batas bawah rentang harga. Selain itu, perusahaan akan menerbitkan 19,6 juta saham tambahan tanpa biaya bagi pemegang saham yang memenuhi syarat. Kedua, Shein juga setuju membayar sekitar US$1,33 miliar kepada pemegang saham preferen Seri pre-D, D, dan D plus. Pembayaran ini dijadwalkan dalam tiga tahap—masing-masing pada 31 Maret, 30 Juni, dan 30 September—dengan tambahan sekitar US$230,4 juta yang akan dibayarkan dalam 15 hari kerja setelah IPO selesai.
Menariknya, pemegang saham preferen Seri A, B, C, dan C plus yang lebih lama tidak termasuk dalam skema ini. Shein menegaskan pembayaran tersebut akan didanai dari sumber daya internal perusahaan, bukan dari dana IPO. Hal ini menunjukkan keseriusan Shein dalam menjaga kepercayaan investor besar di tengah gejolak valuasi.
Bagi pasar Indonesia, langkah Shein ini menjadi sinyal penting. Industri tekstil dan fast-fashion di Tanah Air, yang selama ini menjadi salah satu pemasok utama Shein, akan terdampak oleh strategi ekspansi dan kondisi keuangan Shein. Jika IPO sukses, Shein berpotensi meningkatkan pesanan dari pemasok lokal. Namun, jika valuasi yang rendah mencerminkan tekanan pasar yang lebih luas, hal ini bisa berdampak pada volume pesanan dan harga jual ke depannya.
Analis menilai bahwa pembayaran kompensasi yang besar ini adalah upaya Shein untuk meredam ketidakpuasan investor lama yang mengalami kerugian kertas akibat penurunan valuasi. Dengan memberikan kompensasi, Shein berharap dapat memuluskan jalan menuju IPO dan menjaga reputasi di mata investor global. Namun, langkah ini juga menguras kas perusahaan, yang bisa mempengaruhi fleksibilitas keuangan Shein dalam jangka pendek.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah IPO Shein akan menarik minat investor ritel dan institusional di tengah sentimen pasar yang berhati-hati terhadap saham teknologi dan konsumer. Keberhasilan IPO ini tidak hanya menentukan masa depan Shein, tetapi juga menjadi barometer bagi perusahaan rintisan lain yang berencana melantai di bursa Hong Kong. Apakah langkah kompensasi ini cukup untuk meyakinkan pasar, atau justru menjadi sinyal bahwa valuasi Shein memang sudah terlalu tinggi?



