Ollie Watkins di Ambang Pintu Keluar: Aston Villa Menolak Empat Tawaran Al-Hilal
Baca dalam 60 detik
- Al-Hilal mengajukan empat tawaran untuk Ollie Watkins, namun Aston Villa menolak karena nilai yang diajukan jauh dari permintaan klub.
- Hubungan Watkins dengan manajer Unai Emery memburuk, ditandai dengan ketidakhadirannya di laga pembuka Premier League melawan Brighton.
- Kepergian Watkins akan menjadi pukulan emosional terbesar bagi Aston Villa musim ini, mengingat statusnya sebagai ikon klub dan kontribusinya yang besar.

Ollie Watkins, penyerang andalan Aston Villa, tengah berada di persimpangan jalan. Klub asal Birmingham itu menolak mentah-mentah empat tawaran dari Al-Hilal, klub raksasa Arab Saudi, yang mengincar jasa pemain berusia 30 tahun tersebut. Nilai tawaran yang diajukan, dikabarkan mendekati ยฃ40 juta, masih jauh dari angka yang diinginkan manajemen Villa. Situasi ini memunculkan tanda tanya besar mengenai masa depan Watkins di tengah hiruk-pikuk bursa transfer musim panas.
Ketegangan mulai terlihat saat Watkins tidak dimasukkan dalam skuad Villa saat melawan Brighton pada laga perdana Premier League, Minggu (17/8). Manajer Unai Emery, ketika ditanya awak media mengenai absennya sang striker, hanya menjawab dengan senyap. "Pertanyaan ini untuk dia. Saya hanya bisa menjawab dengan diam," ujarnya singkat. Kekalahan telak 0-4 dari Brighton, dengan empat gol bersarang di 31 menit pertama dan kartu merah debutan Joao Gomes, semakin memperkeruh suasana.
Watkins, yang baru kembali dari liburan panjang setelah Piala Dunia, dikabarkan telah menyampaikan keinginannya untuk pindah kepada petinggi klub. Meski belum ada pernyataan resmi dari pemain maupun agennya, ia disebut-sebut terbuka dengan peluang hengkang. Di sisi lain, Al-Hilal, yang baru saja mendatangkan Crysencio Summerville dari West Ham, masih perlu melepas salah satu pemain asingnya untuk memberi tempat bagi Watkins. Kompleksitas negosiasi ini membuat kesepakatan masih jauh dari kata final, meski Emery sendiri telah mengisyaratkan kemungkinan kepergian sang penyerang.
Bagi Aston Villa, kehilangan Watkins bukan sekadar kehilangan pemain biasa. Sejak bergabung dari Brentford dengan rekor transfer klub sebesar ยฃ28 juta pada 2020, Watkins telah mencetak 108 gol dalam 278 penampilan. Ia menjadi simbol kebangkitan Villa dalam enam tahun terakhir, termasuk saat mengantarkan tim meraih trofi Liga Europa di Istanbul, mengakhiri puasa gelar selama 30 tahun. Kepergiannya akan menjadi pukulan emosional terbesar di antara kepergian pemain-pemain kunci lain musim ini, seperti Ezri Konsa, Morgan Rogers, dan Youri Tielemans.
Watkins dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan berorientasi pada keluarga. Namun, di balik sikap tenangnya, terdapat determinasi yang kuat. Pada 2017, saat ia sempat dicadangkan Paul Tisdale di Exeter City, ia justru memohon untuk dimainkan dan akhirnya mencetak gol kemenangan. Semangat juang seperti inilah yang membuat pihak klub terkejut dengan bagaimana hubungannya dengan Emery berakhir. "Ini bukan akhir yang diharapkan," ujar seorang sumber internal klub.
Di tengah ketidakpastian ini, Villa juga harus menyelesaikan masa depan kiper Emi Martinez yang kembali menunjukkan ketidakpuasan. Rencana kepindahannya ke Juventus gagal di menit-menit akhir, dan kini Villa harus mencari solusi setelah merekrut Zion Suzuki sebagai kiper utama. Sementara itu, untuk menggantikan Watkins, Villa tengah memantau beberapa nama, termasuk Nicolas Jackson yang pernah bekerja sama dengan Emery di Villarreal. Namun, mendatangkan striker pengganti tentu bukan perkara mudah, terlebih dengan waktu yang semakin sempit menjelang penutupan bursa transfer.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik untuk disimak karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa kini harus bersaing dengan kekuatan finansial klub-klub Arab Saudi. Fenomena ini serupa dengan yang terjadi di Asia, di mana liga-liga kaya seperti Saudi Pro League mulai menarik pemain-pemain bintang, mengubah peta persaingan global. Pertanyaannya, apakah Villa akan mampu mempertahankan aset berharganya, atau justru melepasnya dengan harga yang menggiurkan? Keputusan ini akan menentukan arah klub di musim kompetisi yang penuh tantangan ini.



