Pemain Inggris Brydon Carse Diselidiki Insiden di Derby, Timnas Kembali Dihantui Skandal
Baca dalam 60 detik
- ECB membuka investigasi terhadap Brydon Carse terkait insiden di Derby, dengan video viral menunjukkan pemain itu dibawa polisi.
- Kasus ini menambah daftar panjang masalah disiplin timnas Inggris, termasuk pelanggaran jam malam dan denda pemain.
- Masa depan Carse di skuad untuk Tes kedua melawan Pakistan belum jelas, sementara reputasi tim kembali dipertanyakan.

Bola kriket Inggris kembali tercoreng. Brydon Carse, pace bowler timnas, kini tengah menjadi sorotan setelah insiden di Derby pada Sabtu malam. England and Wales Cricket Board (ECB) mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki kejadian tersebut, yang videonya beredar luas di media sosial memperlihatkan Carse dalam keadaan diborgol oleh polisi.
ECB, dalam pernyataan resminya, mengaku mengetahui insiden yang dilaporkan terjadi di Derby dan sedang melakukan investigasi. Mereka berjanji akan memberikan pembaruan lebih lanjut bila memungkinkan. Namun, hingga saat ini, belum ada konfirmasi apakah Carse tetap masuk skuad untuk Tes kedua melawan Pakistan yang dijadwalkan pekan depan di Lord's.
Insiden ini terjadi hanya lima hari setelah kapten tim, Joe Root, memuji para pemain sebagai "panutan yang baik" di tengah rentetan masalah disiplin. Kontroversi seolah menjadi bayang-bayang yang tak terpisahkan dari timnas Inggris. Musim dingin lalu, Harry Brook didenda ยฃ30.000 setelah terlibat perselisihan dengan seorang penjaga klub di Wellington, ditambah laporan konsumsi alkohol saat tur Ashes di Noosa.
Musim panas ini, Ben Stokes dan Gus Atkinson juga pernah melanggar jam malam tim, yang berujung pada pencoretan mereka dari Tes kedua melawan Selandia Baru. Stokes akhirnya pensiun dari kriket internasional, sementara pelatih Brendon McCullum dipecat. Kini, dengan kasus Carse, pertanyaan tentang budaya tim dan pengawasan kembali mengemuka.
Menariknya, Carse bukanlah nama baru dalam masalah. Pada 2024, pemain kelahiran Afrika Selatan ini sempat diskors tiga bulan karena pelanggaran taruhan di masa lalu. Kini, dengan insiden terbaru, karier internasionalnya kembali terancam. ECB belum memberikan kepastian soal statusnya di skuad, sementara klubnya, Durham, juga belum memberikan komentar.
Bagi pengamat kriket di Indonesia, kasus ini menjadi pengingat bahwa tekanan dan gaya hidup atlet profesional seringkali berbenturan dengan disiplin. Meski kriket belum sepopuler sepak bola di Tanah Air, perkembangan ini tetap relevan sebagai pelajaran tentang integritas dan tanggung jawab publik seorang atlet.
Ke depannya, ECB dituntut untuk tidak hanya menyelesaikan kasus Carse secara hukum, tetapi juga membenahi budaya tim yang kerap memicu masalah. Apakah ini akan menjadi titik balik bagi timnas Inggris untuk kembali fokus pada prestasi di lapangan, atau justru semakin terjerembab dalam pusaran skandal? Publik menunggu langkah nyata ECB.



