Skandal Baru Timnas Inggris: Brydon Carse Dicoret Usai Insiden di Derby
Baca dalam 60 detik
- Pemain fast bowler Inggris, Brydon Carse, dicoret dari skuad untuk Tes kedua melawan Pakistan setelah penyelidikan insiden di klub malam Derby.
- Video yang beredar di media sosial menunjukkan Carse diborgol polisi, namun ia tidak ditangkap dan tidak dikenakan tuduhan.
- Ini merupakan kasus kedua yang melibatkan pemain Inggris musim ini, menyusul penyelidikan terhadap Ben Stokes dan Gus Atkinson pada Juni lalu.

LONDON, 24 Agustus โ Timnas Inggris kembali diterpa badai disiplin. Brydon Carse, bowler cepat andalan Durham, resmi dicoret dari skuad untuk Tes kedua melawan Pakistan setelah penyelidikan resmi diluncurkan terkait insiden di sebuah klub di Derby, Sabtu malam. Keputusan ini diumumkan langsung oleh England and Wales Cricket Board (ECB) pada Senin, menambah daftar panjang masalah di luar lapangan yang membayangi skuad The Three Lions.
ECB menyatakan bahwa Cricket Regulator, badan independen yang menangani pelanggaran kode etik, akan menyelidiki peristiwa di Derby tersebut. "Brydon Carse tidak akan tersedia untuk seleksi pada Tes kedua pria selama penyelidikan ini berlangsung dan fakta-fakta lengkap diperoleh," demikian pernyataan resmi ECB. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen menjaga integritas dan citra tim, meskipun Carse sebelumnya tidak dimainkan dalam kemenangan Tes pertama di Headingley.
Video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan Carse yang berusia 31 tahun dalam keadaan diborgol saat berbicara dengan petugas polisi di luar sebuah tempat hiburan malam. Namun, menurut laporan, Carse tidak ditangkap dan tidak ada dakwaan yang diajukan terhadapnya. Meski demikian, ECB memilih untuk bertindak tegas dengan mengeluarkannya dari skuad sementara penyelidikan berjalan. Posisinya akan digantikan oleh Sonny Baker, pemain muda yang dipanggil sebagai pengganti.
Ini bukan kali pertama Inggris berurusan dengan masalah perilaku pemain. Pada Juni lalu, Cricket Regulator menyelidiki mantan kapten Tes Ben Stokes dan bowler cepat Gus Atkinson setelah insiden di klub malam pasca-Tes pertama melawan Selandia Baru. Keduanya sempat dicoret dari Tes kedua, namun Regulator kemudian menyimpulkan tidak ada cukup bukti untuk menetapkan pelanggaran regulasi. Kasus Carse ini terjadi hanya lima hari setelah kapten Inggris yang kembali, Joe Root, memuji para pemain sebagai "panutan dan manusia yang sangat baik" di tengah serangkaian insiden dan tuduhan budaya minum-minum yang melanda tim.
Kontroversi di luar lapangan sebenarnya sudah menjadi bayang-bayang yang mengikuti Inggris dalam beberapa waktu terakhir. Pada tur musim dingin lalu, Harry Brook didenda ยฃ30.000 (sekitar Rp600 juta) setelah terlibat pertengkaran di Wellington, serta laporan tentang konsumsi alkohol saat perjalanan tengah seri Ashes di Noosa. Bahkan, Ben Stokes memutuskan pensiun dari kriket internasional setelah kembali untuk Tes ketiga melawan Selandia Baru, dan pelatih Brendon McCullum dipecat dari posisinya. Pola ini menunjukkan adanya masalah budaya yang lebih dalam di dalam tim, yang kini kembali menjadi sorotan publik.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, berita ini mungkin terasa jauh, namun memberikan pelajaran tentang pentingnya menjaga perilaku di luar lapangan. Di tengah upaya membangun citra profesional, insiden seperti ini bisa merusak reputasi tim dan memengaruhi performa di lapangan. ECB tampaknya berusaha menunjukkan sikap tegas untuk membersihkan nama tim, tetapi pertanyaannya adalah: apakah ini akan menjadi titik balik bagi Inggris untuk benar-benar berbenah, atau justru akan terus dihantui oleh masalah serupa? Publik dan pengamat kriket dunia tentu akan mengawasi bagaimana perkembangan penyelidikan ini dan dampaknya terhadap skuad Inggris ke depan.



