Bangladesh Tertekan di Mackay: Australia Unggul 107 Run, Shoriful Islam Jadi Satu-Satunya Sinar
Baca dalam 60 detik
- Bangladesh kehilangan tiga gawang cepat dan tertinggal 107 run saat jeda makan siang hari kedua.
- Shoriful Islam mencatatkan 7-48, kinerja terbaik bowler Bangladesh di laga tandang, tetapi Australia tetap unggul berkat keunggulan 146 run.
- Dengan seri 1-0 untuk Bangladesh, pertandingan kedua ini menjadi penentu apakah mereka mampu mempertahankan keunggulan atau Australia menyamakan kedudukan.

Bangladesh kembali terpuruk di lapangan hijau Great Barrier Reef Arena, Mackay, saat mereka kehilangan tiga wicket cepat dan hanya mampu mengumpulkan 39 run pada sesi pertama hari kedua, Minggu (23/8). Tertinggal 107 run dari Australia, skuat tamu menghadapi tekanan besar untuk menghindari kekalahan yang bisa menyamakan kedudukan dalam seri dua pertandingan ini.
Keunggulan Australia berawal dari performa gemilang paceman Mitchell Starc yang menghancurkan barisan atas Bangladesh. Starc berhasil menyingkirkan Shadman Islam (1) dan Mominul Haque (0) secara beruntun, membuat tim tamu kehilangan dua gawang dalam dua bola. Tanzid Hasan (9) kemudian menyusul setelah gagal mengeksekusi pull shot, tertangkap oleh Starc di deep fine leg dari lemparan Pat Cummins.
Namun, di tengah keterpurukan itu, ada secercah harapan dari kapten Najmul Hossain Shanto yang masih bertahan dengan 23 run, didampingi Mushfiqur Rahim (4) saat jeda. Mereka berdua kini menjadi tumpuan untuk membangun kemitraan yang mampu membawa Bangladesh keluar dari tekanan. Namun, dengan keunggulan 146 run yang sudah dimiliki Australia setelah innings pertama, jalan menuju keselamatan masih sangat panjang.
Sebelumnya, Australia berhasil menyelesaikan innings pertama mereka dengan total 210 run, setelah sempat tertatih di 165/8. Kontribusi terbesar datang dari Cameron Green yang mencetak 67 run sebelum akhirnya menjadi korban keganasan Shoriful Islam. Bowler kiri yang baru dipanggil kembali ini sukses menjatuhkan Green dengan yorker yang mengarah ke dalam, dan menuntaskan innings dengan catatan 7-48. Angka tersebut menjadi yang terbaik bagi bowler Bangladesh di laga tandang, mengalahkan rekor sebelumnya.
Meski demikian, ketangguhan Shoriful tidak cukup untuk mencegah Australia membangun keunggulan. Pasangan Nathan Lyon (32*) dan Josh Hazlewood (6) sempat membuat frustrasi dengan kemitraan 24 run untuk wicket kesepuluh, sebelum Hazlewood akhirnya tertangkap oleh Shadman saat mencoba slog-sweep. Taijul Islam yang melempar bola tersebut berhasil memecahkan kemitraan itu, tetapi kerusakan sudah terjadi.
Bagi pengamat kriket di Indonesia, pertandingan ini menarik karena menunjukkan bagaimana tim Asia Selatan berjuang di kondisi yang tidak familiar. Meski kriket bukan olahraga utama di Indonesia, perkembangan tim seperti Bangladesh bisa menjadi inspirasi bagi negara berkembang lainnya. "Bangladesh telah menunjukkan peningkatan pesat dalam beberapa tahun terakhir, dan performa Shoriful Islam adalah bukti bahwa mereka memiliki bakat yang bisa bersaing di level internasional," ujar analis kriket yang berbasis di Jakarta, Andi Wijaya.
Pertanyaan besarnya sekarang: dapatkah Bangladesh bangkit dari keterpurukan ini? Dengan Shanto dan Mushfiqur di crease, mereka masih memiliki peluang untuk memangkas defisit. Namun, tekanan psikologis setelah kegagalan di innings pertama bisa menjadi penghalang. Jika mereka gagal, Australia akan menyamakan kedudukan dan seri ini akan berlanjut ke pertandingan penentu di tempat yang tidak diketahui. Sementara itu, para penggemar kriket di Asia Tenggara akan terus mengawasi apakah Bangladesh mampu menulis babak baru dalam sejarah mereka.



