Nakashima Bangkit dari Tiga Match Point, Hentikan Langkah Medvedev di Cincinnati
Baca dalam 60 detik
- Petenis Amerika Brandon Nakashima menumbangkan unggulan keempat Daniil Medvedev di babak ketiga Cincinnati Open dengan skor 6-7(3), 7-6(4), 6-1, setelah menyelamatkan tiga match point.
- Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Nakashima atas Medvedev dalam empat pertemuan, sekaligus memperpanjang catatan impresifnya di musim keras Amerika Utara.
- Dengan hasil ini, Nakashima melaju ke babak keempat dan akan berhadapan dengan Nuno Borges, yang sebelumnya mengejutkan Andrey Rublev.

Brandon Nakashima mencatatkan kemenangan terbesar di musim ini dengan menyingkirkan unggulan keempat asal Rusia, Daniil Medvedev, pada babak ketiga Cincinnati Open, Selasa (18/8) waktu setempat. Petenis peringkat 22 dunia itu menang dramatis 6-7(3), 7-6(4), 6-1 setelah menyelamatkan tiga match point, menegaskan statusnya sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan di sirkuit ATP.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Nakashima unggul lebih dulu dengan mematahkan servis Medvedev untuk memimpin 4-2 di set pertama, tetapi keunggulannya sirna ketika ia gagal mengonversi empat set point. Medvedev, yang dikenal dengan ketenangannya di momen krusial, merebut tiebreak pertama lewat passing shot backhand yang memukau. Namun, Nakashima tidak gentar. Di set kedua, ia kembali berhadapan dengan tekanan besar, termasuk tiga match point yang harus diselamatkannya sebelum akhirnya memenangkan tiebreak kedua dan memaksa set penentuan.
Memasuki set ketiga, Medvedev kehilangan ritme dan konsentrasi. Nakashima memanfaatkan kelengahan lawan dengan mematahkan servis dua kali, menutup pertandingan dengan meyakinkan. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Nakashima atas Medvedev dalam empat pertemuan. Sebelumnya, Medvedev selalu unggul, termasuk saat mengalahkan Nakashima di final Brisbane awal tahun ini dengan keunggulan set 6-1 sepanjang pertemuan mereka.
Performa Nakashima di Cincinnati bukan kebetulan. Ia datang dengan modal semifinal di Washington dan final Masters 1000 pertamanya di Montreal. Dengan kemenangan ini, catatannya di musim keras Amerika Utara menjadi 10-2, sebuah bukti konsistensi yang jarang dimiliki pemain seusianya. Pelatih dan analis menilai bahwa kemampuan Nakashima untuk tetap tenang di bawah tekanan, terutama saat menyelamatkan match point, merupakan perkembangan mental yang signifikan dari tahun-tahun sebelumnya.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, kemenangan ini menegaskan bahwa persaingan di papan atas tenis pria semakin terbuka. Dengan semakin banyaknya pemain muda seperti Nakashima yang berani menantang dominasi pemain senior, laga-laga di turnamen besar seperti Cincinnati menjadi tontonan yang semakin menarik. Selain itu, hasil ini juga bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Indonesia yang bercita-cita menembus level ATP, bahwa kerja keras dan ketahanan mental adalah kunci untuk mengalahkan lawan yang lebih diunggulkan.
Di babak keempat, Nakashima akan berhadapan dengan Nuno Borges dari Portugal, yang sebelumnya mengejutkan unggulan 13 asal Rusia, Andrey Rublev, dengan skor 6-3, 6-4. Pertemuan ini diprediksi menarik karena Borges juga sedang dalam performa terbaiknya. Namun, dengan kepercayaan diri yang tinggi setelah mengalahkan Medvedev, Nakashima jelas diunggulkan untuk melaju lebih jauh.
Pertanyaannya sekarang, mampukah Nakashima mempertahankan konsistensinya dan merebut gelar Masters 1000 pertamanya di Cincinnati? Atau akankah lawan-lawannya belajar dari kekalahan Medvedev dan menemukan cara untuk meredam permainannya? Satu hal yang pasti, nama Brandon Nakashima kini menjadi sorotan di dunia tenis, dan perjalanannya di turnamen ini akan dinantikan banyak pihak.



