Nakashima Bangkit dari Ketinggalan, Tundukkan Fritz demi Tiket Semifinal Cincinnati
Baca dalam 60 detik
- Petenis Amerika berusia 25 tahun itu membalikkan keadaan setelah tertinggal satu break di set penentu, menang 7-6(9), 4-6, 6-3 atas unggulan keenam Taylor Fritz.
- Dengan hasil ini, Nakashima mencatatkan semifinal beruntun di turnamen Masters 1000, menyusul pencapaiannya di Montreal pekan lalu, menegaskan performa terbaiknya di lapangan keras Amerika Utara.
- Kemenangan ini menjadi modal berharga menjelang US Open, sekaligus memperpanjang rentetan suksesnya melawan pemain top-10 musim ini menjadi empat kemenangan.

Brandon Nakashima kembali mencuri perhatian di ajang ATP Masters 1000. Pada Jumat (21/8) waktu setempat, petenis Amerika Serikat berusia 25 tahun itu sukses membalikkan keadaan untuk mengalahkan rekan senegaranya, Taylor Fritz, yang merupakan unggulan keenam, dengan skor 7-6(9), 4-6, 6-3 di babak perempat final Cincinnati Open. Kemenangan ini mengantarkannya melaju ke semifinal turnamen bergengsi tersebut.
Pertandingan yang berlangsung sengit di Lindner Family Tennis Center ini menjadi bukti lain dari kebangkitan Nakashima di musim panas ini. Pekan lalu, ia juga mencapai semifinal di Montreal, dan kini ia berhasil menembus empat besar di dua turnamen Masters 1000 secara beruntun. Catatan ini menjadi sinyal kuat bahwa ia sedang dalam performa terbaiknya menjelang US Open yang akan bergulir akhir bulan ini.
Sejak awal laga, kedua pemain menunjukkan dominasi servis yang impresif. Set pertama harus diselesaikan lewat tiebreak yang menegangkan. Nakashima, yang sebelumnya memiliki rekor 1-4 melawan Fritz, akhirnya memanfaatkan peluang kelima set point-nya setelah pengembalian Fritz keluar tipis. Ketangguhan mentalnya di momen krusial menjadi pembeda di set pembuka.
Fritz, yang dikenal dengan agresivitasnya, merespons dengan cepat di set kedua. Ia berhasil mematahkan servis Nakashima lebih awal dan menutup set dengan sebuah ace untuk memaksa laga berlanjut ke set penentu. Memasuki set ketiga, Fritz kembali mengambil inisiatif dengan memanfaatkan kesalahan-kesalahan yang dibuat Nakashima untuk unggul 3-2.
Namun, momentum berbalik secara drastis. Nakashima, yang tertinggal 0-30 di game berikutnya, mampu bangkit dan mengonversi break point keduanya untuk menyamakan kedudukan 3-3. Sejak saat itu, kepercayaan diri Nakashima terus menanjak, sementara Fritz mulai banyak melakukan kesalahan sendiri. Nakashima akhirnya memenangkan tiga game beruntun dan menutup pertandingan dengan servis yang solid.
Kemenangan ini menegaskan bahwa Nakashima bukan sekadar kejutan sesaat. Ia telah menunjukkan konsistensi di level tertinggi, sesuatu yang jarang terjadi pada petenis seusianya. Dengan empat kemenangan atas pemain top-10 musim ini, ia menjadi salah satu kandidat kuat untuk melaju jauh di US Open. Bagi penggemar tenis Indonesia, performa Nakashima ini layak disimak, mengingat turnamen Grand Slam selalu menjadi tontonan yang dinanti, dan persaingan di sektor putra semakin tidak terduga.
Di semifinal nanti, Nakashima akan berhadapan dengan pemenang antara Lorenzo Musetti dari Italia (unggulan ke-10) atau Frances Tiafoe, sesama petenis Amerika. Siapapun lawannya, Nakashima dipastikan akan tampil percaya diri. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan performa impresif ini dan melangkah lebih jauh? Jika tren positif ini berlanjut, bukan tidak mungkin ia akan menjadi ancaman serius di Flushing Meadows.



