Sinner Mundur dari AS Terbuka karena Cedera Lutut, Alcaraz Kini Favorit Utama
Baca dalam 60 detik
- Petenis nomor satu dunia asal Italia, Jannik Sinner, memastikan absen dari AS Terbuka 2025 akibat cedera lutut kanan yang tak kunjung pulih.
- Ketidakhadiran Sinner membuka peluang besar bagi Carlos Alcaraz untuk merebut gelar Grand Slam kedelapannya di Flushing Meadows.
- Dengan mundurnya Sinner, persaingan di sektor putra AS Terbuka diprediksi makin terbuka, sekaligus menjadi ujian bagi konsistensi Alcaraz setelah empat bulan absen.

Jannik Sinner, petenis nomor satu dunia, memastikan diri absen dari AS Terbuka 2025 yang akan berlangsung di New York pada 23 Agustus hingga 13 September. Keputusan ini diumumkan langsung oleh timnya pada Jumat (22/8) setelah cedera lutut kanan yang dideritanya sejak awal bulan tak kunjung pulih meski telah menjalani perawatan intensif.
Petenis berusia 24 tahun itu sejatinya menjadi salah satu unggulan terkuat di turnamen Grand Slam pamungkas musim ini. Namun, masalah fisik yang sama juga memaksanya melewatkan dua turnamen pemanasan penting di lapangan keras, yakni Kanada Masters dan Cincinnati Open. Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui akun media sosialnya, Sinner mengaku tim medisnya telah berupaya maksimal, tetapi hasil evaluasi di Monte Carlo beberapa hari terakhir menunjukkan ia masih membutuhkan waktu pemulihan lebih lama.
โKami sudah kembali ke lapangan di Monte Carlo beberapa hari terakhir dan menyadari bahwa saya masih butuh waktu lebih untuk pulih dari masalah lutut kanan ini,โ ujar Sinner, seperti dikutip dari pernyataan resminya. Ia juga menegaskan bahwa keputusan ini sangat sulit, tetapi merupakan pilihan terbaik demi menjaga kondisi fisik jangka panjang.
Kabar ini tentu menjadi pukulan besar bagi turnamen, sekaligus mengubah peta persaingan di sektor putra. Sehari sebelumnya, Carlos Alcaraz, petenis peringkat dua dunia asal Spanyol, telah memastikan diri tampil di Flushing Meadows setelah absen empat bulan dari kompetisi resmi. Alcaraz, yang mengalahkan Sinner di final AS Terbuka tahun lalu, kini dipandang sebagai unggulan utama dan favorit kuat untuk meraih gelar Grand Slam kedelapannya.
Tanpa Sinner, jalan Alcaraz menuju trofi memang terlihat lebih mulus. Namun, kondisi fisiknya sendiri masih menjadi tanda tanya besar. Sebelumnya, Alcaraz juga sempat mengalami cedera dan harus melewatkan beberapa turnamen. Meski demikian, kehadirannya di New York tetap menjadi sorotan utama, terutama dengan statusnya sebagai juara bertahan dan peringkat tertinggi yang tersisa di turnamen.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, absennya Sinner tentu mengurangi daya tarik turnamen. Namun, ini juga menjadi kesempatan untuk menyaksikan bagaimana para petenis muda lainnya, seperti Daniil Medvedev atau Alexander Zverev, mencoba memanfaatkan peluang yang ada. Persaingan di papan atas pun diprediksi akan semakin ketat, dengan beberapa nama baru berpotensi menembus babak akhir.
Dari sisi medis, kasus Sinner kembali mengingatkan bahwa jadwal padat tenis profesional kerap memaksa atlet memilih antara tampil atau memulihkan diri. Keputusan mundur seperti ini, meski mengecewakan, sering kali menjadi langkah bijak untuk menjaga karier jangka panjang. Pertanyaannya, apakah Sinner bisa kembali ke performa terbaiknya setelah masa pemulihan ini? Dan mampukah Alcaraz membuktikan diri sebagai penguasa baru tenis putra tanpa harus berhadapan dengan rival terberatnya di Flushing Meadows?



