Venus Williams Raih Wildcard US Open, Serena Menyusul?
Baca dalam 60 detik
- Venus Williams dipastikan tampil di nomor tunggal US Open 2026 setelah menerima wildcard, sementara satu slot tersisa untuk Serena Williams.
- Kakak-beradik Williams baru saja tampil bersama di ganda Cincinnati Open, menandai kembalinya Serena setelah cedera lutut.
- Keputusan USTA memberi wildcard kepada Venus menuai sorotan karena performa tunggalnya yang terus menurun, namun daya tarik komersialnya tetap tinggi.

Venus Williams, legenda tenis Amerika Serikat yang kini berusia 46 tahun, dipastikan tampil di nomor tunggal putri US Open 2026 setelah panitia penyelenggara memberikan wildcard. Keputusan ini sekaligus membuka peluang bagi adiknya, Serena Williams, untuk menyusul karena masih ada satu tiket tersisa di sektor tunggal putri. Momen ini menjadi sorotan karena menandai kembalinya kedua saudari tersebut ke Grand Slam di tanah kelahiran mereka, setelah sekian lama absen.
Kabar ini datang hanya beberapa hari setelah Venus dan Serena tampil bersama di nomor ganda Cincinnati Open, di mana mereka kalah dalam pertandingan tiga set yang menegangkan. Sebelumnya, keduanya dijadwalkan bermain ganda di Wimbledon, namun Serena mundur karena cedera lutut yang dialaminya saat kalah di babak pertama tunggal. Kini, dengan wildcard di tangan, Venus akan berusaha memutus rentetan 10 kekalahan beruntun di tunggal musim ini, sebuah catatan yang menjadi sorotan tajam pengamat.
Bagi Venus, US Open bukan sekadar turnamen biasa. Di Flushing Meadows, ia pernah dua kali mengangkat trofi tunggal (2000 dan 2001) dan menjadi finalis pada debutnya tahun 1997. Namun, sejak diagnosis sindrom Sjogren pada 2011, penyakit autoimun yang menyebabkan nyeri dan kelelahan, performanya di tunggal terus menurun. Terakhir kali ia memenangkan pertandingan tunggal Grand Slam adalah di Wimbledon 2021. Meski begitu, nama besarnya masih mampu memenuhi tribun, seperti yang terlihat di Cincinnati saat penonton memadati stadion untuk menyaksikan aksi kakak-beradik tersebut.
Di sisi lain, Serena, yang telah memenangkan 23 gelar Grand Slam tunggal, kembali ke lapangan pada Juni lalu setelah empat tahun "berevolusi" dari dunia tenis. Ia sempat menerima wildcard untuk Wimbledon, namun cedera lutut memaksanya mundur dari ganda. Kini, dengan satu slot tersisa di US Open, pertanyaan besarnya adalah: akankah Serena mengambil kesempatan itu? Jika ya, ini akan menjadi momen bersejarah karena terakhir kali keduanya bertemu di final US Open adalah pada 2001, saat Venus mengalahkan Serena.
Keputusan USTA memberikan wildcard kepada Venus menuai beragam reaksi. Sebagian menilai ini sebagai bentuk penghormatan kepada karier legendarisnya, sementara yang lain mempertanyakan kesempatan yang diberikan kepada pemain muda yang lebih berpotensi. Namun, dari sudut pandang komersial, kehadiran Venus dan potensi Serena jelas menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton dan sponsor. Di Indonesia, minat terhadap tenis memang tidak sebesar bulu tangkis, namun penggemar setia tenis tanah air tetap antusias menyaksikan aksi para legenda ini, terutama melalui siaran langsung televisi dan platform streaming.
Selain Venus, panitia juga memberikan wildcard kepada Sloane Stephens, juara US Open 2017. Di sektor putra, petenis Prancis Gael Monfils mendapatkan wildcard untuk Grand Slam terakhirnya, sementara satu slot tersisa berpotensi diberikan kepada Stan Wawrinka, juara 2016 yang juga akan pensiun akhir tahun. Menariknya, turnamen ganda campuran yang dirombak akan dimulai 24 Agustus, dan ada kemungkinan Sinner serta Alcaraz, yang sedang dalam pemulihan cedera, ikut ambil bagian sebagai pemanasan.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, kehadiran Venus dan Serena di US Open selalu menjadi tontonan yang sayang untuk dilewatkan. Meski usia dan cedera menjadi penghalang, semangat mereka tetap menginspirasi banyak orang. Pertanyaannya, apakah ini akan menjadi panggung perpisahan yang manis bagi kedua saudari ini? Atau justru menjadi awal dari babak baru yang tak terduga? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.



