Spire dan Gabehart Bantah Dakwaan Penghinaan Pengadilan dari Joe Gibbs Racing
Baca dalam 60 detik
- Chris Gabehart dan Spire Motorsports resmi membantah tuduhan penghinaan pengadilan yang diajukan Joe Gibbs Racing.
- Dalam dokumen pengadilan, Spire menegaskan tidak ada bukti Gabehart membocorkan rahasia dagang atau menjalankan peran kompetisi seperti di JGR.
- Sidang pada Kamis akan menentukan apakah sanksi penghinaan pengadilan dijatuhkan, sementara Spire menuduh JGR berupaya menghancurkan karier Gabehart.

Chris Gabehart dan Spire Motorsports secara resmi menanggapi mosi penghinaan pengadilan yang diajukan Joe Gibbs Racing (JGR) ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat. Dalam berkas yang diserahkan Selasa malam waktu setempat, keduanya menegaskan tidak pernah melanggar perintah pengadilan yang dikeluarkan Hakim Susan C. Rodriguez. Sidang untuk mendengarkan argumen kedua pihak dijadwalkan Kamis pagi.
JGR mengajukan mosi penghinaan pengadilan pekan lalu, menuduh Gabehart dan Spire mengabaikan ketentuan temporary restraining order (TRO) yang melarang Gabehart bekerja dalam kapasitas yang sama seperti posisinya di JGR. Namun, dalam responsnya, Gabehart menyodorkan sejumlah kesaksian deposisi yang menyatakan ia tidak terlibat dalam rapat kompetisi Cup Series maupun pengambilan keputusan teknis, berbeda dari perannya sebagai crew chief dan competition director di JGR.
“Setiap saksi, di bawah sumpah, menegaskan bahwa Tuan Gabehart tidak memberikan layanan seperti yang ia berikan kepada JGR,” demikian bunyi pernyataan dalam berkas Gabehart. Ia disebut tidak pernah menjadi crew chief, tidak bertindak sebagai direktur kompetisi, tidak membagikan data aerodinamika, dokumen setup, atau terlibat dalam simulasi, strategi pra-balapan, analisis bahan bakar, dan berbagai materi teknis Cup Series lainnya.
Spire Motorsports dalam berkas terpisah menilai JGR gagal membuktikan tuduhan bahwa Gabehart menggunakan informasi rahasia perusahaan. Spire menyoroti bahwa JGR berusaha mengubah komentar sepintas yang diduga diucapkan Gabehart dalam dua rapat menjadi dasar penghinaan pengadilan. “JGR ingin mengubah obrolan itu menjadi perintah penghinaan perdata,” tulis Spire. Mereka menambahkan bahwa dari lebih dari 80 subpoena pihak ketiga, ratusan istilah pencarian, dan pemeriksaan puluhan kustodian, tidak ada bukti yang mendukung teori JGR bahwa Gabehart membawa “permata mahkota” berupa setup mobil balap ke Spire.
Spire juga menekankan bahwa perintah pengadilan hanya melarang Gabehart bertindak dalam kapasitas yang serupa dengan perannya di JGR. Gabehart kini menjabat sebagai Chief Motorsports Officer, posisi eksekutif yang melapor langsung kepada salah satu pemilik Spire, Jeff Dickerson. Pekerjaannya mencakup portofolio yang lebih luas: truck series, sprint car, late model, dirt late model, IndyCar, dan pembalap pengembangan. Ia juga terlibat dalam manufaktur, akuisisi, dan ekspansi Spire. Sementara itu, program Cup Series dijalankan oleh Matthew McCall dan tiga crew chief berpengalaman Spire.
Dickerson dalam deposisinya menyatakan telah mengambil langkah ekstra untuk menghindari pelanggaran perintah pengadilan. Ia bahkan tidak mengizinkan Gabehart menghadiri rapat kompetisi, meskipun secara aturan diperbolehkan. “Saya tidak menempatkan Chris dalam rapat itu karena kami tidak ingin terbang terlalu dekat dengan matahari,” ujarnya. Dickerson menambahkan bahwa jadwal Gabehart yang padat di berbagai seri balap juga membuatnya absen dari beberapa rapat Cup Series, terlepas dari litigasi yang sedang berjalan.
Spire menuduh motif JGR adalah untuk “menghancurkan Gabehart” dan “membuatnya kehilangan pekerjaan.” Mereka juga mengungkap pesan teks dari Heather Gibbs kepada tim kepemimpinannya yang menanyakan mobil apa yang dikendarai Gabehart karena ia mungkin akan membawa anjingnya ke mobil itu suatu malam. Sementara itu, Presiden JGR Dave Alpern dalam deposisinya menyatakan keyakinannya bahwa segala hal yang dilakukan Gabehart untuk Spire merupakan pelanggaran perjanjian non-kompetisi.
“JGR mengabaikan fakta bahwa Gabehart tidak memberikan layanan yang sama seperti di JGR. Mereka bersikeras ia melanggar perintah pengadilan. Posisi itu lahir dari interpretasi yang keliru dan kebencian yang nyata dari pimpinan JGR terhadap Gabehart.”
— Berkas respons Spire Motorsports
Spire juga menyertakan email dari Presiden Bill Anthony kepada seluruh karyawan yang menginstruksikan cara menangani kehadiran Gabehart hingga litigasi selesai. Langkah ini menunjukkan upaya Spire untuk mematuhi perintah pengadilan secara ketat, sekaligus membantah narasi JGR bahwa mereka membiarkan Gabehart terlibat dalam urusan kompetisi Cup Series.
Kasus ini menyoroti ketegangan antara perlindungan rahasia dagang dan mobilitas profesional di industri balap Amerika. Jika pengadilan memutuskan Gabehart bersalah, hal itu dapat memperketat interpretasi perjanjian non-kompetisi di NASCAR dan memengaruhi cara tim mengelola personel yang pindah ke pesaing. Sebaliknya, jika Spire menang, preseden bahwa mantan karyawan dapat bekerja di posisi eksekutif yang berbeda selama tidak melanggar ketentuan spesifik akan semakin kuat. Sidang Kamis akan menjadi ujian awal bagi kedua pihak, dan publik akan menantikan apakah JGR mampu membuktikan dakwaannya dengan bukti yang meyakinkan.



