Insiden Kokpit FlyDubai: Pilot India Ditikam, Upaya Jatuhkan Pesawat Digagalkan
Baca dalam 60 detik
- Seorang kopilot diduga menyerang pilot FlyDubai rute Dubai-Tel Aviv, memicu upaya darurat yang berhasil digagalkan oleh awak dan penumpang.
- Pilot yang terluka, Smit Machchhar asal India, membuka pintu kokpit meski bersimbah darah, memungkinkan penumpang melumpuhkan penyerang.
- Penerbangan dialihkan ke Tabuk, Arab Saudi; otoritas setempat menginterogasi pelaku sementara penyelidikan atas motif masih berlangsung.

Penerbangan FlyDubai FZ1073 dari Dubai menuju Tel Aviv nyaris berakhir tragis setelah seorang kopilot diduga menyerang pilot yang sedang bertugas. Insiden yang terjadi di ruang kokpit tersebut memaksa awak pesawat melakukan tindakan darurat, dan berkat respons cepat, pesawat berhasil dialihkan ke Bandara Tabuk, Arab Saudi. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut peristiwa ini sebagai upaya nyata untuk menjatuhkan pesawat, dan memuji keberanian pilot yang menjadi korban.
Menurut keterangan Netanyahu melalui platform X, pilot yang terluka bernama Smit Machchhar, warga negara India, ditikam oleh penyerang. Meski menderita luka serius, Machchhar tetap melawan, membuka pintu kokpit, dan memungkinkan penumpang serta awak kabin untuk melumpuhkan pelaku. Netanyahu menegaskan bahwa tindakan heroik tersebut menyelamatkan 174 nyawa, termasuk warga Israel dan warga negara lainnya. Ia juga menyebut seorang penumpang bernama Yaniv Hayun sebagai pahlawan yang layak mendapat medali kehormatan global.
FlyDubai dalam pernyataan resminya mengonfirmasi adanya "perselisihan" di dek penerbangan, namun tidak menyebut secara spesifik mengenai penikaman. Maskapai asal Uni Emirat Arab itu menegaskan bahwa penyebab dan motif di balik insiden masih belum diketahui, dan mengimbau semua pihak untuk menahan diri dari spekulasi. Sementara itu, Kedutaan Besar India di Riyadh melaporkan bahwa Machchhar saat ini dirawat di rumah sakit Tabuk dan kondisinya dilaporkan stabil. Identitas penyerang belum diungkap, tetapi otoritas Saudi tengah melakukan interogasi.
Data dari situs pelacak penerbangan FlightRadar24 menunjukkan pesawat sempat mengalami penurunan drastis sebelum mengirimkan kode darurat "general emergency". Fluktuasi ekstrem tersebut mengindikasikan adanya gangguan serius pada kendali pesawat, yang konsisten dengan laporan adanya perkelahian di kokpit. Meskipun demikian, pihak berwenang belum merilis penyebab pasti dari manuver berbahaya tersebut.
"Meskipun ditikam dan terluka parah, ia melawan, membuka pintu kokpit, dan memungkinkan penumpang serta awak untuk mengalahkan penyerang — mencegah bencana besar di udara. Ia menyelamatkan 174 nyawa." — Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel
Insiden ini menimbulkan pertanyaan besar tentang prosedur keamanan penerbangan, terutama akses ke kokpit dan latar belakang awak pesawat. Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai motif penyerang, apakah terkait dengan terorisme, gangguan jiwa, atau faktor lain. Otoritas penerbangan sipil internasional diperkirakan akan meninjau ulang protokol keamanan di ruang kokpit, terutama untuk penerbangan yang melintasi wilayah konflik.
Bagi Indonesia, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan ketat terhadap awak pesawat dan prosedur darurat di dalam kabin. Maskapai nasional dan otoritas bandara dapat mengambil pelajaran dari respons cepat awak FlyDubai yang berhasil mencegah tragedi. Selain itu, insiden ini juga menyoroti perlunya kerja sama internasional dalam penyelidikan lintas negara, mengingat pesawat mendarat di Arab Saudi, korban warga India, dan tujuan penerbangan ke Israel.
Ke depan, penyelidikan atas insiden ini akan menjadi ujian bagi koordinasi keamanan penerbangan global. Apakah akan ada perubahan regulasi yang lebih ketat, ataukah ini akan menjadi kasus terisolasi yang segera dilupakan? Yang jelas, nyawa 174 orang bergantung pada keberanian satu pilot yang memilih melawan meski dalam kondisi terancam.



