Yusniel Abrahante Tantang Jordan Orozco: Misi Gulingkan Rekor 17-0 di DAZN
Baca dalam 60 detik
- Yusniel Abrahante akan menghadapi Jordan Orozco dalam laga co-main event Project Series di Caribe Royale Orlando, 2 Oktober, disiarkan langsung DAZN.
- Orozco membawa rekor sempurna 17-0 dengan 17 KO, sementara Abrahante dikenal sebagai pembunuh raksasa setelah mengalahkan Luis Coria yang saat itu tak terkalahkan.
- Abrahante mengejar gelar WBA Continental Americas Gold dan peluang mengubah arah kariernya di atas ring.

Petinju bantamweight Yusniel Abrahante (8-2, 1 KO) akan menghadapi ujian terberat dalam kariernya ketika berhadapan dengan Jordan Orozco (17-0, 17 KO) pada 2 Oktober mendatang di Caribe Royale Orlando, Florida. Duel ini menjadi co-main event dari Project Series yang disiarkan langsung melalui DAZN, hasil kerja sama Matchroom Boxing, Boxlab Promotions, dan BiYu Promotions. Bagi Abrahante, ini bukan sekadar pertarungan biasa—ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa catatan di atas kertas tidak menentukan hasil di dalam ring.
Orozco datang dengan reputasi mengerikan: 17 kemenangan, semuanya lewat knockout. Petinju asal Nikaragua itu belum pernah merasakan kekalahan sebagai profesional dan dikenal memiliki pukulan yang mampu mengakhiri pertarungan dalam sekejap. Namun, Abrahante tidak gentar. Ia justru melihat rekor sempurna lawannya sebagai peluang untuk menciptakan kejutan besar.
Abrahante bukan tipe petinju yang mudah goyah. Pada pertarungan sebelumnya, ia terbang ke markas Luis Coria—petinju yang belum terkalahkan dengan rekor 5-1 (5 KO)—dan berhasil menumbangkan Coria, memberikan kekalahan pertama dalam karier profesionalnya. Kemenangan itu tidak hanya mengejutkan publik, tetapi juga membuktikan bahwa Abrahante mampu tampil di bawah tekanan dan mengubah narasi yang sudah terbentuk.
“Saya tahu persis apa yang dibawa Jordan Orozco ke dalam ring, dan saya tahu semua orang melihat 17 knockout itu,” ujar Abrahante. “Kau tidak bisa knockout semua lawanmu secara kebetulan. Tapi saya tidak menerima pertarungan ini untuk mengagumi rekornya. Saya datang untuk mengujinya dengan cara yang belum pernah ia rasakan. Dia belum pernah melawan Yusniel Abrahante. Saya lapar, saya siap, dan saya percaya ini adalah pertarungan yang bisa mengubah karier saya. Pada 2 Oktober, saya akan membuat orang mengingat nama saya.”
Mentalitas underdog sudah menjadi bagian dari identitas Abrahante. Alih-alih merasa terbebani, ia justru menyambut label tersebut. “Saya suka menjadi underdog karena saya sudah menunjukkan apa yang bisa terjadi ketika orang meremehkan saya,” lanjutnya. “Mereka meremehkan saya melawan Luis Coria. Saya pergi ke kandangnya, bertarung dengan gaya saya, dan memberinya kekalahan pertama. Pengalaman itu memberi saya kepercayaan diri lebih karena saya belajar bahwa saya bisa tampil saat tekanan tinggi dan segalanya dianggap menguntungkan lawan. Jika orang ingin meragukan saya lagi, tidak masalah. Setiap keraguan memberi saya alasan untuk berlatih lebih keras.”
Bagi Abrahante, gelar WBA Continental Americas Gold yang saat ini dipegang Orozco bukan sekadar sabuk tambahan. Gelar itu adalah simbol validasi atas kerja keras dan pengorbanan bertahun-tahun. “Gelar itu berarti segalanya bagi saya karena apa yang diwakilinya,” katanya. “Saya tidak pergi ke sana hanya untuk memberi petinju tak terkalahkan itu malam yang sulit. Saya pergi ke sana untuk mengambil gelar itu dan membawanya pulang. Memenangkan gelar ini bisa membuka pintu untuk karier saya, dan saya paham apa yang dipertaruhkan.”
Presiden BiYu Promotions, Bobby Harrison, menilai pertarungan ini sebagai peluang besar bagi Abrahante. Menurutnya, keberanian dan rasa lapar Abrahante adalah faktor yang membuat duel ini menarik. “Ini adalah peluang besar bagi Yusniel, dan ini adalah tipe pertarungan yang ia inginkan,” kata Harrison. “Dia melawan petinju tak terkalahkan yang telah menumbangkan setiap lawannya. Kebanyakan petinju akan berpikir dua kali melihat rekor 17-0 dengan 17 KO. Yusniel melihatnya sebagai peluang. Itulah mentalitasnya. Dia lapar, percaya diri, dan setelah apa yang ia lakukan terhadap Luis Coria, ia tahu bisa mengubah seluruh narasi. Selain itu, ia menerima pertarungan ini dalam waktu singkat, yang menunjukkan pola pikirnya.”
Harrison juga menekankan bahwa penonton DAZN harus memperhatikan saat Abrahante melangkah ke ring. “Semua orang harus menonton pertarungan ini karena Anda akan melihat dua petinju dengan taruhan besar,” ujarnya. “Orozco melindungi rekor tak terkalahkannya, rekor knockout-nya, dan gelarnya. Yusniel bertarung untuk mengubah hidupnya dan membawa kariernya ke level berikutnya. Petinju yang lapar dengan motivasi seperti itu berbahaya. Yusniel tidak datang hanya untuk berpartisipasi dalam acara besar. Dia datang untuk membuat pernyataan.”
Pertarungan ini juga menjadi sorotan di kancah tinju internasional, terutama di divisi bantamweight yang penuh persaingan ketat. Kemenangan atas Orozco akan menempatkan Abrahante dalam radar penantang gelar dunia. Sebaliknya, kekalahan akan menjadi pukulan telak bagi ambisinya. Namun, dengan gaya bertarung yang agresif dan mentalitas underdog yang telah teruji, Abrahante yakin bisa menciptakan kejutan kedua dalam kariernya.
Bagi penggemar tinju di Indonesia, pertarungan ini bisa menjadi tontonan menarik untuk menyaksikan bagaimana seorang petinju yang dianggap lemah mampu bangkit melawan dominasi lawan yang belum terkalahkan. Ini adalah pelajaran tentang ketangguhan mental dan strategi di atas ring. Apakah Abrahante akan kembali membungkam keraguan, atau Orozco akan mempertahankan kesempurnaannya? Jawabannya akan terungkap pada 2 Oktober.



