SES Boxing Gala Aschersleben: Julian Vogel Incar Gelar Ganda, Artur Reis Comeback ke Kelas Asal
Baca dalam 60 detik
- Julian Vogel, juara WBO Junior kelas welter super, akan mempertahankan sabuknya sekaligus merebut gelar IBF Youth melawan Bakari Diallo pada 10 Oktober 2026 di Aschersleben.
- Artur Reis turun kembali ke kelas super middleweight untuk memperebutkan gelar WBC International Silver melawan Ismail Airoud setelah batal bertanding karena cedera.
- Michel Dobler, Max Suske, dan Arminius Rolle (16 tahun) menjadi sorotan dalam kartu bertarung yang akan disiarkan langsung MDR dan ARD.

Julian Vogel, petinju tak terkalahkan asal Aschersleben, akan kembali ke kota kelahirannya untuk mempertahankan gelar WBO Junior kelas welter super sekaligus merebut sabuk IBF Youth yang lowong. Duel melawan petinju Prancis Bakari Diallo pada 10 Oktober 2026 itu menjadi pertarungan gelar ganda pertama bagi Vogel, yang kini berusia 23 tahun dengan rekor 19-0-2 (10 KO).
Vogel, yang sebelumnya merebut gelar IBF Youth di kelas welter pada April 2025, berpeluang menjadi juara dunia ganda di kelasnya. Dukungan penonton tuan rumah diprediksi kembali membanjiri arena, mengingat ini menjadi pertarungan kandang keempat baginya. Diallo, 22 tahun, bukan lawan sembarangan: ia telah mencicipi 13 kemenangan dari 15 laga profesional, delapan di antaranya lewat KO.
Sementara itu, Artur Reis, petinju SES asal Wolfsburg, memilih kembali ke kelas super middleweight setelah batal mempertahankan gelar WBO di kelas light heavyweight karena cedera. Langkah ini dinilai strategis: Reis ingin menegaskan dominasinya di kelas yang membesarkan namanya. Lawan yang dihadapi, Ismail Airoud, petinju Italia yang berbasis di Dubai, memiliki rekor 12-1-0 (7 KO) dan dikenal memiliki pukulan keras.
Kartu bertarung ini juga menampilkan Michel Dobler, petinju heavyweight 23 tahun dari Team Germany, yang akan menjalani laga delapan ronde pertamanya. Dengan rekor tujuh kemenangan bersih, enam di antaranya KO, Dobler dianggap sebagai salah satu prospek masa depan Jerman. Lawannya, Srdan Govedarica dari Bosnia-Herzegovina, memiliki 12 kemenangan KO dari 14 kemenangan profesional, sehingga laga ini menjadi ujian sesungguhnya bagi Dobler.
Max Suske, petinju super middleweight asal Stralsund, akan menghadapi Mykola Vovk dari Rumania dalam pertarungan profesionalnya yang ke-16. Suske, yang pada Mei lalu menang TKO atas petinju Slovakia, Nedbai, dikenal memiliki gaya bertarung lugas dan disiplin. Vovk, yang berbasis di Nuremberg, punya pengalaman 25 laga profesional (16-9-0, 10 KO) dan bisa menjadi batu sandungan.
Yang tak kalah menarik, Arminius Rolle, petinju profesional termuda Jerman (16 tahun), akan menjalani laga perebutan gelar pertamanya. Ia akan melawan Amijan Sepic dari Bosnia untuk sabuk International German Super Lightweight. Jika menang, Rolle berpotensi menjadi pemegang gelar termuda dalam sejarah tinju profesional Jerman. Persiapan dilakukan di Berlin di bawah asuhan ayahnya, Robert Rolle, dengan format 10 ronde.
Dua petinju Magdeburg, Paul Schmidt (cruiserweight) dan Ole Rรคtzel (welter super), yang pada Mei lalu menang TKO ronde kedua di Magdeburg, akan kembali beraksi melawan lawan-lawan Ceko, Jiri Svachina dan Jan Balog. Dari akademi tinju Magdeburg pimpinan Max Ristig, Moaed "Mido" Azizieh juga akan menghadapi Marek Cureja. Sementara itu, Christoph Fricke, petinju super middleweight asal Aschersleben, akan menjalani laga profesional keduanya di kota sendiri melawan veteran Ceko, Ondrej Budera, yang telah mengoleksi 70 laga profesional dengan 19 kemenangan.
"Kembali ke akar" โ Artur Reis menegaskan ambisinya untuk kembali berjaya di kelas super middleweight setelah sempat tertunda karena cedera.
MDR akan menyiarkan gala tinju SES ini secara langsung dari Aschersleben mulai pukul 22.30 waktu setempat melalui program "SPORT im Osten โ Boxen live". Live streaming tersedia di perpustakaan media ARD dan sportschau.de. Detail lengkap kartu bertarung akan diumumkan pada konferensi pers Rabu depan.
Bagi penggemar tinju Indonesia, gala ini bisa menjadi referensi perkembangan tinju Eropa, terutama dalam pembinaan petinju muda seperti Rolle dan Dobler. Pertanyaannya, mampukah Vogel menyatukan dua sabuk juara dunia dalam satu malam, atau justru Diallo yang mencuri perhatian?



