Bursa Transfer: Delap Dinilai Sulit Mendarat di Como, Dua Hambatan Utama Menghadang
Baca dalam 60 detik
- Chelsea menolak melepas Liam Delap dengan skema pinjaman, mereka menginginkan penjualan permanen sekitar โฌ46 juta.
- Como telah menggelontorkan dana besar untuk Nico Paz dan Trevoh Chalobah, sehingga anggaran untuk Delap menjadi terbatas.
- Delap lebih memilih bertahan di Premier League musim depan, meski Como menawarkan tiket Liga Champions.

Liam Delap, penyerang tengah milik Chelsea, dikabarkan menjadi target klub promosi Serie A, Como. Namun, peluang kesepakatan tersebut terbilang tipis. Dua faktor utama menjadi penghambat: kebijakan transfer Chelsea yang menginginkan penjualan permanen, serta preferensi pribadi pemain yang ingin berkarier di Premier League.
Kabar ketertarikan Como pertama kali dihembuskan oleh jurnalis transfer kenamaan, Fabrizio Romano, awal pekan ini. Como disebut telah melakukan pendekatan awal kepada Chelsea untuk memboyong pemain berusia 23 tahun itu. Delap sendiri baru bergabung dengan The Blues pada musim panas lalu dengan nilai transfer mencapai โฌ35 juta dari Manchester City.
Di bawah kepelatihan Xabi Alonso yang baru, Delap diprediksi tidak akan menjadi bagian penting dari skuad utama. Kondisi ini membuka peluang kepergiannya, namun Chelsea tidak ingin sekadar melepasnya dengan status pinjaman. Dilansir Sky Sport Italia, The Blues menginginkan penjualan permanen dengan banderol sekitar โฌ46 juta.
Angka tersebut dinilai terlalu tinggi bagi Como, yang pada bursa transfer kali ini telah mengeluarkan dana besar. Klub milik keluarga Hartono itu telah menghabiskan โฌ60 juta untuk mengamankan kontrak Nico Paz, dan โฌ30 juta untuk menebus Trevoh Chalobah dari Chelsea. Belum lagi biaya untuk Yan Couto, Kaiki, Mattia Liberali, dan Luis Milla yang juga telah direkrut. Dengan pengeluaran yang sudah sedemikian besar, ruang gerak finansial Como untuk mendatangkan Delap menjadi sangat terbatas.
Selain soal finansial, ada faktor lain yang tak kalah penting: keinginan sang pemain. Laporan dari media Inggris menyebut Delap lebih memilih bertahan di Premier League untuk musim 2026-27, meskipun Como menawarkan jaminan tampil di Liga Champions. Bagi seorang pemain muda yang ingin mengembangkan karier, bermain di liga terkompetitif di dunia tampaknya masih menjadi prioritas utama.
Bagi pengamat sepak bola Italia, langkah Como yang berani mencoba mendatangkan pemain sekelas Delap menunjukkan ambisi besar klub yang baru promosi tersebut. Namun, realitas pasar menunjukkan bahwa negosiasi akan berjalan alot. Como tampaknya harus mencari alternatif lain jika ingin menambah amunisi lini depan.
Di sisi lain, situasi ini juga menjadi sinyal bagi klub-klub Premier League lain yang membutuhkan penyerang. Dengan harga yang ditawarkan Chelsea, Delap bisa menjadi incaran menarik bagi tim-tim papan tengah Inggris yang ingin memperkuat daya gedor mereka. Ketertarikan dari klub-klub seperti West Ham atau Crystal Palace bisa menjadi opsi yang lebih realistis bagi pemain yang ingin tetap berada di Inggris.
Bagi pembaca di Indonesia, kabar ini menarik karena Como sendiri memiliki koneksi dengan Indonesia melalui kepemilikan keluarga Hartono. Kehadiran pemain asal Inggris di klub tersebut tentu akan menambah daya tarik bagi penggemar sepak bola Tanah Air. Namun, tampaknya mimpi untuk melihat Delap berseragam Como musim depan harus pupus, setidaknya untuk saat ini.
Ke depannya, pertanyaan yang muncul adalah: akankah Chelsea menurunkan permintaan harga mereka? Atau mungkinkah Delap mempertimbangkan opsi pindah ke Italia demi pengalaman bermain di Liga Champions? Semua itu masih menjadi misteri yang akan terjawab seiring berjalannya bursa transfer.



