Milan Tolak Tawaran Porto untuk Gimenez: Nilai 15 Juta Euro Dinilai Terlalu Murah
Baca dalam 60 detik
- Porto mengajukan skema pinjaman gratis dengan opsi beli senilai 15 juta euro, namun AC Milan menilai angka tersebut tidak sepadan dengan nilai pasar Santiago Gimenez.
- Meski sang pemain dikabarkan sudah sepakat secara pribadi dengan pelatih Porto, Francesco Farioli, negosiasi antar klub masih menemui jalan buntu karena perbedaan nilai yang cukup jauh.
- Dengan Gonçalo Ramos sebagai pilihan utama di lini depan Milan, masa depan Gimenez di San Siro semakin tidak jelas, dan Porto harus segera meningkatkan tawaran jika ingin mengamankan servisnya sebelum bursa transfer ditutup.

AC Milan secara tegas menolak proposal yang diajukan Porto untuk striker asal Meksiko, Santiago Gimenez. Klub raksasa Serie A itu menilai struktur tawaran yang disodorkan klub asal Portugal tersebut tidak sebanding dengan nilai jual sang pemain, terutama setelah mereka menginvestasikan dana besar untuk membawanya dari Feyenoord pada Januari 2025.
Menurut laporan yang dirilis Fabrizio Romano dan dikutip MilanNews24, Porto menawarkan skema pinjaman gratis dengan opsi pembelian permanen senilai 15 juta euro. Klub asal Portugal itu juga menyertakan klausul yang mengubah opsi menjadi kewajiban membeli jika sejumlah kondisi terpenuhi. Namun, manajemen Milan langsung menolak mentah-mentah, dengan alasan angka tersebut terlalu rendah untuk melepas pemain yang mereka nilai masih memiliki potensi besar.
Penolakan ini bukan tanpa pertimbangan. Milan merasa bahwa Gimenez, yang diboyong dengan biaya lebih dari 30 juta euro, masih memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi dibanding tawaran Porto. Meskipun performanya di musim ini tidak konsisten, klub asal Lombardy itu enggan melepasnya dengan harga yang mereka anggap di bawah pasar. Porto sendiri sebenarnya memiliki satu kartu truf: Gimenez dikabarkan telah memberikan persetujuan pribadi untuk pindah setelah berbicara dengan pelatih kepala Francesco Farioli.
Kesepakatan personal tersebut memang memperkuat posisi Porto dalam negosiasi, tetapi tetap tidak menutup celah finansial yang cukup lebar di antara kedua klub. Gimenez, yang sempat menjadi andalan di Feyenoord, justru kesulitan menemukan performa terbaiknya di Serie A. Sejak bergabung, ia hanya mampu mencetak tujuh gol dan enam assist dari 37 penampilan di semua kompetisi. Cedera pergelangan kaki yang dideritanya setelah Piala Dunia 2025 juga memaksanya absen pada seluruh sesi pramusim, sehingga kondisinya belum sepenuhnya pulih.
Di sisi lain, kehadiran Gonçalo Ramos yang menjadi pilihan utama di bawah asuhan Ruben Amorim membuat peluang bermain Gimenez semakin sempit. Milan pun melihat tidak ada peran yang jelas bagi pemain berusia 24 tahun itu di skuad musim ini. Namun, mereka tetap bersikeras untuk tidak melepasnya dengan harga yang dianggap tidak adil. Porto kini berada dalam posisi sulit: mereka harus segera meningkatkan tawaran jika ingin mengamankan tanda tangan Gimenez sebelum jendela transfer ditutup.
Bagi pengamat sepak bola Italia, sikap Milan ini menunjukkan bahwa mereka tidak ingin terkesan menjual aset dengan harga murah, terutama setelah investasi besar yang mereka keluarkan. Di sisi lain, Porto berharap kesepakatan pribadi dengan pemain bisa menjadi tekanan bagi Milan untuk menurunkan permintaan. Namun, dengan waktu yang semakin sempit, kedua klub harus segera menemukan titik temu. Apakah Porto akan berani menaikkan tawaran, atau justru mencari alternatif lain? Keputusan dalam beberapa hari ke depan akan menentukan arah karier Gimenez.



