Vicario: 'Bermain untuk Juventus adalah Mimpi Seumur Hidup'
Baca dalam 60 detik
- Kiper asal Italia itu resmi dipinjam dari Tottenham, mengakhiri saga panjang bursa transfer Bianconeri.
- Vicario mengaku kebanggaan luar biasa bisa membela klub sebesar Juventus, sebuah ambisi yang ia kejar sejak kecil.
- Kedatangannya diharapkan memperkuat lini pertahanan Juventus yang tengah membangun kembali kejayaan di Serie A.

Guglielmo Vicario akhirnya resmi berseragam Juventus. Kiper internasional Italia itu menyelesaikan kepindahan pinjaman dari Tottenham Hotspur pada Selasa (25/6/2025), dan dalam wawancara pertamanya dengan kanal resmi klub, ia tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Bagi Vicario, ini bukan sekadar transfer biasa—ini adalah puncak dari mimpi yang ia pelihara sejak masih bocah.
“Emosinya sangat besar, karena ini sedikit banyak mimpi seumur hidup,” ujarnya, seperti dikutip dari AlfredoPedulla.com. Ia mengaku sudah menantikan momen ini sejak kecil, meski sadar tak ada kepastian bahwa mimpi itu akan terwujud. “Sejak kecil saya selalu bermimpi dan berharap akan momen ini, meski tentu saja kita tak pernah punya kepastian akan benar-benar berhasil. Jadi saya sangat bangga pada diri sendiri dan keluarga saya karena bisa sampai di sini.”
Bagi Vicario, mewakili Juventus adalah pencapaian tertinggi dalam karier. “Memiliki kesempatan untuk mewakili Juventus adalah batas mutlak yang bisa Anda minta dalam hidup dalam hal ambisi,” tegasnya. Ia juga menyadari beban besar yang menyertai seragam tersebut, namun justru menyambutnya dengan tangan terbuka. “Mewakili warna ini, klub ini, sejarah ini adalah rasa tanggung jawab yang sangat besar, dan saya dengan senang hati menerimanya. Saya merasakannya dari lubuk hati yang paling dalam.”
Kedatangan Vicario mengakhiri saga panjang pencarian kiper yang membentang hampir sepanjang bursa transfer musim panas Juventus. Sebelumnya, klub asal Turin itu sempat memburu nama-nama besar seperti Alisson Becker dan Emiliano Martinez, sebelum akhirnya memutuskan untuk memboyong kiper berusia 28 tahun tersebut. Keputusan ini menandai strategi baru Juventus yang lebih pragmatis dalam belanja pemain, mengingat kondisi keuangan klub yang masih dalam tahap pemulihan.
Perjalanan karier Vicario tidaklah instan. Produk akademi Udinese ini membangun reputasinya melalui serangkaian peminjaman di Venezia, Perugia, Cagliari, dan Empoli. Total 69 penampilan di Serie A menjadi modal berharganya sebelum Tottenham merekrutnya pada 2023. Di Inggris, ia tampil impresif dengan 117 penampilan dan mempersembahkan trofi Liga Europa, sebelum akhirnya kembali ke Italia untuk tantangan baru.
Kepindahan ini juga menjadi angin segar bagi persaingan di Serie A. Dengan kehadiran Vicario, Juventus diprediksi akan semakin solid di bawah mistar. Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah ia mampu memenuhi ekspektasi tinggi publik Turin yang terbiasa dengan kiper-kiper legendaris seperti Gianluigi Buffon? Tekanan itu tentu tak ringan, tetapi Vicario tampak siap memikulnya.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa bernegosiasi di bursa transfer. Selain itu, performa Vicario di Juventus akan memengaruhi dinamika persaingan di Serie A, yang kerap menjadi tontonan favorit pecinta sepak bola Tanah Air. Apakah ia akan menjadi kunci kebangkitan Juventus? Hanya waktu yang bisa menjawab, tetapi satu hal yang pasti: mimpi masa kecilnya telah menjadi kenyataan.



