Liverpool Incar Lamine Camara, Gelandang Monaco yang Lebih Lengkap dari Szoboszlai
Baca dalam 60 detik
- Liverpool dikabarkan serius mengejar Lamine Camara, gelandang Monaco yang diyakini memiliki profil lebih komplet dibanding Dominik Szoboszlai.
- Direktur olahraga Julian Ward disebut sebagai pengagum berat Camara, dan The Reds siap membayar harga yang diminta.
- Jika transfer terealisasi, kedatangan Camara berpotensi mengubah lini tengah Liverpool sekaligus memberi dampak pada pasar pemain Asia, termasuk Indonesia.

Liverpool dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah konkret untuk merekrut Lamine Camara, gelandang muda Monaco yang dianggap memiliki kualitas lebih menyeluruh dibanding Dominik Szoboszlai. Ketertarikan ini muncul di tengah upaya manajer Andoni Iraola mencari komposisi ideal di lini tengah, setelah performa tim dinilai belum stabil sejak awal musim.
Menurut laporan yang beredar, Direktur Olahraga Liverpool, Julian Ward, merupakan pengagum berat pemain berusia 22 tahun tersebut. Ward bahkan disebut siap membayar harga yang diminta Monaco, yang kabarnya mencapai sekitar 60 juta poundsterling pada 2027. Ketertarikan itu bukan hal baru, namun posisi Ward sebagai pengambil keputusan membuat peluang Liverpool semakin serius.
Camara, yang pernah memperkuat Metz, tampil impresif bersama Monaco di Ligue 1 musim ini. Dalam enam penampilan, ia mencatatkan satu assist dengan akurasi umpan mencapai 92 persen dan hanya kehilangan bola 8,8 kali per pertandingan. Angka-angka itu menempatkannya di atas Szoboszlai, yang saat ini lebih sering dimainkan sebagai gelandang bertahan dengan akurasi 87 persen dan kehilangan bola 16,2 kali per laga.
Meski demikian, Szoboszlai unggul dalam hal kreativitas dengan rata-rata 2,2 umpan kunci per pertandingan, jauh di atas Camara yang hanya 0,6. Namun, Camara lebih baik dalam hal dribel sukses (1,2 berbanding 0,4) dan jauh lebih dominan dalam aspek pertahanan. Pelatih Monaco, Filipe Luis, bahkan menyebut Camara sebagai "salah satu gelandang terbaik di dunia saat ini".
"Dia memiliki kelengkapan permainan yang bahkan tidak dimiliki Szoboszlai," tulis laporan tersebut, mengutip analisis performa kedua pemain.
Liverpool sendiri belum merekrut gelandang senior sejak 2023, ketika mereka mendatangkan empat pemain sekaligus, termasuk Szoboszlai. Keputusan itu diambil setelah Ward membatalkan kesepakatan untuk Jude Bellingham dan memilih merombak lini tengah secara menyeluruh. Kini, dengan kontrak Alexis Mac Allister yang masih belum jelas, kebutuhan akan tambahan tenaga di sektor tengah kembali mencuat.
Selain Camara, nama Alex Scott, mantan pemain Bournemouth yang pernah diasuh Iraola, juga disebut sebagai opsi. Namun, ketertarikan Ward terhadap Camara dinilai lebih kuat. Kompetisi untuk mendapatkan pemain Senegal itu pun semakin ketat setelah performa apiknya di awal musim, tetapi Liverpool dikabarkan tidak gentar dan siap bersaing.
Konteks Indonesia
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, saga transfer ini menarik untuk dicermati. Liverpool adalah salah satu klub dengan basis suporter terbesar di Tanah Air, sehingga setiap pergerakan di bursa transfer selalu menjadi perbincangan hangat. Kedatangan Camara bisa mengubah gaya bermain The Reds, yang tentu akan memengaruhi cara tim ini tampil di kompetisi Eropa dan laga pramusim yang kerap digelar di Asia, termasuk Indonesia.
Selain itu, nilai transfer yang besar dapat berdampak pada dinamika pasar pemain global. Jika Camara benar-benar dibanderol 60 juta poundsterling, ini bisa menjadi tolok ukur baru bagi harga gelandang muda, yang pada akhirnya juga memengaruhi nilai jual pemain-pemain Asia di pasar Eropa. Klub-klub Indonesia yang ingin menjual pemain ke luar negeri mungkin perlu menyesuaikan ekspektasi harga.
Ke depan, apakah Liverpool akan bergerak cepat di jendela transfer Januari, atau menunggu hingga musim panas? Dengan persaingan yang semakin ketat, keputusan Ward dan Iraola akan menjadi indikator arah kebijakan transfer klub. Sementara itu, para penggemar di Indonesia hanya bisa berharap sang pemain dapat beradaptasi cepat jika benar-benar berseragam merah.



