Serie A 2026-27: Enam Pelatih Baru dan Deretan Rekrutan Mahal Siap Menggebrak
Baca dalam 60 detik
- Liga Italia musim 2026-27 dibuka dengan empat laga perdana, diwarnai perombakan besar di sejumlah klub besar.
- Setidaknya enam tim menunjuk pelatih anyar, sementara Inter, Juventus, dan Milan mengandalkan rekrutan baru di lini kunci.
- Bursa transfer masih terbuka hingga 1 September, berpotensi mengubah komposisi tim dan peta persaingan.

Liga Italia Serie A musim 2026-27 resmi bergulir akhir pekan ini dengan empat pertandingan pembuka yang sarat gengsi, sekaligus menandai babak baru bagi sejumlah klub yang melakukan revolusi skuad dan kursi pelatih. Inter Milan akan menjamu Monza, Udinese berhadapan dengan Como, Parma meladeni Cagliari, dan Genoa menjamu Napoliโlaga-laga yang tak hanya menentukan awal musim, tetapi juga menjadi ujian pertama bagi para pelatih anyar dan rekrutan mahal yang diharapkan langsung memberikan dampak.
Musim ini, peta kekuatan Serie A tampak lebih cair dari biasanya. Setidaknya enam klub memutuskan berganti arsitek: Atalanta menunjuk Maurizio Sarri, Bologna mempercayakan kursi kepada Domenico Tedesco, Fiorentina merekrut Fabio Grosso, Lazio memilih Gennaro Gattuso, Milan menggaet Ruben Amorim, dan Napoli menyerahkan kendali kepada Massimiliano Allegri. Sementara itu, Inter yang mempertahankan Christian Chivu dan Juventus yang tetap setia pada Luciano Spalletti memilih stabilitas, meski keduanya sama-sama aktif di bursa transfer.
Perombakan pemain juga tak kalah masif. Inter mendatangkan bek John Stones dari Manchester City dan Djed Spence dari Tottenham Hotspur, dengan Spence diproyeksikan langsung mengisi pos bek kanan pengganti Denzel Dumfries. Juventus memperkuat lini belakang dan depan dengan kiper Guglielmo Vicario serta penyerang Randal Kolo Muani, dua pemain yang sebelumnya membela Tottenham. Milan, di bawah Amorim, memboyong bek Mario Gila, sayap Diego Moreira, dan striker Gonรงalo Ramos. Roma pun tak mau ketinggalan dengan kehadiran Nahuel Molina dan Rodrigo Mora yang diharapkan menjadi langganan starter.
Fenomena menarik terjadi di Como, yang berani melakukan perubahan besar di lini pertahanan dengan tiga starter baru, termasuk mantan bek Chelsea Trevoh Chalobah. Como juga menjadi salah satu klub yang paling agresif di bursa, menarik enam pemain asal Inggris ke Serie A musim panas ini. Fiorentina bahkan disebut akan mengganti separuh starting XI musim lalu dengan enam wajah baru, menandakan ambisi besar klub asal Tuscany tersebut untuk bersaing di papan atas.
Namun, bursa transfer belum ditutup. Klub-klub Serie A masih memiliki waktu hingga 1 September untuk menambah amunisi, dan banyak pelatih yang mengeluhkan ketidaklengkapan skuad mereka di awal musim. Situasi ini menciptakan ketidakpastian, terutama bagi tim yang baru saja berganti pelatih dan masih mencari ritme permainan. Apakah para rekrutan anyar akan langsung tampil impresif, atau justru butuh waktu beradaptasi? Jawabannya akan mulai terlihat di pekan-pekan awal yang penuh intrik ini.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, Serie A selalu memiliki daya tarik tersendiri. Banyak pemain yang pernah merumput di liga ini menjadi idola, dan gaya permainan taktis ala Italia sering menjadi bahan diskusi hangat. Musim ini, persaingan yang ketat dan kehadiran pelatih-pelatih top Eropa diprediksi akan meningkatkan kualitas pertandingan, sekaligus menjadi tontonan menarik bagi pecinta sepak bola Tanah Air yang kerap mengikuti siaran langsung liga Italia.
Dengan masih terbukanya bursa transfer, skenario ke depan masih sangat dinamis. Apakah Inter mampu mempertahankan gelar dengan skuad yang dirombak? Bisakah Napoli kembali bersaing di bawah Allegri? Atau justru kejutan datang dari Como dan Fiorentina yang tampil agresif? Satu hal yang pasti, Serie A musim ini menjanjikan persaingan sengit hingga akhir musim.



