Lisa Vanderpump Buka Hotel di Las Vegas, Siap Tinggalkan Warisan
Baca dalam 60 detik
- Lisa Vanderpump akan meluncurkan hotel di Las Vegas Strip dan mengungkap ambisinya dalam trailer serial terbaru Bravo.
- Ia menegaskan komitmennya untuk mewujudkan proyek tersebut meski dihadapkan pada berbagai rintangan.
- Serial 'Vanderpump Rules' mengalami perombakan besar dengan pemain baru yang diyakini akan menarik bagi penonton.

Lisa Vanderpump, bintang reality TV berusia 66 tahun, tengah bersiap membuka hotel di Las Vegas Strip. Proyek ambisius ini bukan sekadar bisnis baru, melainkan upaya meninggalkan warisan yang bertahan lama. Dalam trailer serial terbatas Bravo berjudul Vanderpump Rules: Lisa Las Vegas, ia mengungkapkan visinya dengan penuh keyakinan.
Vanderpump menyampaikan pesan menyambut dalam trailer: "Halo sayang, aku sudah menunggumu! Aku senang kamu menelepon The Vanderpump Hotel โ surat cinta kecilku untuk Las Vegas. Hotel ini mencerminkan keindahan, kehangatan, dan perasaan bahwa seseorang benar-benar memikirkanmu sebelum kamu tiba." Pernyataan ini menegaskan pendekatan personal yang ingin ia hadirkan di industri perhotelan.
Dalam klip bergaya konfesional, ia menambahkan, "Kita punya dua minggu menuju pembukaan besar. Namaku ada di sana, jadi aku ingin menciptakan warisan." Ia pun tak gentar menghadapi hambatan. "Apa pun yang terjadi, entah neraka atau air bah, atau lubang di langit-langit, hotel ini akan tetap dibuka dalam dua minggu," tegasnya.
Serial Vanderpump Rules sendiri telah mengalami perombakan sebelum musim ke-12. Vanderpump menyebut musim terbaru terasa "sangat berbeda". Ia yakin para pemain baru akan sukses di mata penonton dalam jangka panjang. Kepada People, ia menjelaskan, "Kelanjutan adalah esensi bekerja di bisnis restoran, dan aku masih di sini. Hal terpenting dalam acara seperti ini adalah hubungan, orang-orang, dan kohesi, dan itu sangat berbeda."
Ia menambahkan, "Mereka orang yang sangat berbeda. Dunia telah berubah. Dunia telah bergerak maju. Menurutku Gen Z sangat berbeda dari orang muda 12 tahun lalu." Perubahan ini mencerminkan adaptasi acara terhadap lanskap sosial yang terus berkembang.
Musim ke-12 menampilkan pemain baru yang lebih muda dan energik, berbeda dari musim-musim sebelumnya yang menyoroti masalah serius seperti pernikahan dan bisnis. Vanderpump menegaskan, "Kami tidak akan pernah mencoba melakukan acara yang sama lagi. Kami sudah melakukannya. Kami telah bergerak maju. Masalah yang dihadapi pemain lama di akhir Vanderpump Rules jauh lebih besar dan serius. Sedangkan ini, mereka orang-orang muda yang nakal, lucu, dan menjalani hidup terbaik mereka. Jadi ini semacam kembali ke akar rumput."
Langkah Vanderpump membuka hotel di Las Vegas juga menarik perhatian dari sisi bisnis hiburan. Las Vegas merupakan pusat industri perhotelan dan hiburan global, dengan tingkat okupansi yang tinggi. Kehadiran hotel bertema selebriti seperti ini dapat memperkuat daya tarik kota tersebut bagi wisatawan milenial dan Gen Z. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam mempertahankan kualitas layanan dan ekspektasi tinggi penggemar.
Bagi Indonesia, fenomena ini bisa menjadi pelajaran tentang bagaimana selebriti atau influencer mengembangkan merek pribadi ke sektor hospitality. Beberapa artis Indonesia juga mulai merambah bisnis hotel dan restoran, meski skala dan pendekatannya berbeda. Keberhasilan Vanderpump dalam mengintegrasikan acara realitas dengan bisnis nyata menunjukkan potensi sinergi antara konten dan komersial.
Ke depan, apakah hotel ini akan sukses seperti restoran-restoran Vanderpump sebelumnya? Atau justru menghadapi tantangan tersendiri di pasar Las Vegas yang kompetitif? Publik akan menyaksikannya melalui serial yang akan datang.



