Craig Revel Horwood Puji Delta Goodrem 'Spektakuler' di Strictly Come Dancing
Baca dalam 60 detik
- Juri senior Strictly Come Dancing, Craig Revel Horwood, menyebut penampilan Delta Goodrem sebagai salah satu yang paling memukau pada pekan perdana.
- Ia menekankan pentingnya teknik bersih di awal kompetisi, namun mengingatkan bahwa dukungan publik bisa membalikkan posisi peserta di papan bawah.
- Movie Week yang akan datang diyakini memberi peserta kesempatan menyembunyikan rasa gugup di balik karakter film yang diperankan.

Craig Revel Horwood, juri senior dalam ajang Strictly Come Dancing, memberikan apresiasi tinggi terhadap penampilan penyanyi Australia Delta Goodrem pada pekan perdana kompetisi dansa populer BBC tersebut. Dalam wawancara di program pendamping Strictly Come Dancing: It Takes Two, Horwood menyebut Goodrem sebagai peserta yang mampu menyatu dengan koreografi secara total.
"Dia benar-benar melebur dalam tarian itu, dan penampilannya spektakuler. Anda bisa melihat ia akan melaju jauh di kompetisi ini," ujar Horwood, mengutip kanal hiburan Bang Premier, beberapa waktu lalu.
Pujian tersebut bukan tanpa alasan. Goodrem, yang telah malang melintang di panggung musik internasional, memang belum pernah menjejakkan kaki di lantai dansa ballroom. Dalam pernyataannya kepada BBC, ia mengaku telah tampil di berbagai panggung—dari televisi, teater, lokasi syuting, hingga tur dunia—namun Strictly menjadi pengalaman pertamanya di dunia dansa kompetitif. "Saya sangat senang bisa bergabung dan tidak sabar untuk memulai," katanya.
Selain memuji Goodrem, Horwood juga menyoroti pentingnya penguasaan teknik dasar bagi peserta yang masih berjuang, seperti Dame Sarah Storey dan Shaun Wright-Phillips. Menurutnya, menjaga kebersihan langkah dan mengasah teknik sebanyak mungkin di pekan-pekan awal akan sangat memengaruhi penilaian juri. "Tapi ingat, jika Anda berada di posisi bawah klasemen, publik bisa mendorong Anda ke puncak. Jadi Anda juga harus memenangkan hati dan pikiran seluruh negeri," tambahnya.
Pernyataan tersebut menyiratkan bahwa kompetisi ini bukan sekadar adu keterampilan dansa, melainkan juga pertarungan popularitas. Dukungan pemirsa di rumah memiliki bobot besar yang bisa mengubah nasib peserta, bahkan yang secara teknis tertinggal. Fenomena ini kerap menjadi bumerang bagi peserta yang tampil apik namun kurang mendapat simpati publik.
Menghadapi Movie Week, Horwood mengaku selalu menantikan kejutan yang dibawa para peserta. Ia mengaku sering tidak mengenali mereka karena riasan dan kostum yang tebal. "Tema film atau pekan bertema memberi mereka topeng untuk bersembunyi, sehingga mereka tidak menari sebagai diri sendiri, melainkan sebagai karakter. Itu sangat mengurangi rasa gugup karena Anda memerankan orang lain," jelasnya.
Bagi industri hiburan Indonesia, dinamika Strictly Come Dancing menawarkan pelajaran tentang bagaimana kompetisi berbakat dapat membangun narasi yang kuat dan melibatkan penonton secara emosional. Format serupa telah diadopsi di berbagai negara, termasuk Indonesia, dengan penekanan pada pengembangan bakat lokal dan interaksi dengan penggemar. Keberhasilan Delta Goodrem, seorang penyanyi yang beralih ke dansa, juga menunjukkan bahwa batas antara disiplin seni semakin tipis dan kolaborasi lintas genre menjadi nilai jual.
Ke depan, apakah penampilan spektakuler di pekan perdana cukup untuk mengantar Delta Goodrem ke babak final, atau akankah kejutan dari peserta lain dan strategi publik mengubah peta kompetisi? Strictly Come Dancing masih menyisakan banyak episode, dan Movie Week akan menjadi ujian sesungguhnya.



