Tom Cruise dan 'War of the Worlds' Kembali ke Puncak Streaming, Sinyal Kebangkitan Film Lama?
Baca dalam 60 detik
- Film 'War of the Worlds' (2005) arahan Steven Spielberg kembali menembus 10 besar daftar tontonan HBO Max Amerika Serikat.
- Kemunculan film ini bersamaan dengan perilisan 'Digger', proyek terbaru Tom Cruise yang diedarkan Warner Bros. Discovery.
- Fenomena ini menyoroti strategi streaming dalam memanfaatkan katalog lama untuk membangun antisipasi menjelang rilis film baru.

Film War of the Worlds (2005) yang disutradarai Steven Spielberg dan dibintangi Tom Cruise kembali mencuri perhatian di platform streaming HBO Max. Meski bukan judul baru—film ini telah tersedia sejak 2023—ia berhasil menduduki peringkat kesembilan film paling banyak ditonton di Amerika Serikat. Posisi puncak saat ini ditempati Backrooms dari A24, disusul Supergirl (DC Studios) dan film perampokan Fuze (2025).
Kemunculan kembali War of the Worlds di jajaran atas bukan tanpa alasan. Film ini mencuat tepat sebelum perilisan Digger, proyek terbaru Cruise yang disutradarai Alejandro G. Iñárritu (Birdman) dan akan tayang di bioskop akhir pekan ini. Digger didistribusikan oleh Warner Bros. Discovery, perusahaan induk HBO Max, sehingga memungkinkan pelanggan menemukan judul-judul terkait di platform. Dua film Cruise lainnya juga menghuni daftar: American Made (2017) di posisi keempat dan The Revenant (2015) arahan Iñárritu di peringkat keenam.
Dibandingkan dengan judul-judul sci-fi Cruise lainnya seperti Minority Report (2002) dan Edge of Tomorrow (2014), War of the Worlds memang sempat tenggelam dalam diskursus publik. Namun, daya tariknya sebagai adaptasi novel klasik H.G. Wells (1898) tetap kuat. Film ini menampilkan Cruise sebagai Ray Ferrier, operator derek yang berjuang melindungi keluarganya dari invasi alien. Selain Cruise dan Dakota Fanning, film ini juga dibintangi Justin Chatwin, Miranda Otto, Tim Robbins, Morgan Freeman, dan Channing Tatum. Dua bintang film adaptasi 1953, Gene Barry dan Ann Robinson, turut tampil sebagai kakek-nenek.
Kesuksesan War of the Worlds di platform streaming juga tidak lepas dari sejarah adaptasi karya Wells yang telah berkali-kali diangkat ke layar. Orson Welles pernah membuat drama radio pada 1938 yang begitu meyakinkan hingga sebagian pendengar percaya invasi alien benar-benar terjadi. Pada 2025, Universal Pictures merilis versi baru War of the Worlds yang dibintangi Ice Cube dan Eva Longoria, disajikan sepenuhnya melalui layar komputer, dan mendapat predikat sebagai salah satu film terburuk sepanjang masa.
“Fenomena ini menunjukkan bahwa katalog lama dapat menjadi aset strategis untuk membangun antisipasi terhadap perilisan film baru,” ujar seorang analis industri hiburan yang enggan disebutkan namanya.
Bagi pasar Indonesia, kebangkitan film-film lama di platform streaming global seperti HBO Max dapat menjadi cerminan perilaku konsumen lokal. Layanan streaming di Indonesia semakin agresif menawarkan konten katalog, dan penonton cenderung mencari judul-judul yang berkaitan dengan bintang atau sutradara yang sedang naik daun. Hal ini membuka peluang bagi platform lokal untuk mengoptimalkan pustaka film lama mereka, terutama menjelang perilisan film baru yang dibintangi aktor populer.
Ke depan, menarik untuk melihat apakah tren ini akan memicu gelombang serupa untuk film-film Cruise lainnya, atau bahkan mendorong platform streaming untuk lebih aktif mempromosikan katalog lama mereka. Apakah penonton akan terus kembali ke film-film klasik, ataukah ini hanya efek sementara dari perilisan Digger? Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti: Tom Cruise masih menjadi magnet, baik di layar lebar maupun di ruang tamu.



