Everland Buka Voting Nama Bayi Panda: Lima Kandidat Berebut Jadi 'Harta Karun'
Baca dalam 60 detik
- Taman hiburan terbesar di Korea Selatan, Everland, menggelar pemungutan suara publik untuk menentukan nama bayi panda betina berusia 77 hari.
- Lima nama finalis semuanya berakhiran 'Bao' yang bermakna 'harta', melanjutkan tradisi penamaan panda di keluarga tersebut.
- Nama pemenang akan diumumkan pada September mendatang, bertepatan dengan hari jadi panda yang ke-100 hari.

Everland, taman hiburan terbesar di Korea Selatan, membuka keran partisipasi publik melalui voting daring untuk menentukan nama bayi panda betina yang kini berusia 77 hari. Lima kandidat nama telah disaring dari ribuan usulan, dan masyarakat dapat memberikan suara hingga 30 Agustus mendatang.
Seluruh kandidat nama yang diajukan terdiri dari dua karakter dengan akhiran 'Bao', yang dalam bahasa Mandarin berarti 'harta karun'. Pemilihan ini bukan tanpa alasan; tradisi penamaan panda di keluarga ini memang selalu menyematkan kata tersebut, sebagaimana terlihat pada nama-nama panda sebelumnya seperti Ai Bao, Le Bao, dan Pu Bao.
Lima nama yang memperebutkan hak untuk disandang si kecil adalah Ju Bao ('giok berharga'), Jun Bao ('harta yang luar biasa'), Lin Bao ('harta seindah giok'), Yu Bao ('harta yang diberkati'), serta Shu Bao ('harta yang bersinar di pagi hari'). Menurut keterangan resmi Everland, kelima nama ini terpilih dari lebih dari 10.000 usulan yang masuk pada bulan lalu, menunjukkan antusiasme publik yang tinggi terhadap kelahiran panda tersebut.
Voting dapat dilakukan melalui aplikasi Everland, di area Panda World, maupun melalui kanal media sosial Kedutaan Besar Tiongkok untuk Korea Selatan. Nama pemenang akan diumumkan pada pertengahan September, tepat saat bayi panda menginjak usia 100 hariโsebuah tonggak penting dalam tradisi penamaan panda di kawasan Asia Timur.
Sebagai daya tarik tambahan, Everland menyiapkan hadiah bagi 21 peserta terpilih yang beruntung. Hadiah tersebut mencakup perjalanan ke pangkalan panda di Tiongkok, undangan untuk menghadiri perayaan 100 hari bayi panda, merchandise berupa jejak kaki panda, serta tiket masuk Everland. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk meningkatkan engagement pengunjung sekaligus memperkuat citra taman hiburan tersebut sebagai destinasi ramah keluarga.
Fenomena penamaan panda ini sebenarnya bukan sekadar ajang seremonial belaka. Di baliknya, terdapat dinamika diplomasi dan konservasi yang lebih luas. Panda raksasa, yang merupakan simbol nasional Tiongkok, sering kali menjadi alat diplomasi lunak (panda diplomacy) yang mempererat hubungan bilateral. Kehadiran panda di Korea Selatan, misalnya, merupakan hasil kerja sama penelitian antara kedua negara yang dimulai pada 2016. Kontrak 15 tahun tersebut mencakup pengiriman panda ke Tiongkok jika anaknya lahir di luar negeri, seperti yang terjadi pada Pu Bao yang dikirim ke Wolong Shenshuping Base di Provinsi Sichuan pada 2024.
Bagi Indonesia, fenomena ini menawarkan refleksi menarik tentang bagaimana satwa langka dapat menjadi jembatan diplomasi dan edukasi publik. Meski Indonesia tidak memiliki panda, negara kita kaya akan satwa endemik seperti komodo dan orangutan yang juga menarik perhatian dunia. Upaya konservasi yang melibatkan partisipasi publik, seperti voting penamaan, bisa menjadi inspirasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian satwa. Selain itu, momen seperti ini juga berpotensi mendongkrak sektor pariwisata, sebagaimana terlihat dari antusiasme pengunjung Everland yang meningkat sejak kelahiran bayi panda tersebut.
Ke depannya, pertanyaan yang muncul adalah apakah tradisi penamaan dengan akhiran 'Bao' akan terus dipertahankan untuk generasi panda berikutnya, dan bagaimana kelanjutan kerja sama riset antara Korea Selatan dan Tiongkok setelah kontrak 15 tahun berakhir pada 2031. Apakah bayi panda ini akan tetap tinggal di Korea atau suatu saat harus kembali ke Tiongkok seperti kakaknya? Keputusan tersebut tentu akan dinantikan banyak pihak, tidak hanya oleh warga Korea, tetapi juga oleh para pengamat hubungan internasional dan pecinta satwa di seluruh dunia.



