CD Projekt Red Tolak Crossover di The Witcher, Ini Alasan di Baliknya
Baca dalam 60 detik
- CD Projekt Red memilih tidak menghadirkan konten crossover di game buatannya sendiri, meski franchise-nya sering muncul di judul lain.
- Kebijakan ini didasari keinginan menjaga kesetaraan konten di semua platform, bukan sekadar strategi bisnis semata.
- Studio membuka peluang perubahan sikap jika respons pasar terhadap kolaborasi eksternal dinilai positif.

CD Projekt Red menegaskan tidak akan menghadirkan karakter atau elemen dari waralaba lain ke dalam game besutannya, meskipun franchise The Witcher dan Cyberpunk kerap menjadi tamu di judul-judul populer. Keputusan ini diungkapkan langsung oleh level design lead studio tersebut, Miles Tost, di sela acara BlizzCon belum lama ini.
Kebijakan tersebut bukan tanpa alasan. Tost menjelaskan bahwa CD Projekt Red sangat menjunjung tinggi prinsip kesetaraan konten di seluruh platform. Artinya, pemain yang membeli game di toko mana pun harus mendapatkan pengalaman yang sama utuh, tanpa ada konten yang dikunci hanya untuk platform atau mitra tertentu.
"Kami tidak ingin ada konten yang eksklusif hanya karena tempat pembelian," ujar Tost, seperti dikutip dari wawancara dengan Polygon. Ia menambahkan bahwa studio lebih memilih bonus fisik seperti hoodie eksklusif atau set kartu edisi khusus untuk pre-order, ketimbang memotong konten digital dari versi standar.
Meski begitu, bukan berarti pintu kolaborasi tertutup rapat. Tost menyatakan bahwa pihaknya selalu terbuka untuk mencari cara-cara menarik dalam berkolaborasi. "Kami tidak berpikir sekali melakukan sesuatu lalu tidak akan pernah melakukannya lagi," imbuhnya. Ia juga menyebut akan mendengarkan masukan dari pengumuman di BlizzCon dan melihat respons pasar sebelum memutuskan langkah selanjutnya.
"Satu hal yang sangat kami hargai adalah tidak adanya konten yang murni eksklusif tergantung di mana Anda membelinya. Kami ingin memastikan bahwa jika Anda membeli game dan memainkannya, Anda selalu mendapatkan versi lengkapnya." โ Miles Tost, Level Design Lead CD Projekt Red
Kebijakan ini mencerminkan filosofi CD Projekt Red yang konsisten dengan pernyataan CEO mereka sebelumnya tentang rencana perilisan fisik The Witcher 4 di tengah tren industri yang mulai meninggalkan cakram. Bagi penggemar di Indonesia, sikap ini bisa dimaknai sebagai jaminan bahwa pembelian game di toko ritel lokal atau platform digital mana pun akan memberikan pengalaman yang setara, tanpa rasa takut kehilangan konten eksklusif.
Di sisi lain, keputusan untuk tidak menghadirkan crossover di game sendiri juga bisa dilihat sebagai upaya menjaga integritas dunia dan narasi yang sudah dibangun. The Witcher dan Cyberpunk memiliki identitas yang kuat, dan mencampurkannya dengan waralaba lain berisiko mengaburkan batas-batas kreatif yang selama ini dijaga.
Ke depan, apakah CD Projekt Red akan tetap pada pendiriannya atau melunak melihat besarnya potensi pasar kolaborasi? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi untuk sekarang, penggemar setia dapat bernapas lega karena konten yang mereka beli tidak akan dipotong demi kepentingan platform tertentu.



