Gianni Infantino Akan Bertemu Prabowo dan Saksikan Final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK
Baca dalam 60 detik
- Presiden FIFA Gianni Infantino dijadwalkan mengunjungi Indonesia pada 4-5 Oktober 2026 untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto dan menonton partai final Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
- Kehadiran orang nomor satu FIFA ini menegaskan posisi Indonesia sebagai tuan rumah turnamen mayor pertama di Asia Tenggara, sekaligus mengangkat pamor sepak bola nasional di kancah regional.
- Pertemuan dengan Prabowo dan para ketua federasi ASEAN berpotensi membuka peluang kerja sama strategis, termasuk infrastruktur dan pengembangan sepak bola jangka panjang.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, akan mengunjungi Indonesia pada awal Oktober 2026 untuk bertemu Presiden RI Prabowo Subianto dan menyaksikan laga puncak Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Agenda ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua PSSI, Erick Thohir, sebagai bagian dari rangkaian penutupan turnamen sepak bola antarnegara ASEAN yang pertama kali digelar FIFA.
Menurut Erick, Infantino dijadwalkan bertatap muka dengan Prabowo pada 4 Oktober 2026, sehari sebelum partai final. Pada 5 Oktober, ia akan hadir di SUGBK untuk menyaksikan laga penutup sekaligus mengundang sejumlah ketua federasi dari Asia Tenggara dan Asia lainnya. "Rencananya, Presiden Gianni akan bertemu Bapak Presiden Prabowo Subianto pada 4 Oktober 2026," ujar Erick dalam keterangannya. "Pada 5 Oktober 2026 di sini, mengundang beberapa ketua federasi ASEAN dan Asia lainnya, sekaligus penutupan dan final," tambahnya.
Turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026. Partai pembuka di SUGBK pada 25 September lalu dihadiri Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja keras PSSI dan panitia penyelenggara. "Saya benar-benar senang bisa berada di sini bersama sahabat baik saya, Presiden PSSI, Erick Thohir. Saya ingin berterima kasih atas kerja luar biasa yang telah Anda dan tim lakukan untuk menyelenggarakan ajang ini," kata Grafstrom. Ia juga berharap laga yang disaksikan lebih dari 50.000 penonton itu mencerminkan antusiasme besar masyarakat Indonesia terhadap sepak bola.
Kehadiran Infantino bukan sekadar kunjungan seremonial. Ini menjadi sinyal kuat bahwa FIFA menaruh perhatian serius pada pasar sepak bola Asia Tenggara, khususnya Indonesia yang memiliki basis penggemar masif. Bagi Indonesia, momen ini bisa dimanfaatkan untuk memperkuat posisi sebagai tuan rumah event internasional, sekaligus mendorong pembangunan infrastruktur olahraga dan pembinaan usia muda. Erick Thohir selama ini dikenal aktif menjalin hubungan dengan FIFA, dan pertemuan dengan Prabowo berpotensi membahas dukungan konkret, termasuk pendanaan atau program pengembangan.
Di sisi lain, ajang ini juga menjadi ujian bagi Indonesia dalam mengelola turnamen berskala regional. Kesuksesan penyelenggaraan dapat meningkatkan kepercayaan FIFA untuk menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah event yang lebih besar di masa depan. Namun, tantangan tetap ada, seperti kesiapan stadion, manajemen kerumunan, dan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pemerintah dan PSSI perlu memastikan bahwa gelaran ini tidak hanya menjadi pesta sesaat, tetapi juga warisan bagi kemajuan sepak bola nasional.
Dengan final yang tinggal menghitung hari, publik menanti apakah kehadiran Infantino akan membawa angin segar bagi sepak bola Indonesia. Apakah kunjungan ini akan berujung pada komitmen investasi jangka panjang, atau hanya menjadi simbol dukungan sesaat? Jawabannya akan terlihat dari langkah konkret setelah peluit akhir dibunyikan.



