Gempa Kumamoto 7,1 Dipicu Sesar Kecil Tak Terpetakan: Alarm bagi Indonesia?
Baca dalam 60 detik
- Analisis Universitas Tsukuba mengungkap gempa Kumamoto 28 Juli berawal dari patahan kecil tak dikenal yang memicu sesar utama.
- Fenomena ini menyerupai gempa Kumamoto 2016, di mana satu patahan mengguncang patahan lain, memicu rangkaian tremor besar.
- Ahli memperingatkan segmen Yatsushirokai yang belum bergeser berpotensi memicu gempa susulan, relevan untuk kewaspadaan Indonesia.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada 28 Juli lalu ternyata dipicu oleh patahan kecil yang sebelumnya tidak terpetakan. Temuan ini mengungkap kompleksitas bahaya seismik yang tersembunyi, sekaligus menjadi peringatan bagi negara-negara rawan gempa seperti Indonesia.
Yuji Yagi, profesor seismologi di Universitas Tsukuba, menganalisis gelombang seismik dari jaringan observasi luar negeri dan menyimpulkan bahwa retakan awal terjadi pada sesar kecil di barat laut sesar Hinagu, yang merupakan patahan utama di zona tersebut. Retakan itu kemudian menjalar dari kedalaman sekitar 16 kilometer ke arah tenggara yang lebih dangkal, mencapai sesar Hinagu hanya dalam empat detik. Sesar Hinagu sendiri diperkirakan patah selama delapan detik, dengan total pergeseran mencapai 40 hingga 50 kilometer.
Yang menarik, patahan kecil pemicu ini tidak muncul dalam peta sesar aktif yang dikenal. Zona sesar Hinagu terbagi menjadi tiga segmen: Takano-Shirahata, Hinagu, dan Yatsushirokai. Patahan pemicu berada di segmen Hinagu, namun tidak terdeteksi dalam survei permukaan. Hal ini menunjukkan bahwa bahaya gempa bisa datang dari struktur bawah tanah yang belum terpetakan, menggarisbawahi keterbatasan pengetahuan kita tentang patahan aktif.
Fenomena ini mengingatkan pada gempa Kumamoto 2016, di mana gempa M6,5 di zona Hinagu diikuti gempa M7,3 di zona sesar Futagawa 28 jam kemudian. Yagi menilai, meskipun jenis dan skala waktunya berbeda, kesamaan mendasar adalah satu patahan memicu patahan besar lainnya, menghasilkan rangkaian gempa yang merusak. "Di daerah dengan patahan aktif yang saling terkait, gempa mungkin tidak berakhir dalam satu peristiwa dan dapat terjadi dalam beberapa tahap," ujarnya.
Bagi Indonesia, temuan ini sangat relevan. Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik dengan banyak sesar aktif yang saling berdekatan, seperti Sesar Cimandiri, Lembang, dan Garut di Jawa Barat. Kasus Kumamoto menunjukkan bahwa gempa bisa berpindah dari satu sesar ke sesar lain, memperluas dampak dan meningkatkan risiko bencana. Ahli seismologi Indonesia perlu memperhatikan potensi keterkaitan antar sesar dalam analisis risiko, bukan hanya memetakan patahan secara individual.
Yasuhiro Kumahara, profesor geografi fisik di Universitas Hiroshima, menemukan bahwa lokasi yang bergeser pada gempa 2016 kembali bergeser sekitar 20 sentimeter pada gempa terbaru. Padahal, secara umum sesar yang sudah bergerak tidak akan bergerak lagi setidaknya dalam 1.000 tahun. "Ini sangat langka dan mengejutkan," katanya. Ia menduga bentuk sesar yang lurus dan keberadaan sesar Futagawa di dekatnya memengaruhi pergeseran ulang ini. Temuan ini menantang asumsi dasar tentang siklus gempa dan menyiratkan bahwa gempa besar bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan.
Catatan sejarah menunjukkan, sejak skala intensitas 7 diperkenalkan pada 1949, tiga dari delapan kasus gempa dengan intensitas tertinggi di Jepang terjadi di wilayah sumber gempa Kumamoto. Ini menegaskan bahwa kawasan tersebut merupakan zona dengan aktivitas seismik yang sangat tinggi dan kompleks. Yagi memperingatkan bahwa segmen Yatsushirokai belum bergeser dan memerlukan kewaspadaan tinggi, karena bisa menjadi sumber gempa berikutnya.
Ke depannya, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami struktur bawah tanah yang kompleks ini. Pertanyaannya, apakah Indonesia sudah siap menghadapi skenario serupa? Dengan banyaknya sesar aktif yang saling berdekatan, pemetaan yang lebih detail dan sistem peringatan dini yang terintegrasi menjadi krusial. Gempa Kumamoto menjadi pengingat bahwa di balik bumi yang tenang, tersimpan kekuatan yang mampu mengejutkan kita kapan saja.



