Uros Medic Hancurkan Daniel Rodriguez dalam 30 Detik di Debut UFC Belgrade
Baca dalam 60 detik
- Petarung kelas welter asal Serbia, Uros Medic, menuntaskan laga kontra Daniel Rodriguez hanya dalam 30 detik dengan TKO pada ajang perdana UFC di Belgrade.
- Kemenangan ini menjadi yang keempat beruntun di ronde pertama bagi Medic, sekaligus mencatatkan rekor baru UFC dengan 10 penyelesaian di ronde pembuka dalam satu malam.
- Medic langsung menantang Leon Edwards dan Carlos Prates, sementara kekalahan ketiga beruntun Oban Elliott mempertaruhkan masa depannya di UFC.

Uros Medic mencatatkan kemenangan kilat yang menggema di divisi welter UFC. Bertarung di hadapan publik sendiri di Belgrade, Serbia, ia menghentikan Daniel Rodriguez hanya dalam 30 detik lewat TKO pada Minggu dini hari WIB. Ini bukan sekadar kemenangan; ini pernyataan bahwa namanya layak diperhitungkan di papan atas.
Bagi Medic, laga ini lebih dari sekadar duel. Ia kembali ke tanah kelahirannya untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun, setelah memilih pindah ke Amerika Serikat untuk mengejar karier. Emosinya meluap setelah pertarungan. "Beberapa pekan terakhir sangat berat sejak saya tiba di rumah. Rasanya bukan seperti rumah meski berada di tanah air. Sekarang tugas selesai, saya hanya ingin menangis," ujarnya. Ia meninggalkan Serbia pada usia 22 tahun sebagai mahasiswa dengan mimpi besar; kini, di usia 33 tahun, mimpi itu terbayar lunas.
Kemenangan ini juga menandai kali keempat berturut-turut Medic menang di ronde pertama. Catatan keseluruhannya kini 14-3, dengan delapan kemenangan dari sebelas laga sejak menandatangani kontrak UFC. Rodriguez, yang berusia 39 tahun, tampil untuk pertama kalinya setelah menjalani delapan bulan penjara di Meksiko karena kepemilikan ganja. Ia tak mampu mengimbangi agresivitas Medic yang langsung melancarkan kombinasi kiri-kanan, diakhiri dengan pukulan dan tendangan di atas kanvas hingga wasit Jason Herzog menghentikan laga.
Malam bersejarah di Belgrade itu juga mencatat rekor baru UFC: total 10 penyelesaian di ronde pertama dan 12 penyelesaian keseluruhan dalam satu kartu pertarungan. Serbia menjadi negara ke-33 yang menjadi tuan rumah UFC, dan penonton lokal disuguhkan performa yang memukau. Bagi penggemar MMA di Indonesia, ini menegaskan bahwa UFC terus berekspansi ke pasar baru, dan Asia Tenggara mungkin menjadi target berikutnya mengingat antusiasme yang besar di kawasan ini.
Di kelas welter, Medic kini menempati peringkat ke-14. Usai laga, ia langsung menantang dua nama besar: Leon Edwards asal Birmingham dan Carlos Prates, penantang nomor satu. "Carlos Prates jauh di atas saya di divisi ini, tapi ini akan menjadi pertarungan yang tak terlupakan," kata Medic. "Saya meminta Leon Edwards, saya pikir dia masih bersembunyi, tapi jika dia memutuskan keluar dari lubang yang dia masuki sendiri, saya akan dengan senang hati meng-KO dia." Tantangan ini menunjukkan ambisi besar Medic untuk segera bersaing di level elite.
Sementara itu, petarung asal Wales, Oban Elliott, kembali menelan kekalahan. Ia kalah dari debutan Brasil, Michael Oliveira, yang menuntaskan laga di ronde pertama lewat ground and pound. Oliveira memperpanjang rekor profesionalnya menjadi 10-0, sementara Elliott menelan kekalahan ketiga beruntun. Elliott, yang berusia 28 tahun, belum menang sejak November 2024. Kekalahan ini membuat masa depannya di UFC terancam, mengingat ia hanya memiliki rekor 3-3 sejak lolos melalui Dana White's Contender Series.
Bagi industri MMA Indonesia, perkembangan ini menjadi pelajaran penting: mentalitas dan persiapan matang adalah kunci, tetapi juga menunjukkan bahwa peluang selalu ada bagi mereka yang berani mengambil risiko. Pertanyaan besarnya, akankah UFC segera melirik Indonesia sebagai tuan rumah? Dengan basis penggemar yang besar dan pertumbuhan atlet lokal, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan kita akan menyaksikan ajang serupa di Jakarta.



