Kecelakaan Ogier di Reli Finlandia: Pajari Kini Memimpin, Kondisi Juara Dunia Dipantau
Baca dalam 60 detik
- Ogier dan navigator penggantinya dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan setelah mobilnya terguling beberapa kali di stage 17.
- Kecelakaan ini membuka jalan bagi Pajari untuk memimpin reli kandangnya dengan keunggulan 46,4 detik.
- Tim Toyota masih berpeluang besar meraih podium bersih, dengan Evans di posisi ketiga meski sempat mengalami insiden serupa.

Rally Finlandia, salah satu seri tercepat di kalender WRC, kembali menyajikan drama. Juara dunia bertahan Sebastien Ogier harus mengakhiri perlombaannya lebih awal setelah mobilnya keluar lintasan dan terguling beberapa kali pada stage 17, Sabtu (1/8). Insiden itu membuat rekan setimnya, Sami Pajari, yang merupakan pebalap tuan rumah, secara otomatis mengambil alih pimpinan klasemen sementara.
Ogier, yang memimpin sejak Jumat, bersama navigator pengganti Julien Ingrassia, langsung diterbangkan ke rumah sakit di Tampere untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tim Toyota melalui akun X mengonfirmasi keduanya keluar dari mobil tanpa bantuan dan dalam kondisi "umumnya baik". Namun, keputusan untuk membawa mereka ke rumah sakit menunjukkan prosedur standar setelah kecelakaan secepat itu, mengingat kecepatan tinggi yang biasanya terjadi di reli Finlandia.
Juha Kankkunen, wakil kepala tim Toyota, menyatakan bahwa Ogier lebih mengalami syok daripada cedera fisik. "Kami menghubungi mereka dan berbicara, Seb lebih kaget daripada apa pun, tidak ada yang patah," ujarnya kepada Rally.tv. Ia juga mengakui belum mengetahui penyebab pasti kecelakaan, apakah murni kesalahan atau ada faktor teknis. Insiden ini terjadi saat Ogier unggul 20,9 detik atas Pajari, dan stage tersebut langsung dihentikan untuk proses evakuasi.
Kecelakaan Ogier bukan satu-satunya insiden di tim Toyota. Sebelumnya, Elfyn Evans, yang juga rekan setim dan pemimpin klasemen kejuaraan, mengalami rollover pada sesi pagi. Beruntung, penonton di lokasi membantu Evans keluar dari mobil, dan tim mekanik berhasil memperbaiki mobilnya saat servis siang. Evans pun mampu melanjutkan lomba dan kini menempati posisi ketiga, tertinggal 1 menit 36,3 detik dari Pajari.
Dengan dua stage tersisa pada Minggu, Pajari berpeluang besar meraih kemenangan keduanya secara beruntun setelah sukses di Estonia bulan lalu. Kemenangan ini akan menjadi yang kedua dalam karier WRC-nya dan tentu sangat spesial karena terjadi di kandang sendiri. Sementara itu, Toyota masih berpeluang melakukan sapu bersih podium, dengan Solberg dan Evans menguntit di belakangnya.
Bagi penggemar reli di Indonesia, kejadian ini mengingatkan pada pentingnya aspek keselamatan dalam olahraga bermotor. Meski teknologi mobil reli semakin canggih, risiko tetap ada, dan prosedur medis yang cepat seperti yang dilakukan terhadap Ogier menjadi krusial. Selain itu, persaingan di puncak klasemen WRC musim ini semakin menarik, dengan Evans yang masih memimpin kejuaraan, namun Ogier dan Pajari terus menekan. Pertanyaannya, akankah Pajari mampu memanfaatkan momentum ini untuk menggeser dominasi para pebalap senior? Atau justru Evans yang akan memperkuat posisinya di klasemen? Kita tunggu saja aksi final di stage penutup nanti.



