Ryu Kokoh di Puncak AIG Women's Open: Incar Sejarah Tiga Major dalam Setahun
Baca dalam 60 detik
- Pegolf Korea Selatan, Haeran Ryu, memimpin klasemen AIG Women's Open usai mencatatkan skor total 8-under par, unggul satu pukulan dari Shiho Kuwaki.
- Ryu berpeluang menjadi wanita kelima sepanjang sejarah yang mampu merebut tiga gelar major dalam satu tahun kalender, setelah sukses di Evian Championship.
- Persaingan di Royal Lytham & St Annes memanas dengan sejumlah nama besar seperti Nelly Korda dan Lydia Ko yang masih berpeluang menyalip di akhir pekan.

Royal Lytham & St Annes menjadi saksi kegigihan Haeran Ryu. Pegolf asal Korea Selatan itu menutup putaran kedua AIG Women's Open dengan birdie dramatis di lubang ke-18, mengamankan posisi puncak klasemen sementara dengan total skor 8-under par. Rentetan birdie di penghujung lapangan menjadi jawaban atas start buruk yang sempat mengancam peluangnya.
Ryu, yang kini berusia 25 tahun, tengah mengejar sejarah. Jika berhasil mempertahankan performa ini hingga akhir pekan, ia akan menjadi wanita kelima dalam sejarah golf yang mampu memenangkan tiga major dalam satu tahun kalender. Sebelumnya, ia baru saja mengangkat trofi Evian Championship dua pekan lalu, menjadikannya salah satu kekuatan dominan di sirkuit wanita.
Perjalanan Ryu di putaran kedua tidak mulus. Sempat tertinggal tiga over par hanya dalam lima lubang awal, ia menunjukkan ketenangan luar biasa dengan membukukan lima birdie untuk menutup hari dengan skor 2-under par 70. "Lubang terakhir sangat penting, selalu baik untuk hari esok. Saya selalu ingin membuat skor bagus di sana," ujarnya kepada BBC Sport. "Saya hanya bersabar setelah start yang sulit dan berhasil membuat birdie untuk finis di bawah par. Saya sangat senang sekarang."
Persaingan di papan atas semakin ketat. Shiho Kuwaki dari Jepang berada satu pukulan di belakang Ryu setelah mencatatkan 1-under par. Sementara itu, Jeeno Thitikul dari Thailand yang tampil gemilang dengan 7-under par pada putaran pertama, harus puas dengan skor 73 pada hari kedua dan kini berbagi posisi ketiga dengan Yealimi Noh dari Amerika Serikat. Kondisi angin yang lebih kencang dibanding hari sebelumnya disebut Thitikul sebagai faktor utama penurunan performanya.
Dari kubu tuan rumah, Lottie Woad dan Charley Hull masih berada dalam jarak aman untuk bersaing. Woad, yang sempat menjadi favorit, mengakhiri hari dengan skor 71 dan total 2-under par, tertinggal lima pukulan dari pemimpin. Hull, yang sempat mengalami masalah punggung, tetap optimistis menghadapi akhir pekan. "Saya sangat menantikan akhir pekan ini, pasti akan sangat menyenangkan," katanya. "Sekarang rasa gugup sudah mereda. Punggung saya sedikit bermasalah, tapi saya tetap berusaha memberikan yang terbaik."
Bagi penggemar golf di Indonesia, ajang ini menjadi tontonan menarik untuk menyaksikan bagaimana para pegolf top dunia beradaptasi dengan lapangan yang menuntut presisi tinggi. Meski belum ada wakil Indonesia di turnamen ini, performa Ryu dan persaingan ketat di papan atas bisa menjadi inspirasi bagi perkembangan golf nasional yang terus berbenah.
Putaran ketiga yang akan berlangsung besok menjadi penentu arah juara. Mampukah Ryu mempertahankan konsistensinya, atau akankah para pengejar seperti Thitikul dan Korda memberikan kejutan? Satu hal yang pasti, akhir pekan ini akan menjadi ujian mental dan fisik bagi semua pemain yang berlaga di Royal Lytham.



