Alajbegovic Tiba di Turin, Juventus Kunci Transfer €33 Juta
Baca dalam 60 detik
- Gelandang serang Bosnia berusia 18 tahun itu mendarat di Turin dan langsung menjalani tes awal di J|Medical Centre.
- Kesepakatan dengan Bayer Leverkusen senilai €33 juta plus bonus €7 juta membuat Juventus memenangkan persaingan dari Chelsea.
- Alajbegovic diplot sebagai trequartista di belakang striker, dengan harapan berkembang bersama Kenan Yildiz di lini depan Bianconeri.

Kerim Alajbegovic akhirnya menginjakkan kaki di Turin, Jumat malam waktu setempat, menandai langkah awal kepindahannya ke Juventus. Pemain internasional Bosnia itu dijadwalkan menjalani tes medis pada akhir pekan ini untuk merampungkan transfer senilai €33 juta plus bonus dari Bayer Leverkusen.
Kedatangan pemain kelahiran 2007 itu disambut kerumunan awak media di Bandara Caselle. Ia didampingi Miralem Pjanic, mantan gelandang Juventus yang juga berasal dari Bosnia, sebelum langsung menuju J|Medical Centre untuk pemeriksaan awal. Meski demikian, proses transfer baru akan resmi tuntas pada Minggu.
Kepindahan ini menjadi kemenangan tersendiri bagi Juventus dalam perburuan pemain muda Eropa. Sebelumnya, Chelsea sempat mencapai kesepakatan dengan Leverkusen, namun Alajbegovic ragu karena tidak dijamin mendapat menit bermain reguler di Stamford Bridge. Juventus justru menawarkan proyek jangka panjang: berkembang bersama Kenan Yildiz, meski musim ini mereka absen dari Liga Champions.
Musim lalu, Alajbegovic tampil impresif bersama RB Salzburg, yang membuat nilai pasarnya meroket. Ia kembali ke Leverkusen dengan status yang jauh lebih berharga, dan kini menjadi salah satu rekrutan termahal Juventus pada bursa musim panas ini. Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, telah mengindikasikan bahwa pemain berusia 18 tahun itu akan ditempatkan sebagai trequartista, beroperasi di belakang striker, sebuah peran yang memungkinkannya memanfaatkan visi dan kreativitasnya.
Bagi pengamat sepak bola Italia, keputusan Alajbegovic memilih Juventus ketimbang Chelsea menunjukkan pergeseran strategi klub-klub besar Eropa dalam merekrut talenta muda. Juventus, yang tengah membangun ulang skuad setelah musim yang mengecewakan, tampaknya ingin mengembalikan identitas permainan menyerang dengan mengandalkan pemain-pemain teknis seperti Alajbegovic dan Yildiz. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa Bianconeri tidak gentar bersaing dengan klub kaya Premier League, meski tanpa jaminan tampil di kompetisi antarklub tertinggi Eropa musim ini.
Di Indonesia, kabar ini menarik perhatian para penggemar Serie A yang kerap mengikuti perkembangan pemain muda Eropa. Kehadiran Alajbegovic di Juventus bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton tanah air yang menantikan aksi pemain Bosnia tersebut di liga yang kerap disiarkan langsung di sini. Selain itu, strategi Juventus dalam merekrut pemain muda dengan potensi jual tinggi bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia Tenggara yang mulai serius mengembangkan akademi.
Dengan tes medis yang dijadwalkan akhir pekan ini, pengumuman resmi transfer diperkirakan segera menyusul. Pertanyaannya, akankah Alajbegovic langsung menjadi starter di laga pembuka Serie A, atau ia akan dipoles secara bertahap? Keputusan Spalletti dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu seberapa cepat pemain muda ini beradaptasi dengan kerasnya kompetisi Italia.



