Federico Chiesa Menolak Tawaran Atletico Madrid dan Klub Serie A demi Bertahan di Liverpool
Baca dalam 60 detik
- Winger Italia Federico Chiesa menolak pendekatan dari Atletico Madrid, Roma, Napoli, Como, dan Fiorentina pada bursa transfer musim dingin ini.
- Keputusan Chiesa bertahan di Liverpool dinilai sebagai bentuk optimisme terhadap peluang bermain di bawah manajer baru Andoni Iraola.
- Kontrak Chiesa di Anfield berlaku hingga 2028, namun catatan kebugarannya menjadi sorotan utama di tengah minimnya menit bermain.

Winger tim nasional Italia, Federico Chiesa, kembali menjadi pusat perhatian bursa transfer setelah dilaporkan menolak pendekatan dari sejumlah klub besar Eropa. Menurut laporan Footmercato, Atletico Madrid, Roma, Napoli, Como, dan Fiorentina telah mencoba membujuk pemain berusia 28 tahun itu untuk meninggalkan Liverpool, namun semua tawaran tersebut ditolak mentah-mentah.
Keputusan Chiesa untuk bertahan di Anfield bukanlah hal baru. Pola yang sama terjadi setiap jendela transfer dibuka, di mana berbagai klub menunjukkan minat untuk memberikan menit bermain reguler yang selama ini sulit ia dapatkan. Namun, pemain yang bergabung dengan Liverpool pada 2024 dengan biaya sekitar โฌ12 juta plus bonus tersebut tetap teguh pada pendiriannya, yakin bahwa ia masih bisa membuktikan diri di klub Merseyside itu.
Atletico Madrid disebut sebagai klub yang paling serius dalam upaya merekrut Chiesa. Klub asal Spanyol itu bahkan siap memberikan jaminan menit bermain yang lebih banyak. Namun, keteguhan hati Chiesa untuk bersaing di Liverpool mengalahkan segala pertimbangan praktis. Selain Atletico, tiga klub Serie A yang berlaga di Liga Champions musim iniโRoma, Napoli, dan Comoโjuga disebut-sebut tertarik, bersama Fiorentina, klub yang pernah dibelanya sebelum pindah ke Juventus.
Keputusan Chiesa untuk bertahan juga terkait erat dengan pergantian manajer di Liverpool. Setelah kesulitan mendapatkan kepercayaan dari Arne Slot, ia kini berharap bisa memikat hati Andoni Iraola yang baru ditunjuk sebagai pelatih. Chiesa optimistis bahwa gaya bermain Iraola yang agresif dan menekan akan lebih cocok dengan karakteristik permainannya yang eksplosif dan langsung.
Sejak bergabung dengan Liverpool, Chiesa tercatat tampil dalam 50 pertandingan kompetitif, namun hanya sembilan di antaranya sebagai starter. Meski demikian, ia berhasil menyumbangkan lima gol dan lima assist. Angka tersebut menunjukkan bahwa produktivitasnya tetap terjaga meski waktu bermainnya terbatas. Namun, catatan kebugarannya yang kerap bermasalah menjadi kekhawatiran utama, terutama ketika ia tidak mendapatkan ritme pertandingan yang cukup.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, keputusan Chiesa ini menarik untuk dicermati, terutama dalam konteks persaingan di Liga Inggris dan Eropa. Liverpool, yang dikenal sebagai klub dengan basis penggemar besar di Indonesia, tentu berharap Chiesa bisa memberikan kontribusi lebih signifikan di sisa musim ini. Namun, dengan persaingan ketat di lini serang The Reds, termasuk kehadiran Mohamed Salah, Luis Diaz, dan Darwin Nunez, peluang Chiesa untuk menjadi starter reguler masih menjadi tanda tanya besar.
Di sisi lain, keteguhan Chiesa untuk bertahan bisa menjadi sinyal positif bagi klub-klub Eropa yang ingin mempertahankan pemain bintangnya di tengah gempuran tawaran menggiurkan. Namun, risiko cedera yang berkepanjangan tetap menjadi ancaman serius bagi kariernya. Jika ia kembali mengalami cedera, bukan tidak mungkin Liverpool akan mempertimbangkan untuk melepasnya di bursa transfer berikutnya.
Pertanyaan yang kemudian mengemuka adalah: akankah kesabaran Chiesa membuahkan hasil di bawah arahan Iraola, atau justru menjadi bumerang yang membuat kariernya semakin terpinggirkan? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal yang pasti, keputusan ini menunjukkan bahwa ambisi dan keyakinan diri Chiesa terhadap kemampuannya masih sangat tinggi.



