TikTok CEO Chew Shou Zi: Doktor Lulusan NTU Harus Berani Menjelajah Hal Tak Dikenal
Baca dalam 60 detik
- Chew Shou Zi mendorong para doktor baru untuk memanfaatkan keahlian mereka dalam memecahkan masalah nyata di tengah perubahan struktural besar.
- Lebih dari 14.000 mahasiswa NTU angkatan 2026 akan diwisuda, dengan 575 di antaranya meraih gelar doktor dalam dua upacara.
- Pesan tentang pentingnya rasa ingin tahu dan keberanian mengambil risiko menjadi kunci sukses di era AI yang berkembang pesat.

Dalam pidato yang berlangsung sekitar sepuluh menit di hadapan para calon doktor Nanyang Technological University (NTU), Chew Shou Zi, CEO TikTok, menyerukan agar mereka berani "secara aktif mencari hal-hal yang belum diketahui" dan menerapkan kemampuan istimewa mereka untuk menjawab persoalan-persoalan konkret di dunia nyata. Seruan ini disampaikan di tengah gelombang perubahan besar yang tengah melanda dunia kerja, terutama dengan hadirnya kecerdasan buatan yang mengubah lanskap industri secara fundamental.
Pria berusia 43 tahun yang juga warga negara Singapura ini mengawali kariernya dari lingkungan sederhana di Yio Chu Kang, lalu menempuh pendidikan di Hwa Chong Institution, University College London, hingga meraih gelar MBA dari Harvard Business School. Perjalanan panjangnya dari seorang analis keuangan di Goldman Sachs hingga memimpin platform media sosial terbesar di dunia menjadi bukti bahwa rasa ingin tahu dan keberanian mengambil jalan berbeda dapat membawa dampak yang luar biasa.
Pada kesempatan yang sama, Chew mengingatkan bahwa para lulusan doktor memasuki dunia kerja di tengah "perubahan struktural yang masif". Menurutnya, era kecerdasan buatan saat ini bukan sekadar perubahan yang konstan, melainkan perubahan yang bersifat eksponensial dan saling menguatkan. "Ini adalah momen penting dan menarik dalam sejarah," ujarnya, seraya menekankan bahwa para doktor baru harus siap memimpin, bukan sekadar mengikuti arus.
Bagi Chew, pendidikan adalah "paspor seumur hidup" yang terus memperluas batas-batas dunia seseorang. Ia mencontohkan pengalamannya sendiri ketika pindah dari Yio Chu Kang ke Bukit Timah untuk bersekolah di Hwa Chongโsebuah langkah kecil secara geografis, tetapi besar dalam mendorongnya keluar dari zona nyaman. Keputusan itu, menurutnya, memicu rasa ingin tahu intelektual yang membawanya menjelajahi berbagai peluang hingga ke panggung global.
Kisah Chew juga mencerminkan perjalanan Singapura sebagai negara kecil yang mampu menciptakan jejak besar di kancah dunia. "Melalui rasa ingin tahu dan ketangguhan, kita selalu memandang keluar dan ke atas," katanya. Pesan ini relevan bagi Indonesia, yang tengah gencar mendorong riset dan inovasi untuk bersaing di tingkat global. Para doktor Indonesia, seperti halnya lulusan NTU, diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerjemahkannya menjadi solusi bagi masalah-masalah sosial dan ekonomi yang kompleks.
- Lebih dari 14.000 mahasiswa NTU angkatan 2026 akan diwisuda dalam 29 upacara, menjadikannya angkatan terbesar dalam sejarah universitas.
- Sebanyak 575 lulusan menerima gelar doktor dalam dua upacara pada Sabtu (1/8), dengan Chew Shou Zi berpidato di upacara pagi.
- Chew memulai karier di Goldman Sachs London sebelum beralih ke dunia teknologi dan akhirnya memimpin TikTok pada 2021.
Chew juga berbagi pengalaman masa kecilnya ketika ayahnya membelikannya komputer 286โsebuah perangkat lawas yang justru menumbuhkan kecintaannya pada teknologi. "Saya ingin bercerita bahwa saya menggunakannya untuk membuat perangkat lunak cerdas, tapi kenyataannya saya hanya bermain game," candanya, disambut tawa hadirin. Namun, dari situlah ia belajar bahwa teknologi bukan sekadar perangkat keras dan kode, melainkan alat untuk membuka potensi manusia.
Menurut Chew, latar belakangnya di bidang keuangan menjadi "jembatan sempurna" menuju dunia wirausaha teknologi. Setelah lulus dari Harvard, ia sempat magang di Facebook, kemudian bergabung dengan perusahaan modal ventura yang berinvestasi di raksasa teknologi China seperti JD.com, Alibaba, Xiaomi, dan ByteDance. Pada 2015, ia menjadi CFO Xiaomi, lalu pindah ke ByteDance sebagai CFO TikTok pada Maret 2021, dan dua bulan kemudian diangkat sebagai CEOโsebuah langkah yang dipuji oleh pendiri ByteDance, Zhang Yiming, karena "pengetahuan mendalamnya tentang perusahaan dan industri".
Pidato Chew menekankan bahwa inovasi sejati lahir dari keberanian menghadapi ketidakpastian. "Carilah ruangan di mana Anda adalah orang yang paling tidak berpengalaman," sarannya. "Rangkullah ketidakpastian karena di situlah inovasi bermakna terjadi." Ia juga mengingatkan pentingnya membangun jejaring dengan rekan-rekan yang cerdas, karena komunitas akan mengingatkan mereka akan tujuan dan mencerminkan kemampuan sejati mereka.
Di tengah gencarnya pengembangan talenta digital di Indonesia, pesan Chew ini menjadi pengingat bahwa riset dan pendidikan tinggi harus mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga berani mengambil risiko dan berpikir lintas disiplin. Pertanyaannya, apakah institusi pendidikan di Indonesia sudah menyiapkan lingkungan yang mendorong rasa ingin tahu dan keberanian tersebut? Atau justru masih terlalu fokus pada hafalan dan kepatuhan?



