Savannah Guthrie Umumkan Hadiah Rp15 Miliar demi Temukan Ibunya yang Hilang
Baca dalam 60 detik
- Penyiar NBC, Savannah Guthrie, meningkatkan tekanan publik setelah teks lengkap dua surat tebusan terkait penculikan ibunya, Nancy Guthrie (84), dirilis oleh kepolisian Pima County, Arizona.
- Surat pertama menuntut bitcoin senilai Rp64 miliar dengan tenggat waktu ketat, sementara surat kedua mengklaim Nancy telah meninggal, memunculkan spekulasi tentang motif dan kondisi sebenarnya.
- Kasus yang belum terpecahkan selama enam bulan ini menyoroti kerentanan lansia dan tantangan penegakan hukum di era digital, dengan hadiah total mencapai Rp15 miliar.

Penyiar senior NBC, Savannah Guthrie, kembali memohon kepada publik dan pelaku penculikan ibunya, Nancy Guthrie (84), setelah otoritas Arizona merilis untuk pertama kalinya teks lengkap dua surat tebusan yang dikirim tak lama setelah sang ibu hilang dari kediamannya di Tucson pada 1 Februari lalu. Permohonan yang disampaikan melalui video di Instagram itu hadir di tengah penyelidikan yang memasuki bulan keenam dan belum menunjukkan titik terang.
Kantor Sheriff Pima County pada Jumat (31/7) mengungkap isi surat yang sebelumnya hanya dideskripsikan media. Surat pertama yang ditujukan langsung kepada Savannah berisi tuntutan pembayaran bitcoin senilai 4 juta dolar AS (sekitar Rp64 miliar) sebelum 5 Februari, dengan ancaman kenaikan menjadi 6 juta dolar AS jika tenggat pertama terlewat. Pelaku juga mengklaim Nancy akan dibebaskan dalam 12 jam setelah pembayaran diterima, namun jika tidak, ia akan dibunuh. Surat kedua yang dialamatkan kepada keluarga Guthrie justru menyatakan Nancy telah meninggal karena masalah jantung dan dimakamkan di lokasi yang tidak disebutkan.
Pengungkapan ini terjadi ketika FBI menawarkan hadiah 100.000 dolar AS, sementara Savannah dan keluarganya menambah 1 juta dolar AS, sehingga total hadiah mencapai 1,1 juta dolar AS (sekitar Rp17,6 miliar). Sheriff Chris Nanos, yang pada Mei lalu mengatakan penyelidikan "semakin dekat", kini berharap publik dapat mengenali pola bahasa atau karakteristik lain dari surat-surat tersebut untuk mengidentifikasi penulisnya. Polisi juga meminta warga melaporkan jika ada kenalan yang menunjukkan perubahan perilaku, cedera tak jelas, atau minat aneh pada lingkungan rumah Nancy.
Kasus ini menyoroti meningkatnya kejahatan terhadap lansia di Amerika Serikat, di mana FBI mencatat ribuan kasus penculikan dan penipuan yang menargetkan kelompok rentan setiap tahun. Di Indonesia, fenomena serupa juga mengemuka, terutama penipuan yang menyasar lansia melalui telepon atau modus keluarga yang diculik. Meski penculikan fisik jarang terjadi, modus penipuan dengan memanfaatkan kepanikan keluarga kerap dilaporkan. Kasus Guthrie menjadi pengingat bahwa kejahatan terorganisir kini memanfaatkan teknologi seperti bitcoin untuk mempersulit pelacakan, sebuah tantangan yang juga dihadapi aparat Indonesia dalam memberantas kejahatan siber.
Menurut analis keamanan, penggunaan bitcoin dalam surat tebusan menunjukkan upaya pelaku untuk menghindari deteksi, namun jejak digital tetap dapat dilacak. Polisi Pima County juga masih menganalisis sampel DNA campuran yang ditemukan di properti, serta meneliti rekaman CCTV yang memperlihatkan pria bertopeng dan bersenjata di luar rumah Nancy pada dini hari penculikan. Darah di teras depan telah cocok dengan DNA Nancy, tetapi rambut yang ditemukan belum mengarah pada tersangka.
Savannah, yang dikenal luas sebagai salah satu pembawa acara Today, telah menggunakan platformnya untuk terus mengingatkan publik. Dalam video emosionalnya, ia berkata, "Saya memohon kepada Anda untuk melakukan hal yang benar sekarang. Bantu kami menemukannya, beri tahu kami ke mana harus mencarinya. Saya benar-benar percaya tidak ada kata terlambat untuk berbuat benar." Pernyataan ini menggarisbawahi keputusasaan keluarga yang masih berharap Nancy ditemukan hidup-hidup, meskipun surat kedua menyebutkan sebaliknya.
Ke depan, pertanyaan krusial adalah apakah pengungkapan surat ini akan memicu petunjuk baru dari masyarakat, atau justru memperumit penyelidikan karena isinya yang kontradiktif. Polisi belum mengesampingkan kemungkinan pelaku tunggal, namun analisis DNA dan pola komunikasi pelaku akan menjadi kunci. Di Indonesia, kasus seperti ini dapat menjadi pelajaran bagi aparat untuk memperkuat kolaborasi dengan platform digital dan lembaga keuangan dalam melacak transaksi bitcoin, serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap keamanan lansia di rumah.



