Gerebek Rumah Pelatih MMA di Denpasar: Polisi Sita Narkoba dan 5 Senpi Rakitan
Baca dalam 60 detik
- Satresnarkoba Polresta Denpasar menangkap ARMP (30), pelatih MMA di Canggu, dan menyita ekstasi serta sabu dari rumahnya.
- Penggeledahan lanjutan menemukan lima pucuk senjata api rakitan, empat airsoft gun, dan puluhan amunisi berbagai kaliber.
- Pelaku mengaku senjata tersebut titipan untuk diperbaiki, sementara penyidik masih mendalami asal-usul dan legalitas kepemilikan.

Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar meringkus seorang pria berinisial ARMP (30) dalam penggerebekan di kediamannya, Gang Cempaka I, Jalan Kasuari, Banjar Semaga Penatih, Denpasar Timur, Sabtu (01/08/2026). Dari lokasi, polisi tidak hanya menyita narkotika, tetapi juga menemukan lima pucuk senjata api rakitan beserta puluhan butir amunisi, menjadikan kasus ini lebih dari sekadar penyalahgunaan barang terlarang.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy, mengonfirmasi penggerebekan berlangsung pukul 17.30 WITA, dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Kompol I Komang Agus Dharmayana W. Penangkapan berawal dari laporan masyarakat tentang dugaan aktivitas narkoba di kawasan tersebut. Saat digerebek, ARMP yang berprofesi sebagai pelatih MMA dan tinju di Canggu, tengah berada di teras rumahnya.
Dari penggeledahan awal, polisi menemukan satu paket serbuk ungu yang diduga ekstasi, satu bong, tiga plastik klip kosong, serta sejumlah peralatan lain seperti pipet, kikir besi, dan alat penjepit pres. Hasil pemeriksaan urine menunjukkan ARMP baru saja mengonsumsi sabu. Ia mengaku menggunakan narkotika untuk meredakan stres, sebuah pengakuan yang kerap muncul di kalangan profesional yang menghadapi tekanan pekerjaan tinggi.
Pengembangan kasus membawa polisi ke ruang tamu rumah ARMP, di mana ditemukan lima pucuk senjata api rakitan, empat pucuk yang diduga airsoft gun, serta amunisi lengkap: 55 butir peluru kaliber 3,8 mm, lima butir kaliber 7,6 mm, dua butir kaliber 9 mm, satu butir 32 ACP, lima peluru hampa kaliber 8 mm, dan dua butir kaliber 22 LR. Selain itu, turut disita 33 tabung gas CO2, magazin, barel, grip kayu, dan komponen senjata lainnya.
Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, ARMP mengaku senjata-senjata tersebut dititipkan orang lain untuk diperbaiki. Ia juga pernah menjadi anggota Tactical Shooting Club di Yogyakarta pada 2016โ2018, yang memperkuat dugaan keterampilannya dalam merakit senjata. Polisi kini mendalami asal-usul senjata dan narkoba, serta memeriksa keterlibatan pihak lain, termasuk pemilik iPhone abu-abu yang ditemukan di lokasi, Samuel Jaye McKenzie.
Kasus ini menyoroti celah pengawasan senjata api rakitan di Indonesia. Meski kepemilikan senjata api diatur ketat melalui Perkap, peredaran senjata rakitan masih menjadi masalah serius, terutama di daerah pariwisata seperti Bali. Keberadaan senjata di tangan pelatih MMA yang juga bekerja sebagai bodyguard menimbulkan pertanyaan tentang potensi penyalahgunaan di sektor keamanan swasta.
Polisi masih menyelidiki apakah senjata tersebut digunakan untuk tindak kriminal atau hanya koleksi pribadi. Yang jelas, temuan ini menambah daftar panjang kasus penyalahgunaan narkoba yang beririsan dengan kepemilikan senjata ilegal. Pertanyaan besarnya: akankah pengawasan terhadap pelatih bela diri dan pengamanan swasta diperketat setelah kejadian ini?



